Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Menjadi Berkat Bagi Sesama

Gambar
Menjadi Berkat Bagi Sesama Amsal 1 : 5 – 6 Melalui Amsal kita dapat belajar bahwa kekristenan bukanlah sebuah agama yang hanya mengutamakan gejolak perasaan atau luapan-luapan emosi di dalam suatu ibadah. Sebab, di dalam amsal kita dapat menemukan bahwa seorang Kristen juga harus menunjukkan perilaku yang baik, bijaksana dan berpengertian. Kekristenan dapat diterima oleh akal sehingga bermanfaat untuk mengatur kehidupan manusia. Sebab, amsal tidak hanya memberikan susu untuk bayi, tetapi juga makanan keras untuk orang kuat, mengubah orang jahat menjadi baik serta menjadikan orang yang tidak berpengalaman memiliki pengertian. Pada ayat 5-6, kita dapat melihat bahwa amsal bertujuan, yaitu: Pertama, sebagai sumber nasihat, Amsal merupakan kitab yang berisi nasihat-nasihat yang lahir dari pengalaman Salomo. Pada ayat 5, kita dapat mengetahui bahwa seorang dapat disebut bijak apabila ia telah belajar mendengar nasihat. Kata “mendengar” berasal dari bahasa asli “shema” yang juga

Menerima Didikan

Gambar
Menerima Didikan Amsal 1:4 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Amsal 1:4. Dari ayat ini kita dapat melihat 2 tujuan Amsal yang diberikan oleh Salomo, yaitu: 1. Memberi kecerdasan Dalam bagian awal dari ayat ini dikatakan memberikan kecerdasan kepada orang yang tak berpengalaman. Kecerdasan yang dimaksud disini adalah hikmat. Ajaran yang diberikan oleh Salomo adalah ajaran yang jelas dan mudah sehingga semua orang pun dapat memahaminya. Orang yang akan menerima dengan baik hasil dari didikan Salomo harus sadar akan ketidaktahuan dirinya dan menyadari bahwa dirinya perlu untuk diajar.  Orang-orang tidak berpengalaman akan dibuat berhikmat. Berhikmat yang dimaksud disini adalah orang-orang yang mengikuti ajaran Salomo ini meskipun tidak memiliki pengalaman namun Tuhan melalui Amsal hikmat akan memberikan pengertian untuk mengetahui d

Bijaksana dalam Segala Hal

Gambar
Bijaksana Dalam Segala Hal Amsal 1:3 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih dalam Tuhan. Selamat datang kembali dalam program spiritual life, di mana kita akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan sebelum menjalani aktivitas kita hari ini. Ayat perenungan kita, terambil dari Amsal 1:3. Saudara sesuai dengan judul perikopnya, ayat 3 berisi tentang tujuan dari amsal ini ditulis. Ada satu tujuan yang dapat kita lihat dalam ayat yang telah kita baca yaitu, untuk mengatur perilaku dalam segala hal. Isi dari keseluruhan kitab Amsal yang disampaikan oleh Salomo ini bertujuan agar kita dapat menerima didikan yang menjadikan kita orang percaya yang bijaksana. Serta menerima pengetahuan yang akan mengatur perilaku kita dalam kebenaran, keadilan dan kejujuran. Sehingga kita mampu untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Yakni mengasihi Tuhan dengan hidup dalam kebenaran dan melakukan perintahNya. Orang yang demikian akan mampu membedakan mana yang menjadi kehendak Tuhan dan

Tujuan Amsal

Gambar
Tujuan Amsal Amsal 1:1-2  Saudara bulan lalu kita banyak membahas tentang kitab Mazmur yang banyak mengeksplorasi perasaan kita. Sedangkan sekarang kita akan berbicara tentang kitab amsal, kitab ini akan banyak mendorong akal kita untuk berpikir. Ayat yang menjadi dasar renungan kita pagi hari ini terambil dari kitab Amsal 1:1-2. Saudara, Amsal 1 merupakan ayat dimana penulis kitab amsal memperkenalkan identitas dirinya. Sedangkan ayat 2-6, merupakan penjelasan tentang maksud dan tujuan amsal ini ditulis. Namun, karena keterbatasan waktu maka kali ini kita hanya akan membahas ayat 2 saja. Saudara, dari ayat ini, ada 2 tujuan dari amsal yang bisa kita pelajari, yaitu : Pertama, Untuk Memiliki Hikmat Tujuan penulisan Amsal adalah agar umat Allah dapat memiliki hikmat. Hikmat dalam kitab Amsal memiliki arti “kebijaksanaan untuk hidup di tengah-tengah dunia”. Dan inilah tujuan dari Firman Allah, yaitu membantu kita untuk hidup dengan arif dan bijaksana di tengah-tengah dunia

