Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2020

Berserah Pada Allah Saja

Gambar
Kamis, 31 Desember 2020* Berserah Pada Allah Saja Bacaan : Amsal 27 : 1-2 Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. Ams. 27: 1   Dalam terjemahan Alkitab versi the message amsal 27: 1a dituliskan, “ Jangan sambarangan mengumumkan apa yang akan kita lakukan besok;…” Penulis Amsal memberikan peringatan kepada kita agar bertindak bijaksana ketika akan memberitahukan rencana yang telah kita buat untuk hari-hari yang akan datang kepada orang lain. Sebab, dengan memberitahukan rencana kita dengan sikap sombong/terlalu membanggakan atau bahkan membual (terlalu membesar- besarkan), kita sedang bersikap ceroboh.  Mengapa penulis amsal memberikan peringatan seperti itu? Sebab, “…engkau tidak tahu (ibr. Yada, mengenal, mengetahui dengan sunggun-sungguh) apa yang akan terjadi hari itu (ay. 1b). Manusia tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Sama seperti ketika virus covid-19 merenggut nyawa banyak orang,

Rajin dan Berhikmat

Gambar
Rabu, 30 Desember 2020 Rajin dan Berhikmat Bacaan : Amsal 21:5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan,… Amsal 21 : 5a Saudara berdasarkan ayat yang kita baca hari ini penulis amsal memberikan penjelasan mengenai 2 tipe orang dalam menjalani pekerjaan: 1. Orang yang rajin. Yang dimaksudkan oleh penulis Amsal di sini adalah jika kita ingin hidup berkecukupan maka kita harus rajin bekerja dan tidak patah semangat dalam menghadapi berbagai masalah dalam pekerjaan. Dengan kata lain, kita juga harus melakukan apa yang bisa kita lakukan dengan sekuat tenaga, apapun jenis pekerjaan kita. Kita harus sungguh-sungguh dan berhati-hati, sehingga hasil dari pekerjaan kita pun berkualitas. Kemudian selain bersikap rajin, kita juga harus memiliki rencana dalam bekerja. Rancangan tersebut akan membantu kita lebih hati-hati dan bijaksana dalam bertindak. Ingatlah saudara, bahwa orang yang rajin dan bijaksana akan selalu hidup berkecukupan. 2. Orang yang tergesa

Rancangan Tuhan

Gambar
Selasa, 29 Desember 2021 Rancangan Tuhan Amsal 19: 21-22 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana. Ams. 19: 21   Dalam perenungan akhir tahun ini, ayat perenungan kita hari ini terambil dari Amsal 19:21-22. Saudara berdasarkan ayat yang kita baca hari ini penulis amsal memberikan penjelasan mengenai rancangan: 1. Manusia berencana. Dalam ayat 21a dikatakan bahwa banyak rancangan di hati manusia. Manusia memang dikaruniai akal pikiran sehingga mampu merancang bahkan menciptakan banyak hal baru. Begitu pula dalam membuat rancangan bagi kehidupannya. Namun sayangnya, dari banyaknya rancangan yang ada tidak banyak rancangan yang dibuat dengan menyertakan kehendak Allah. Sehingga seringkali rancangan tersebut tidak sesuai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu marilah kita selalu menyertakan Allah dalam setiap rancangan yang kita buat, sehingga rancangan kita sesuai dengan kehendak Allah 2. Allah menentukan. Dari berbagai macam ran

Rencana Yang Terbaik

Gambar
Senin, 28 Desember 2020* Rencana yang terbaik Bacaan : Pengkhotbah 3:1-2 “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam” Pengkhotbah 3:1-2  Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, kita bertemu lagi dalam acara renungan pagi spiritual life. Saudara sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2021 dan meninggalkan tahun 2020. Karena itu di dalam minggu ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang membantu kita merefleksikan perjalanan hidup kita di tahun 2020, dan mempersiapkan kita secara spiritual untuk memasuki tahun 2021. Saudara ayat yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi hari ini terambil dari Pengkhotbah 3:1-2. Saudara di dalam ayat ini dikatakan bahwa Allah menata alam semesta berdasarkan waktu yang telah Dia tetapkan. Saudara sebagai makhluk yang diciptakan serupa dan segambar dengan Allah, kita juga adalah makhluk yan

