Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

AKHIR JALAN ORANG FASIK

Gambar
Akhir Jalan Orang Fasik Mzm. 1:5 Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Senang rasanya kembali kita bertemu di program spiritual life yang akan bersama mengajar kita belajar lebih dalam satu bagian dari Firman Tuhan.  Hari ini Firman Tuhan terambil dari Mazmur 1:5. Pagi ini kita akan belajar mengenai akhir perjalanan orang fasik.  Dalam ayat ini mungkin yang menjadi pertanyaan terbesar adalah "penghakiman" seperti apa yang akan diterima orang fasik?  Penghakiman yang dimaksud saya simpulkan menjadi 2 bagian yaitu penghakiman dunia (komunitas masyarakat) dan penghakiman Allah.  Orang fasik biasanya melakukan perbuatan curang, maka ia tidak akan tahan dengan penghakiman dunia akan perbuatannya sendiri (dijatuhi hukuman, dikucilkan, dsb).  Penghakiman Allah (lih ayat 6 kata terakhir), ini akan datang kepada orang fasik atas perbuatan mereka pada hari penghakiman dan bersifat kekal.  Ini juga didukunh oleh seorang tokoh bernama Anderson yang mengatakan bahwa kata "

JALAN HIDUP MANUSIA

Gambar
JALAN HIDUP MANUSIA Mazmur 1:6“Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.”  Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life.   Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenunghkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Dan Firman Tuhan pagi hari ini terambil dari Mazmur 1:6 “sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.  Saudara,” di dalam ayat ini pemazmur memberikan perbandingan antara jalan orang benar dan jalan orang fasik.  Ada dua hal yang bisa kita lihat dari perbandingan tersebut, yaitu :  Pertama, Jalan orang benar dikenali Tuhan  Hal pertama bisa kita lihat dari perbandingan tersbut adalah “jalan orang benar dikenali Tuhan”. Di dalam ayat ini dikatakan “Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar”.  Kata kenali di sini, dalam teks asli berasal dari kata “yada” yang memiliki arti “ mengenali, megawasi ata

CARA HIDUP ORANG BENAR

Gambar
Cara Hidup Orang Benar Mazmur 1 :1 “ Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, ”               Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life .    Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Saudara yang dikasih di dalam bulan oktober ini,   renungan spiritual life   akan didasarkan pada kitab Mazmur. Dan pagi ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang diambil dari Mazmur 1:1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,”.   Saudara, di dalam ayat ini pemazmur menjelaskan tentang ciri-ciri orang saleh atau orang benar, khususnya bagaimana mereka menjaga hidupnya. Ada tiga langkah yang dilakukan orang saleh d

ORANG YANG FASIK

Gambar
ORANG YANG FASIK Maz. 1 : 4 Shallom… apa kabar saudara?  Semoga kasih dan anugerah Allah senantiasa menaungi kita semua. Hari ini kita akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan dalam Maz. 1: 4. Dari ayat ini kita dapat mempelajari dua ciri dari orang fasik, yaitu: Pertama, tidak memiliki ukuran hidup yang jelas. Pemazmur menggambarkan orang fasik sebagai orang percaya yang memiliki kehidupan tanpa standard yang jelas. Mereka adalah orang-orang yang mengabaikan prinsip-prinsip kebenaran Firman Tuhan dan hidup sesuka hati mereka. Orang fasik memiliki pandangan hidup yang mereka anggap benar, tanpa bisa menerima koreksi dari orang lain bahkan dari Firman Tuhan. Selain itu, mereka seperti orang yang saleh tetapi memiliki hidup yang jauh dari Tuhan dan semua kebenaran-kebenaranNya.  Sedangkan, anak-anak Tuhan seharusnya membangun hidup dalam Roh. Yaitu, suatu kehidupan dimana semua keputusan hidup, tingkah laku dan perkataan kita didasari kebenaran firman Tuhan. Dan dengan menjadikan Firman T

KEBAHAGIAAN SEJATI

Gambar
KEBAHAGIAAN SEJATI Mazmur 1:3 Shalom, selamat pagi saudara terkasih. Puji Tuhan kita kembali bertemu dalam program Spiritual Life. Hari ini kita kembali akan merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 1:3. Saudara, ayat ini berisi jaminan kebahagiaan yang diberikan kepada orang yang hidupnya saleh. Menurut Pemazmur, orang yang telah mempraktekkan dua ayat sebelumnya yaitu orang yang berjalan dalam kehendak Allah yang kesukaannya ialah merenungkan dan melakukan FirmanNya, akan hidup bahagia. Kemudian, selanjutnya kita akan melihat apa saja berkat-berkat yang akan diterima oleh orang yang hidupnya benar? 1. Ditempatkan ditepi aliran sungai. Aliran sungai dalam ayat ini menggambarkan sarana dari anugerah Allah. Dari sungai-sungai ini, orang saleh menerima persediaan kekuatan dan tenaga yang melimpah-limpah. Sehingga ia seperti sebuah pohon, yang tumbuh subur, tidak layu bahkan menghasilkan buah di dalam Tuhan. 2. Menghasilkan buah. Orang-orang yang menikmati segala belas kasih