TUHAN PENYELAMATKU

Gambar
 TUHAN PENYELAMATKU Mazmur 28:9 Mazmur 28:9 “Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.  Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan sebelum kita mulai beraktifitas. Dan Firman Tuhan pagi hari ini terambil dari Mazmur 28:9. Saudara ayat ini merupakan bagian penutup dari doa Daud. Kita tahu bersama bahwa doa ini dipanjatkan oleh Daud,  saat ia sedang masuk di dalam  situasi yang tidak menyenangkan. Di sini ada dua sikap yang bisa kita pelajari melalui bagian penutup dari doa Daud ini, yaitu:  Pertama, Daud berserah kepada Tuhan Daud mengakhiri doanya dengan berserah kepada Tuhan, perhatikan kata “selamatkanlah” dan “berkatilah”. Di sini Daud menunjukkan bahwa dia hanya bisa memohon tapi selanjutnya Tuhan yang menentukan. Keputusan seratus persen ada di tangan Tuhan, dan karena itu ia berserah kepada Tuhan. Inilah yang haru

Berkat Bagi Orang Percaya

Gambar
Berkat Bagi Orang Percaya Mazmur 28:8 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Mazmur 28:8. Ayat 8 merupakan berkat yang akan diperoleh semua orang benar di dalam Allah: 1. Tuhan akan menjadi kekuatan mereka. Kekuatan yang di dapatkan dari Tuhan adalah milik semua orang percaya. Kekuatan dan pertolongan yang kita terima dari Tuhan selalu cukup tersedia bagi setiap orang percaya. Untuk itu, mari kita mulai setiap hari dengan penuh penyerahan diri seutuhnya pada Tuhan. Akui Dia dalam setiap langkah dan andalkan Dia dalam setiap aktivitas kita. Yakinlah bahwa di dalam Tuhan, kita akan mendapat kekuatan dan kemenangan.  2. Tuhan akan menjadi benteng keselamatan mereka. Daud menggambarkan Tuhan sebagai benteng yaitu tempat di mana ia berlindung atau bertahan dari serangan musuh. Ia mengaskan bahwa Tuhan akan memberikan perlindungan yang sempurna pa

Beria-ria Dalam Kesesakan

Gambar
Beria-ria Dalam Kesesakan Bacaan : Mazmur 28 : 7 Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya. Mazmur 28 : 7             Jalan hidup orang percaya dengan Tuhan, akan membawa pada pengalaman demi pengalaman rohani yang membuktikan kebenaran tentang Allah. Dan pengalaman-pengalaman ini akan turut membentuk iman seseorang kepada Allah. Begitu pula dengan Daud. Saat ia menulis mazmur 28:7 dan menyerukan “Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku…” maka mazmur ini lahir dari pengalaman rohani seorang kudus bersama dengan Allah. Dalam kesesakannya, Daud tidak menjadi kecewa dengan Allah tetapi dengan penuh ucapan syukur, ia tetap beria-ria dan menyanyikan nyanyian syukur kepada Allah. Dari mazmur ini, kita dapat melihat 2 hal yang menyebabkan Daud tetap dapat beria-ria dalam kesesakannya, yaitu: Pertama, Tuhan adalah Kekuatan, Jalan hidup yang ditentukan Allah bagi Daud sebagai

Mengenal Allah

Gambar
Mengenal Allah  Bacaan : Mazmur 28:6 Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku. Maz. 28 : 6 Saudara, ayat renungan kita hari ini diambil dari Mazmur 28:6. Isi ayat 6 ini adalah kata-kata pendek yang penuh  ucapan syukur kepada Allah karena Daud sungguh-sungguh mengenal siapa Allah yang ia sembah. Dalam doa ini, kita dapat meneladani setidaknya 2 sikap Daud, yaitu: 1. Bersyukur kepada Allah. Daud mengawali doanya dengan menaikkan puji syukur kepada Allah dengan mengatakan “Terpujilah Tuhan.” Ucapan syukur ini seakan-akan memberi kesan bahwa Daud memuji Allah karena permohonannya telah didengarkan. Akan tetapi, bukan demikian sebenarnya, ucapan syukur ini dinaikkan karena ia telah sungguh-sungguh mengenal dan mempercayai siapa Allah dan Penolong satu-satunya yang dapat ia andalkan. Oleh karena itu, seandainya pun doanya belum dijawab oleh Allah pada saat itu juga, ia akan tetap bersyukur. Pengenalan yang benar tentang siapa Allah akan menolong kita untuk