Hati Yang Menyembah

Gambar
Sabtu, 26 Januari 2020 Hati Yang Menyembah Bacaan : Lukas 2:19-20 “… Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” Luk. 2 : 20 Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, kita bertemu lagi dalam acara spiritual life, dan ayat yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi hari ini terambil dari Lukas 2:19-20. Saudara di dalam ayat ini dikatakan bahwa para gembala itu kembali sambil memuliakan Allah, karena apa yang mereka temukan sama seperti yang disampaikan kepada mereka.  Saudara pada saat para gembala itu bertemu dengan Kristus, di dalam ayat 16 dikatakan bahwa bayi itu sedang terbaring di dalam palungan (bak makanan ternak). Tapi mereka tidak tergangu dengan situasi itu. Mereka datang untuk bertemu dengan Sang Mesias dan hal tersebut membuat mereka bersukacita. Penyembahan harusnya merupakan perjumpaan pribadi kita dengan Allah di d

Perjumpaan Dengan Sang Mesias

Gambar
Jumat, 25 Desember 2020 Perjumpaan Dengan Sang Mesias Bacaan : Lukas 2: 17-18 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.  Sukacita yang dialami para gembala sebab menemukan Sang Mesias (ay. 16), mendorong mereka untuk, “…memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang anak itu (ay. 17b).” Kata “memberitahukan” dalam bahasa yun. Gnorizo memiliki arti memberitakan/meya- kinkan. Para gembala memberitahu dan menyakinkan semua orang tentang apa yang disampai -kan malaikat dan bahwa mereka telah menemukan Sang Mesias dalam sebuah palungan sederhana di kandang domba.  Semua orang yang mendengar apa yang disampaikan oleh para gembala, menjadi heran (yun. thaumazo, merasa kagum, tercengang. ay. 18). Sebab, berita tentang kedatangan Sang Mesias memang telah banyak orang dengar melalui pengajaran para nabi. Tetapi, mereka belum mengetahui dengan pasti waktu dan cara kedatangan sang Mesias tersebut. Sehin

Iman Para Gembala

Gambar
Kamis, 24 Desember 2020 Iman Para Gembala Bacaan: Lukas 2: 15-16 …gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem…” Mat. 2: 15  Setelah malaikat-malaikat menyampaikan berita kesukaan kepada para gembala. Para gembala berkata seorang kepada yang lain, “Marilah kita pergi ke Bethlehem untuk melihat apa yang terjadi disana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita” (ay. 15). Kalimat “Marilah kita pergi ke Betlehem…” dalam bahasa yun. dierchomai memiliki arti “menjelajah Betlehem.” Menunjukkan bahwa tanpa menunda-nunda mereka bersegera menjelajah Bethlehem untuk menemukan keberadaan Sang Mesias. Mengapa mereka segera menjelajah Bethlehem? Sebab mereka mempercayai dengan sepenuh hati apa yang disampaikan para malaikat.   Keteguhan iman para gembala semakin terlihat pada ay. 16, “Lalu mereka cepat-cepat berangkat…” Dalam bahasa Yunani kata “cepat-cepat” memiliki arti “berjuang untuk…”. Hal ini menunjukkan bahwa iman yang para gembala mil

Karya Agung

Gambar
Rabu, 23 Desember 2020 Karya Agung Bacaan : Lukas 2:12-14  Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Dan ayat perenungan kita hari ini terambil dari Lukas 2:12-14. Berisi puji-pujian yang dinaikkan oleh malaikat-malaikat setelah kabar mengenai kelahiran Yesus disampaikan (ay. 13-14). Ada 2 hal yang dapat kita lihat dibalik puji-pujian ini: 1. Allah memperoleh penghormatan.  Kehadiran Sang Mesias di dunia merupakan inisiatif baik dari Allah. Ia yang telah sedemikian rupa merancang kesukaan bagi dunia ini dalam kebaikan dan kasih-Nya. Sehingga sangatlah layak pujian itu dikembalikan kepadaNya. 2. Manusia memperoleh damai sejahtera.  Kehendak baik Allah untuk mengirim Sang Mesias membawa damai sejahtera bagi dunia ini. Karena kehadiran Mesias mematahkan perseteruan yang ditimbulkan dosa antara Allah dan manusia. Jika Allah berdamai dengan kita maka semua damai sejahtera

Pesan Allah

Gambar
Selasa, 22 Desember 2020 Pesan Allah Bacaan: Lukas 2:10-11 “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.” Luk. 2: 10 Ayat yang kita baca hari ini berisi mengenai pesan dari malaikat Tuhan kepada para gembala. Tentu saja pesan tersebut berasal dari Allah. Saudara, setidaknya ada 2 dampak yang dialami oleh para gembala setelah mendengar pesan tersebut, yaitu: 1. Melenyapkan ketakutan.  Bagi masyarakat Yahudi pada saat itu, menjadi gembala upahan yang menjaga domba milik orang lain, merupakan pekerjaan yang tidak begitu berharga dan terpandang. Sehingga wajar jika mereka merasa ketakutan saat ada malaikat Tuhan datang menghampiri mereka. Tetapi malaikat yang datang kepada mereka memberikan perkataan penegasan untuk menghentikan ketakutan mereka, "Jangan takut,...". Perkataan ini tentu saja melenyapkan ketakutan mereka dan membuat mereka berani untuk bersaksi dan memuliakan Allah. 2. Membawa Sukacita.      Pesan yang