MENCINTAI DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN

Gambar
MENCINTAI DAN MERENUNGKAN FIRMAN TUHAN Mazmur 1:2 Shalom saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Mazmur 1:2. Dalam ayat ini, pemazmur sedang menyampaikan sifat dan keadaan orang saleh. Pemazmur menyebutkan ciri-ciri dari orang saleh, yaitu: 1. Kesukaannya ialah Taurat Tuhan. Artinya, seseorang yang menyukai Firman Tuhan akan merasa bersuka di dalamnya, walaupun mungkin Firman Tuhan sedang berbicara mengenai hukum atau larangan yang tidak mengenakkan. Tetapi karena itu adalah Firman Allah yang kudus, adil dan baik maka ia pun tetap bersuka di dalam baitnya. Seseorang yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan pasti merasakan kesukaan dalam batinnya karena ia menyadari bahwa itulah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan di dalam Dia. 2. Merenungkan Taurat itu siang dan malam. Merenungkan Firman Tuhan berarti bercakap-cakap dengan di

PENGAJAR YANG BENAR

Gambar
Pengajar yang Benar Matius 7: 28-29 : “Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya,   sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. ”           Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life .    Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenungkan   Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Saudara, ayat yang menjadi renungan kita pada pagi hari ini diambil dari Matius 7:28-29.             Saudara yang dikasihi dalam Tuhan, di dalam ayat-ayat yang baru saja kita baca,   dikatakan bahwa orang-orang yang mendengar Kristus berkhotbah menjadi takjub. Sebab ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli taurat dan orang farisi.   Lalu dalam hal apa pengajaran Kristus berbeda dari ahli taurat.   Ada dua perbedaan antara ajaran Kristus dan ahli Taurat, yaitu: Pertama

SEPENUH HATI

Gambar
SEPENUH HATI MAT. 7:26-27 Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan, kita berjumpa kembali dalam program spiritual life.  Program yang pastinya akan mengajar kita bersama belajar lebih dalam satu bagian Firman Tuhan.  Masih melanjutkan hari sebelumnya tentang dua macam dasar, hari ini kita akan membahas Injil Matius 7:26-27. Ayat ini merupakan sebuah kesatuan dari ayat 24-27.  Satu bagian dengan konteks penutup khotbah di bukit Tuhan Yesus atau menjadi sebuah kesimpulan.  Tuhan Yesus menutupnya dengan sebuah perkataan yang menjadi peringatan sekaligus penghiburan.  Ia menginginkan setiap orang yang sudah mengikuti dan mendengarkan setiap perkataannya tidak berhenti sampai disitu.  Ia menginginkan mereka tidak sampai level pendengar namun menjadi pelaku Firman dengan sepenuh hati.  Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan dua macam dasar membangun rumah untuk menggambarkan orang yang sepenuh hati dan tidak. Bagian yang kita bahas hari ini adalah orang yang membangun rumah dengan fonda

ORANG YANG BIJAKSANA

Gambar
ORANG YANG BIJAKSANA Matius 7 : 24-25 Shallom.. Apa kabar saudara? Kiranya kasih dan kemurahan Allah senantiasa menaungi saudara semua. Hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang akan melanjutkan khotbah di bukit tentang dua macam dasar dalam Mat. 7: 24-25.  Firman Tuhan dalam Mat. 7 : 24-25, merupakan ajaran Yesus berkaitan dengan dasar membangun kehidupan rohani. Perumpamaan ini menggunakan ilustrasi orang yang bijaksana dan orang yang bodoh sebagai gambaran dasar kehidupan rohani orang-orang percaya. Dan hari ini kita akan belajar dua cara dari orang yang bijaksana saat membangun kehidupan rohaninya: Pertama, orang yang bijaksana membaca Firman Tuhan. Dalam perumpamaan tentang orang yang membangun rumah, Yesus menggambarkan orang yang bijaksana sebagai seseorang yang membangun diatas dasar batu karang yang teguh. Dan apabila kita membaca kisah ini dalam Lukas, maka kita akan mendapatkan detail tentang hal-hal yang dilakukan oleh orang yang bijaksana saat memb