Peringatan Bagi Kita

Gambar
Peringatan Bagi Kita Bacaan : Mazmur 28:4-5 “Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka…,ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan  tangan mereka.” Mazmur 28:4 Mazmur 28:4-5 merupakan salah satu bagian dari doa Daud yang dikhususkan untuk orang-orang fasik yang melakukan kejahatan. Kejahatan orang-orang tersebut dijelaskan dalam ayat 5, yaitu mereka yang mengabaikan pekerjaan dan perbuatan tangan Tuhan. Setidaknya, ada tiga hal yang dapat kita pelajari dari doa Daud, yaitu: 1.Perkataan Daud bukanlah bahasa yang penuh kegeraman atau balas dendam. Daud tidak sedang mengutuki musuhnya dalam doa atau sedang melanggar prinsip kasih dalam mendoakan musuh. Akan tetapi, Daud hendak menunjukkan bahwa dia sangat tidak setuju dengan perbuatan musuh-musuhnya yang berlaku jahat. Daud mengetahui bahwa setiap perbuatan pasti akan ada ganjarannya, termasuk perbuatan jahat. Oleh karena itu, ia memohon kepada Allah supaya ia tidak terseret bersama-sama dengan mereka.  2.Daud mengungkapkan hasratnya un

Tuhan Yang Setia

Gambar
Tuhan Yang Setia Bacaan : Mazmur 28:3 Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan. Mazmur 28:3 Saudara, mazmur 28 merupakan doa seorang saleh yang sedang berada di dalam kesesakan.  Dan dari doa ini ada pelajaran penting yang bisa kita pelajari tentang kehidupan yaitu  “Jangan bergantung kepada manusia”. Di dalam ayat itu dikatakan “Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan”.  Saudara di dalam situasi-situasi sulit, sering kita bertemu dengan orang-orang yang menawarkan bantuan kepada kita. Dari antara mereka ada yang tulus, tapi mungkin juga ada yang tidak tulus. Terkadang kita juga bertemu dengan orang-orang yang ingin mengambil keuntungan dari kesulitan kita. Mereka berpura-pura baik dan berhasil membuat kita percaya dengan

KERINDUAN HATI ORANG PERCAYA

Gambar
Kerinduan Hati Orang Percaya Mazmur 27:4 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Mazmur 23:3. Saudara, pemazmur menyampaikan kerinduan hatinya dan keinginan hatinya. Apa yang ia inginkan bukanlah kekayaan, kedudukan atau kenyamanan duniawi. Melalui ayat ini, Daud menyatakan 2 kerinduan hatinya, yaitu diam di rumah Tuhan seumur hidupnya. Apakah sebenarnya yang membuat Daud ingin tinggal diam di rumah Tuhan? 1. Menyaksikan kemurahan Tuhan. Sebagai seorang prajurit yang mengenal peperangan, Daud paham terhadap bahaya yang mengancam dan dapat membuatnya kehilangan nyawa. Tapi ia merasakan sendiri tangan Tuhan yang telah melindunginya pada waktu bahaya, menyembunyikan dan mengangkatnya ke atas gunung batu sehingga ia terhindar dari musuh-musuhnya. Inilah bentuk dari kemurahan Tuhan yang ia rasakan dan membuatnya ingin tetap tinggal di ru

Tuhan Penolongku

Gambar
TUHAN PENOLONGKU TUHAN PENOLONGKU Mazmur 28:2 “Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.” Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan sebelum kita mulai beraktifitas. Dan Firman Tuhan pagi hari ini terambil dari Mazmur 28:2. Saudara dalam ayat ini ada dua kebenaran yang diungkapkan Daud dalam doanya kepada Allah. Di dalam doa Daud ini, kita dapat belajar bahwa ada dua tindakan yang dapat kita lakukan ketika kita berhadapan dengan masalah kehidupan, yaitu :  Pertama, Menaikan doa permohonan kepada Tuhan. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah menaikan doa permohonan kepada Tuhan. Dikatakan di dalam ayat ini “dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong.”. Saudara, seringkali dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, kita terlalu bergantung dengan kemampuan kita. Baik itu pengalaman, pendidikan,