Allah Yang Tidak Membedakan

Gambar
Senin, 21 Desember 2020 Allah Yang Tidak Membedakan Bacaan: Lukas 2:8-9  “Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam…”  Luk. 2: 8 Shalom saudara yang dikasihi Tuhan, kita bertemu lagi dalam acara spiritual life, dan ayat yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi hari ini terambil dari Lukas 2:8-9. Saudara jika di minggu yang lalu kita sudah merenungkan peristiwa seputar kedatangan orang majus, maka minggu ini kita akan merenungkan Firman Tuhan yang membahas seputar para gembala. Saudara dari peristiwa penampakan malekat kepada para gembala ini ada dua makna yang bisa kita pelajari, yaitu :  Pertama, Allah Datang Untuk Semua Golongan  Saudara. Di sini dijelaskan bahwa ada malaikat yang datang kepada para gembala di padang. Saudara, Tuhan datang bukan hanya untuk orang-orang majus yang dihormati, terpelajar, dan juga kaya. Tapi Kristus juga datang untuk orang-orang biasa yang sedang melakukan pekerjaan biasa y

Menyembah Mesias

Gambar
Sabtu, 19 Desember 2020 Menyembah Mesias Bacaan : Matius 2:11-12  “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. … dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya.” Mat. 2: 11  Saudara di dalam minggu ini kita akan merenungkan hal-hal seputar peristiwa kedatangan orang majus, dan ayat yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi ini adalah Matius 2:11-12. Saudara dijelaskan di dalam ayat 11: “mereka sujud menyembah dia”. Saudara sebagai manusia biasa orang majus tidak harus menyembah Kristus, karena Kristus toh masih anak-anak, Dia tidak lahir di istana, dan kalau pun dia menjadi raja dia hanya menjadi raja bangsa Yahudi, suatu kerajaan yang kecil. Sedangkan orang majus mereka berasal dari kerajaan yang besar yaitu Persia atau Babilonia. Kerajaan-kerajaan ini pernah menjajah kerajaan Israel dan tidak ada sejarahnya kerajaan-kerajaan ini dijajah oleh kerajaan Israel. Namun mengapa mereka menyembah Mesias ? Kare

Pimpinan Allah

Gambar
Jumat, 18 Desember 2020 Pimpinan Allah  Bacaan: 2: 9-10 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Matius 2 : 9a  Shallom saudara … bagaimana kabar saudara hari ini? Besar harapan kami bahwa Allah senantiasa menaungi kita semua dengan kasih dan anugerahNya. Saudara, hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 2 : 9-10. Kerinduan terbesar orang-orang majus adalah untuk menyembah Sang Mesias. Sehingga, mereka menempuh jarak bermil-mil untuk menemukan Sang Mesias. Melalui penggalan kisah mereka dalam ay. 9-10 kita dapat melihat dua cara Allah memimpin orang-orang majus yaitu: 1. Allah Memimpin Orang Majus Melalui Kata-kata Raja  Cara Allah memimpin orang-orang majus adalah melalui kata-kata yang dilontarkan oleh Herodes. Pada ay. 9a dituliskan, “Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka…” Hal ini menunjukkan meskipun Herodes memiliki rencana yang licik, tetapi Allah dapat menggunakan kata-katanya untuk membangkitka

Allah Tidak Pernah Gagal

Gambar
Kamis, 17 Desember 2020 Allah Tidak Pernah Gagal Bacaan : Matius 2 : 7 – 8 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka,… Matius 2 : 7 - 8  Shallom saudara … bagaimana kabar saudara hari ini? Besar harapan kami bahwa Allah senantiasa menaungi kita semua dengan kasih dan anugerahNya. Saudara, hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 2 : 7-8.   Mendengar kabar bahwa orang-orang majus datang untuk mencari Raja orang Yahudi (ay. 3). Hati Herodes diliputi dengan perasaan takut dan iri sebab berpikir bahwa raja orang Yahudi akan merebut kedudukannya sebagai Raja. Ketakutan yang menguasai hati Herodes menjadikannya tidak dapat berpikir dengan akal sehat. Sehingga, ia bermaksud melawan Allah dengan menyusun rencana untuk membunuh Sang Mesias. Rencana yang disusun oleh Herodes adalah dengan diam-diam memanggil orang-orang majus untuk bertanya secara teliti tentang keberadaan Sang Mesias dan memeri