KESALEHAN HIDUP

Gambar
KESALEHAN HIDUP Matius 7:22-23 Selamat Pagi saudara, bertemu kembali dalam program Spiritual Life. Hari ini kita kembali akan merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Matius 7:22-23. Ayat ini berisi penolakan terhadap orang yang berseru “Tuhan, Tuhan…”Di sini, Allah sebagai Hakim Agung akan menolak seruan ini secara terbuka. Oleh sebab itu, marilah kita melihat 2 cara mempraktekkan kesalehan hidup: 1. Tulus/ Tidak Munafik Karena mereka adalah pembuat kejahatan. Perhatikanlah, seseorang bisa saja terlihat sebagai orang yang saleh, tetapi sebenarnya ia seorang pembuat kejahatan. Mereka bisa saja memiliki dosa-dosa tersembunyi di balik kebaikan atau kesalehan hidupnya. Dan orang-orang seperti inilah yang akan ditolak oleh Allah. Cara penolakan itu disampaikan dengan kalimat “Aku tidak pernah mengenal kamu!” Hal ini mengisyaratkan bahwa jika Ia memang pernah mengenal mereka. Sebagai Tuhan yang mengenal siapa kepunyaan-Nya, maka Ia pasti akan mengenal, mengakui, dan mengasihi

SIAPAKAH YANG PANTAS MASUK KERAJAAN SORGA?

Gambar
SIAPAKAH YANG PANTAS MASUK KERAJAAN SORGA? Matius 7:21 Shalom, saudara yang terkasih dalam Tuhan. Bagaimana kabar saudara? Saya percaya kita semua tetap berada dalam lindungan Tuhan. Pagi ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari Matius 7:21, mari kita baca bersama-sama. Saudara, tujuan dari ayat ini adalah Yesus ingin menunjukkan pentingnya ketaatan terhadap perintah-perintah Kristus. Di sini Yesus menunjukkan fakta siapakah yang pantas masuk ke dalam kerajaan Sorga! 1. Bukan orang yang hanya berseru “Tuhan, Tuhan.” Orang yang dimaksudkan di sini adalah: orang yang mengakui Tuhan hanya dengan mulutnya saja; orang yang menaikkan pujian atas nama Tuhan tetapi tidak dengan kesungguhan hati pada Allah; atau orang yang menaikkan doa pada Tuhan pada saat ia memerlukan sesuatu saja. Orang-orang yang seperti ini tidak lebih dari pada gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Artinya, mereka hanya dapat berbicara banyak tanpa ada bukti apa-apa. Hal

AJARAN YANG BENAR

Gambar
AJARAN YANG BENAR Matius 7: 18-20   “Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.“               Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life .    Dan Pagi hari ini kita akan kembali merenunghkan Firman Tuhan, sebelum kita mulai beraktifitas. Renungan kita pagi ini akan membahas tentang hubungan antara pengajaran yang sehat dan priliku kita sehari-hari.   Dan pagi hari ini ayat yang menjadi renungan kita diambil dari Matius 7:18-20.   Saudara yang di kasihi Tuhan, dari dua ayat yang menjadi dasar perenungan kita ini maka ada   dua hal yang bisa kita pelajari tentang hubungan antara prilaku kita dan ajaran yang benar.   Pertama, ajaran yang benar mengha

Ajaran dan Kesalehan

Gambar
Ajaran dan Kesalehan Matius 7: 16-17   “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.“           Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life .    Dan Pagi hari ini kita akan kembali melanjutkan renungan kita sebelum kita mulai beraktifitas. Renungan kita pagi hari ini masih membahas hal pengajaran sesat dan pagi hari ini ayat yang menjadi renungan kita diambil dari Matius 7:16-17           Saudara yang di kasihi Tuhan, dari dua ayat yang menjadi dasar perenungan kita ini maka ada   dua hal yang bisa kita lakukan mengenal suatu ajaran, yaitu : Pertama, Kenali Ajaran Mereka Tentang Kesalehan Hidup           Hal pertama yang harus kita lakukan untuk mengenali para pengajar sesaat

WASPADA TERHADAP KESESATAN

Gambar
Waspada Terhadap Kesesatan Mat. 7:15 Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan.  Berjumpa kembali kita dalam program spiritual life yang akan bersama mengajar kita lebih dalam satu bagian dari Firman Tuhan.  Hari ini kita akan belajar dari Injil Matius 7:5 tentang hal pengajaran sesat. Sebuah kisah Yunani, menceritakan penduduk kota menemukan seekor patung kuda di luar pintu gerbang kota lalu membawanya masuk tanpa mengetahui bahwa di dalam patung itu bersembunyi pasukan musuh bersenjata lengkap.  Demikianlah akhirnya kota Troya jatuh ke tangan musuh.  Ini menjadi contoh bagaimana musuh dapat bersembunyi dan tidak diketahui sudah ada di dalam kotanya sendiri.  Melihat cerita tersebut, inilah juga yang menjadi pengajaran Tuhan Yesus mengenai hal pengajaran sesat.  Tuhan Yesus sedang mengingatkan kepada jemaat memakai analogi serigala dan domba.  Apabila serigala sudah berbahaya bagi domba, terlebih serigala yang memakai pakaian domba dan ada dalam kawanan domba.  Ia tidak akan ga