Kerinduan pada Suara Tuhan

Gambar
Kerinduan pada Suara Tuhan Mazmur 28:1 “Kepada-Mu ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun kedalam liang kubur.” Mazmur 28:1 Shalom saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam kasih dan lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Maz. 28:1. Dalam bagian awal dari perikop ini, Daud menyampaikan mazmur yang berisi doanya pada saat berada dalam kesesakan. Ada 2 hal yang sedang ia sampaikan di sini: 1. Ia memohon belas kasihan Tuhan. Permohonan ini disampaikan dengan kalimat, “Ya Tuhan, gunung batuku, aku berseru”. Hal ini mencerminkan keyakinan akan kuasa Tuhan dan kebergantungannya pada kuasa itu. Dalam menyampaikan doanya, Daud sangat bersugguh-sungguh seperti orang yang akan tenggelam jika tidak ditolong. 2. Ia meminta jawaban Tuhan. Selanjutnya, kita dap

Nantikanlah Tuhan!

Gambar
Nantikanlah Tuhan! Maz. 27 : 14 Saudara, ketika kehidupan tidak berjalan seperti yang kita harapkan, bagaimana respon hati kita? Mengeluh? Bersyukur tetapi tidak sepenuhnya percaya bahwa Allah tetap pegang kendali? Daud memberikan teladan sikap yang “tidak biasa” ketika musuh-musuhnya sedang mengincar nyawanya. Sebab, ia tetap memilih untuk menantikan (Ibr. Qavah, berharap) Tuhan. Dalam kehidupan orang percaya, “menanti-nantikan Tuhan”, dapat dilakukan dengan dua cara: 1. Memegang Janji-janji Allah! Daud menyerukan "nantikanlah Tuhan" melalui mazmur yang Dia ungkapkan bagi Allah dalam  seruan imannya. Saat itu, Daud masih diincar oleh musuhnya. Tetapi, imannya kepada Allah  tetap menjadikannya kuat. Bagaimana Daud tetap dapat memiliki iman yang kuat meskipun  dalam badai? Sebab Daud memegang teguh imannya kepada Allah! Menanti-nantikan  Tuhan   dapat berarti menjadi tetap dekat kepada Allah dan menjadi setia dalam  panggilanNya.   "Nantikanlah  Tuhan" adalah sebuah

Rahasia Kekuatan Daud

Gambar
Rahasia Kekuatan Daud Mazmur 27:13 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Mazmur 23:3.  Saudara, semua orang pasti pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya. Namun setiap orang pasti memiliki respon yang berbeda-beda pula. Ada yang berusaha untuk mengatasinya, ada yang pasrah, ada juga yang putus asa. Di dalam ayat yang kita baca, Daud memberikan teladan bahwa sebagai orang percaya kita harus tetap memiliki keyakinan pada Tuhan. Lalu, keyakinan seperti apakah yang membuat Daud tetap kuat menghadapi persoalan? Ia akan melihat kebaikan Tuhan.  Seringkali ketika kita diberkati dan berada dalam keadaan yang penuh berkat, kelimpahan dan sukacita, maka lebih mudah untuk berkata bahwa Tuhan itu baik dan janjiNya tidak berkesudahan. Tapi ketika kita berada dalam masa kegelapan dan kekelaman, masih mampukan kita bertahan dan tetap percaya akan kebaikanN

Perisai dan Perlindunganku

Gambar
Perisai dan Perlindunganku Mazmur 27:12 Shalom saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam kasih dan lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 27:12. Saudara dalam ayat ini, Daud mengungkapkan keberadaannya sebagai orang manusia yang lemah dan tidak berdaya tanpa adanya pertolongan Tuhan. Setidaknya ada 2 hal yang dapat kita pelajari ketika membaca ayat ini: 1. Selalu ada orang yang memusuhi kita. Sebagai orang percaya yang hidup di tengah-tengah dunia ini, maka otomatis akan ada banyak  orang yang tidak menyukai kita. Karena orang yang tidak mengenal Tuhan akan berfokus pada segala hal dari duna ini, terutama kesenangan dan kebahagiaan duniawi. Mereka akan membenci kita karena berbeda dengan mereka. Orang yang tidak mengenal Tuhan akan memusuhi orang yang jujur, mau memaafkan atau tidak curangdan sebagainya. Hal ini sama dangan apa yang dikatakan oleh Y

TUHAN PENUNTUNKU

Gambar
TUHAN PENUNTUNKU Mazmur 27:11 “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.”   Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Firman Tuhan pagi hari ini terambil dari Mazmur 27:11. Saudara dari ayat yang baru saja kita baca, maka kita bisa melihat dua hal yang didoakan oleh Daud,  yaitu :  Pertama, Berdoa agar Tuhan Menunjukkan JalanNya Daud berkata “Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN !”, dengan kata lain Pemzamur ingin agar Tuhan menunjukkan jalan Tuhan kepadanya. Daud percaya bahwa meskipun ia sudah memiliki banyak pengalaman hidup, tapi Daud menyadari bahwa pengalaman-pengalaman tersebut tidak dapat membuat dia mengetahui jalan hidup yang benar, yaitu jalan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Saudara,  tantangan terbesar pada saat kita akan menjalani hidup ini adalah kita berpikir bahwa kita sudah mengetahui jalan ya

MENCARI WAJAHNYA

Gambar
MENCARI WAJAHNYA Mazmur 27:7-10“Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN… Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.”  Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life. Dan pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Dan Firman Tuhan pagi hari ini terambil dari Mazmur 27:7-10 di dalam ayat ini pemazmur memberikan dua hal yang harus  kita lakukan sebagai orang percaya.  Pertama, mendengarkan Tuhan Berbicara Di dalam ayat 8, Allah berkata “carilah wajahku”.  Ini bukan hanya ajakan tapi juga suatu perintah agar pemazmur mencari wajah Tuhan. Ia menginginkan kita untuk mencari wajahNya. Seringkali kesibukan kita, baik ditempat kerja mengurus rumah, merawat anak, dan maupun pelayanan di gereja, menye

Kerinduan Hati Orang Percaya

Gambar
Kerinduan Hati Orang Percaya Mazmur 27:4 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Mazmur 23:3. Saudara, pemazmur menyampaikan kerinduan hatinya dan keinginan hatinya. Apa yang ia inginkan bukanlah kekayaan, kedudukan atau kenyamanan duniawi. Melalui ayat ini, Daud menyatakan 2 kerinduan hatinya, yaitu diam di rumah Tuhan seumur hidupnya. Apakah sebenarnya yang membuat Daud ingin tinggal diam di rumah Tuhan? 1. Menyaksikan kemurahan Tuhan. Sebagai seorang prajurit yang mengenal peperangan, Daud paham terhadap bahaya yang mengancam dan dapat membuatnya kehilangan nyawa. Tapi ia merasakan sendiri tangan Tuhan yang telah melindunginya pada waktu bahaya, menyembunyikan dan mengangkatnya ke atas gunung batu sehingga ia terhindar dari musuh-musuhnya. Inilah bentuk dari kemurahan Tuhan yang ia rasakan dan membuatnya ingin tetap tinggal di ruma

AKU MAU

Gambar
Aku Mau… Mazmur 27: 6 Shallom saudara yang terkasih.. Bagaimana kabar saudara hari ini? Semoga kasih dan anugerah Allah senantiasa menaungi kita semua. Hari ini kita akan melanjutkan perenungan dalam Maz. 27. Dan hari ini akan difokuskan pada ay. 6. Pada ay. 6 kita dapat melihat, meskipun Daud memiliki segalanya dan merupakan seseorang yang dipilih Allah. Namun, apa yang menadi kesukaannya berasal dari Allah. Dan kesukaannya tersebut adalah: Pertama, Aku mau mempersembahkan korban ( ay. 6b ), Hal pertama yang disukai daud meskipun ia ada dalam kesesakan adalah mempersembahkan korban bakaran. Hal ini dilakukan sebagai sebuah tindakan iman yang mengungkapkan rasa syukur Daud atas kemurahan Allah. Sebagai orang percaya, ketika berhadapan dengan kesesakan hidup maka marilah kita mempersembahkan korban melalui do, puasa, atau membawa ucapan syukur ke dalam hadirat Tuhan. Kedua, Aku mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan ( ay. 6c ),  Setelah mempersembahkan korban, Daud memiliki keinginan unt