MELAKUKAN KEBENARAN

Gambar
MELAKUKAN KEBENARAN Matius 7:12 Selamat pagi saudara yang terkasih dalam Tuhan. Puji Tuhan hari ini kita kembali berjumpa dalam program spiritual life, dimana kita akan bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Hari ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang terambil dari Matius 7:12. Renungan kita hari ini masuk ke dalam bagian perikop “jalan yang benar”. Saudara, dalam bagian ayat yang telah kita baca hari ini, Tuhan Yesus menekankan kepada kita satu hal mengenai melakukan kebenaran terhadap sesama. Dan ini merupakan sebuah hal mendasar dari ibadah sejati. Dalam ayat 12, dijelaskan agar kita menjadikan kebenaran sebagai panduan hidup kita. Jadikanlah hal ini sebagai prinsip hidup kita “ perbuatlah kepada orang lain seperti yang kita kehendaki mereka perbuat kepada kita”. Dan bagian ini merupakan landasan untuk bisa mematuhi perintah Tuhan dalam bagian sebelumnya (cth: hal menghakimi).  Jika kita tidak ingin dihakimi, maka jangan menghakimi. Kita tidak dapat berharap akan mene

PILIHAN YANG TAK TERELAKKAN

Gambar
PILIHAN YANG TAK TERELAKKAN Matius 7 : 13-14 Shallom saudara.. Bagaimana kabar saudara hari ini? Kiranya kasih dan anugerah Allah senantiasa menaungi saudara dan saya. Hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang diambil dari Matius 7 : 13-14. Saudara, tidak ada orang yang senang diperhadapkan dengan pilihan. Hampir semua orang segan dihadapkan kepada keharusan memilih. Tapi, melalui Mat. 7 : 13-14 Yesus memperhadapkan kita pada dua pilihan yaitu:  Pertama, jalan yang lebar.  Jalan yang lebar adalah jalan yang mudah dilalui karena memiliki ruang gerak yang luas. Pada jalan ini, orang bertindak sesuka hati tanpa batasan moral menjadi lebih luas, sikap cinta pada diri sendiri, kemunafikan, ambisi yang palsu dan keinginan mencari-cari kekurangan orang lain menjadi karakter buruk yang berkembang dengan sendirinya. Banyak orang dapat melalui pintu ini sebab untuk melalui jalan ini seseorang tidak perlu meninggalkan apapun, bahkan semua kesenangan duniawi, dosa-dosa, ke

Apa yang Dibuat Tuhan, itu Baik

Gambar
Apa yang Dibuat Tuhan, itu Baik Matius 7:9-11 Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih dalam Tuhan. Puji Tuhan jika hari ini kita dapat bertemu kembali dalam program spiritual life untuk bersama-sama merenungkan Firman Tuhan. Perenungan kita hari ini terambil dari Matius 7:9-11, yang masih melanjutkan pembahasan kemarin mengenai hal pengabulan doa. Dalam ayat ini, Yesus ingin menekankan kebaikan Allah sebagai Bapa yang memberikan permintaan yang diminta oleh anaknya. Jika demikian, lalu apakah semua yang didoakan oleh orang percaya pasti akan terkabul? Tentu saja tidak semua keinginan yang terpikirkan oleh manusia akan dipenuhi oleh Allah. Untuk itu dalam hal ini, Yesus memberikan 2 batasan yang harus diingat, yaitu: 1. Bapa hanya memenuhi kebutuhan kita. Dalam ayat ini, diberikan batasan yang jelas bahwa apa saja yang akan diberikan Bapa di surga kepada anak-anak-Nya adalah “kebutuhan,” bukan segala keinginan. Dalam ilustrasi yang diberikan oleh Tuhan Yesus, roti dan ikan merupaka

Doa Permohonan

Gambar
Doa Permohonan   Matius 7: 7- 8:   “ Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan."            Shalom, selamat pagi saudara yang dikasihi Tuhan. Saya senang hari ini bisa kembali menyapa saudara dalam acara renungan pagi Spiritual Life .   Dan Pagi hari ini kita akan kembali melanjutkan renungan kita sebelum kita mulai beraktifitas. Renungan kita pagi hari ini masih membahas tentang Doa Permohonan dan pagi hari ini ayat yang menjadi renungan kita diambil dari Matius 7:7-8.           Saudara yang di kasihi Tuhan, dari dua ayat yang menjadi dasar perenungan kita ini maka ada tiga hal yang bisa kita pelajari tentang tiga sikap batin ketika memanjatkan   doa permohonan kepada Tuhan. Pertama, Dengan Kerendahan Hati           Hal pertama yang kita pelajari dari ayat ini