AMAN BERSAMAMU, TUHAN

Gambar
AMAN BERSAMAMU, TUHAN Mazmur 27 : 5 Shallom… Apa kabar saudara? Kiranya kasih dan anugerah Allah senantiasa menaungi saudara sekalian. Hari ini, kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan dalam  Maz.  27: 5.  Mazmur 27: 5 merupakan kelanjutan ay. 4 yang berisi seruan kerinduan Daud akan tempat kediaman Tuhan. Daud mengajukkan permohonan sebab ia tahu bahwa dengan diam di rumah Tuhan maka Daud akan memperoleh tiga hal. Tiga hal yang akan diperoleh ketika kita diam di rumah Tuhan adalah:  Pertama, kita akan memperoleh perlindunganNya (ay. 5a).  Alkitab versi the message menggambarkan “pondokNya…” sebagai secure place in a noisy world. Atau sebuah tempat perlindungan yang memberikan rasa aman, penuh kedamaian dan ketenangan dalam dunia yang bising dan penuh dengan bahaya. Daud menuliskan demikian sebab Bait Allah adalah tempat yang dibangun Daud dengan tujuan untuk berjumpa dengan Allah. Dan perjumpaan ilahi inilah yang memberikan perlindungan dan rasa aman dalam diri Daud. Deng

TETAP KUAT

Gambar
Tetap Kuat  Mazmur 27:2-3 Shalom saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam kasih dan lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 27:2-3. Saudara, jika kita melihat keadaaan di dunia ini, mungkin kita pernah berpikir bahwa kita selalu berada dalam ancaman. Karena memang tidak ada tempat yang benar-benar aman di muka bumi ini. Walaupun kita bersembunyi di setiap sudut bumi sekalipun, tetap saja bahaya dapat mengancam di sana. Dalam ayat ini, Daud menyatakan bahwa ada banyak tantangan yang datang dari mana saja yang mungkin terjadi dalam kehidupan orang percaya. Tetapi, ia menunjukkan dua sikap yang harus kita miliki dalam menghadapi hal tersebut: 1. Tidak takut. Hal ini ditunjukkan dengan menyerukan kemenangan atas lawan-lawannya yang sudah dikalahkan. Pada saat itu, Daud sedang menghadapi musuh-musuh yang siap menyerang dan memakan dagingnya. Mereka benar-benar mengi

HIDUP BERSAMA ALLAH

Gambar
HIDUP BERSAMA ALLAH  Mazmur 23:6“ Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa..” Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life.   Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Saudara yang dikasih  renungan kita  akan didasarkan pada kitab Mazmur 23:1. Dan pagi ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 23:1, “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.”.  Berdasarkan ayat ini maka ada dua hal yang ada dua hal yang akan kita alami jika kita mau mengikuti bimbingan Tuhan.  Pertama, dipenuhi dengan Kebajikan dan kemurahan Allah  Pemazmur menulis “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku,“. Saudara   ketika kita mengikuti Tuhan  maka Tuhan akan menganugerahkan kita ke

KETENANGAN DITENGAH KESESAKAN

Gambar
Ketenangan ditengah kesesakan Mazmur 23:5 Dalam ayat ini, Daud sedang menggambarkan kehidupan orang percaya tidak selamanya berada di padang rumput hijau dan di air yang tenang. Meskipun demikian, sebagai orang percaya kita harus tetap yakin bahwa Tuhan tetaplah Gembala yang baik bagi kita. Melalui ayat ini, Daud menyatakan bahwa Allah menyediakan ketenangan ditengah kesesakan.  Saudara, Daud menggambarkan penyertaan Allah dengan kalimat “Engkau menyediakan hidangan bagiku, dihadapan lawanku”. Pada saat itu, Daud dan pasukannya sedang menghadapi perang dan mereka harus terus berjaga. Sehingga mustahil bagi mereka untuk menikmati makanan lezat dihadapan musuh yang sedang menanti untuk menghancurkan mereka. Jangankan untuk makan, untuk mendapatkan rasa aman saja merupakan hal yang mustahil bagi mereka. Tetapi ditengah-tengah kesesakan itu, Daud memiliki keyakinan tentang rasa aman di bawah perlindungan sang Gembala. Ia merasakan ketenangan dalam jiwanya dan tetap dapat menikmati setiap b

GEMBALA YANG BAIK

Gambar
Gembala yang baik Mazmur 23:1 “Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. “ Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life.   Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Saudara yang dikasih di dalam bulan oktober ini,  renungan spiritual life  akan didasarkan pada kitab Mazmur. Dan pagi ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 23:1.Saudara ada dua hal yang kita bisa pelajari dari kedua ayat ini, yaitu :  Pertama, Tuhan adalah gembala yang baik Di dalam Ayat ini, Daud mengatakan jika “Tuhan adalah gembala yang baik”, Daud menghabiskan masa remajanya sebagai seorang gembala. Daud biasa mengembalakan kambing domba milik ayahnya. Karena itu, Daud mengetahui dengan jelas bahwa ada gembala yang baik dan ada gembala yang jahat.  Gembala yang baik sangat mengasihi domba-dombanya, ia akan merawat, memberi ma

JANGAN TAKUT!

Gambar
JANGAN TAKUT! MAZMUR 23: 4 Shallom… Apa kabar saudara? Kiranya kasih dan anugerah Allah senantiasa menaungi saudara sekalian. Hari ini, kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan tentang gembala yang baik dalam Maz. 23: 4.  Pada saat Daud menulis Mazmur 23 : 4, ia sedang berada dalam masa dimana musuhnya mengincar nyawanya. Kondisi ini mendorong Daud untuk merenungkan dua janji Allah dalam masa – masa sulit. Janji-janji tersebut adalah:  1) Janji Penyertaan Tuhan Melalui  kalimat  “Sekalipun  aku  berjalan  dalam  lembah  kekelaman,   aku   tidak  takut bahaya,..  ”  ( Maz.  23 : 3a ) kita  dapat  melihat  bahwa  meskipun  rasa  takut  berusaha menguasai   batin   Daud   oleh  sebab  kematian  karena  musuh-musuhnya,  tetapi   Daud berhasil  melawan  rasa  takut  tersebut.  Dengan  cara  Daud memegang janji penyertaan Tuhan.  Dan  ia  menyerukan  imannya  melalui  kalimat, “…sebab Engkau besertaku.” Daud begitu  yakin  akan  penyertaan  Tuhan  sebab  melalui  pengalaman-penga

BIMBINGAN SANG GEMBALA

Gambar
Bimbingan sang Gembala Mazmur 23:3 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Ayat perenungan kita terambil dari Mazmur 23:3. Saudara, melalui ayat ini bimbingan Ilahi yang menyertai orang percaya digambarkan dengan kalimat “Ia menuntun aku di jalan yang benar”. Di jalan tersebut, Allah mengajar kita melalui FirmanNya. Ini adalah jalan di mana orang percaya dibimbing dan dipelihara. Bibingan Allah tersebut dapat dibuktikan dengan tindakannya, yaitu:  1. Allah mengingatkan. Domba merupakan hewan yang mudah tersesat, dan sulit untuk menemukan jalan untuk kembali pulang. Hal ini sama seperti kita, sebagai manusia kita cenderung mudah tersesat seperti domba. Kadang kita hilang arah atau berbelok ke arah yang salah. Tetapi dalam ayat ini Daud menunjukkan bahwa Allah dengan lemah lembut selalu menuntun kita kembali ke jalan yang benar. 2. Allah memulihkan. Allah tidak hanya menuntun ki

PERLINDUNGAN GEMBALA

Gambar
Perlindungan Gembala Mazmur 23:2 Shalom saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam kasih dan lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 23:2. Dalam ayat ini, raja Daud mendapati bahwa pemeliharaaan sejati bagi orang benar hanya berasal dari Allah. Kita akan melihat 2 bentuk pemeliharaan Allah bagi domba-dombanya yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu: 1. Allah memberikan ketenangan. Dalam ayat  ini, pemazmur menggunakan ungkapan “Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau”. Artinya bahwa Allah memberikan dukungan, penghiburan, berkat bahkan ketenangan jiwa bagi orang benar. Bagi orang benar, mereka dapat mengecap kebaikan Allah setiap hari meskipun apa yang mereka miliki di dunia hanya sedikit. Jiwa mereka berdiam dengan tenang di dalam Allah dan itulah yang disebut sebagai padang yang berumput hijau. 2. Allah membimbing dan menuntun. Air tenang yang ada d