Melekat

Gambar
Rabu, 16 Desember 2020 Melekat Matius 2:5-6 …Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi. Mat. 2 : 5  Ayat yang baru saja kita baca merupakan jawaban yang diberikan oleh para ahli Taurat dan para imam tentang pertanyaan Herodes mengenai "di mana Mesias akan dilahirkan"? (ayat 4). Mereka yang dimintai pendapat oleh Herodes adalah para imam kepala yang memegang jabatan sebagai guru, dan para ahli Taurat, yang pekerjaannya mempelajari hukum Taurat. Walaupun sebenarnya Herodes sudah mengetahui bahwa Kristus harus berasal dari kampung Betlehem tapi ia tetap meminta pendapat orang-orang tersebut mengenai hal ini. Karena itu ia memanggil orang-orang yang tepat supaya ia merasa lebih puas. Para imam kepala dan ahli Taurat tidak membutuhkan waktu lama untuk menjawab pertanyaan ini. Mereka pun tidak berbeda pendapat, semuanya setuju bahwa Mesias haruslah lahir di Betlehem, kota Daud, di tanah Yudea.   Saudara perhatikanlah, bahwa hati yang

Hati Nurani yang Murni

Gambar
Selasa, 15 Desember 2020 Hati Nurani Yang Murni Matius 2:3-4 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Matius 2 : 3  Kabar mengenai kelahiran Yesus sang Mesias disambut dengan penuh sukacita oleh Maria dan Yusuf orang tuanya serta orang-orang Majus. Tetapi ada satu orang yang justru marah mendengar berita ini, dialah Raja Herodes. Herodes sendiri menjadi gubernur Galilea pada usia yang cukup muda. Dengan menempatkan dia di Galilea, pemerintah Roma berharap dia bisa mengendalikan orang Yahudi yang hidup di situ. Ini menyebabkan ia disebut raja orang Yahudi. Herodes adalah orang yang haus akan kekuasaan. Ia akan mempertahankan kekuasaannya dengan cara apapun, bahkan membunuh. Ia bertakhta lebih dari empat puluh tahun, sampai mendengar kabar tentang seorang Raja lain yang baru lahir (ayat 1-3).   Sehingga ia mengumpulkan imam kepala dan ahli Taurat untuk menyelidiki hal ini (ayat 4). Herodes tentu saja sudah mengetahui nubuat-nubuat yang t

Menyambut Mesias

Gambar
*Senin, 14 Desember 2020* Menyambut Mesias Bacaan : Matius 2:1-2  “Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem ”  Mat. 2: 1  Saudara di dalam bulan ini kita akan mencoba membahas firman Tuhan seputar peristiwa natal. Dan kali ini, ayat yang menjadi dasar perenungan kita adalah Maitus 2:1-2. Saudara dikatakan ada orang majus yang datang untuk menyembah Yesus. Siapakah orang majus ini? Dalam tradisi gereja barat disebutkan bahwa mereka berjumlah tiga orang raja, bersama dengan rombongan-rombongannya. Mereka disebutkan bernama Melkior, Caspar dan Beltazar. Mengenai asal dari para majus ini, ada beragam padangan ada yang berkata mereka berasal dari Persia, Kabilonia, Kaldia. Jika saudara membaca ensiklopedia britanica, disana dipresentasiakn ketiga orang majus ini berasal dari tiga daerah yang berbeda yaitu Melkior (Persia), Caspar (India) dan Beltazar (arab). Lalu apakah makna dari kedatanga

Menghidupi Panggilan

Gambar
Sabtu, 12 Desember 2020 Menghidupi Panggilan “tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” Matius 1:25    Saudara di dalam bulan ini kita akan mencoba membahas firman Tuhan seputar peristiwa natal. Dan kali ini, ayat yang menjadi dasar perenungan kita adalah Maitus 1:25. Saudara yang di dalam ayat ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari karakter Yusuf yang dapat kita teladani untuk menghidupi panggilannya.  Pertama, Yusuf adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya  Saudara yang dikasih Tuhan, di dalam ayat yang baru saja kita baca dijelaskan bahwa “tetapi (Yusuf) tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki.” Yusuf mampu mengendalikan dirinya, ini adalah hal yang sangat penting ketika kita ingin dipakai oleh Tuhan. kita harus mampu mengendalikan keinginan-keinginan, pikiran, kata-kata, dan perbuatam kita dst. Tanpa pengendalian diri kita tidak dapat menggenapi rencana Allah at

Ketaatan Yusuf

Gambar
Jumat, 11 Desember 2020 Ketaatan Yusuf  Bacaan : Matius 1 : 24  Dalam silsilah Yesus Kristus, Yusuf adalah seorang keturunan Daud dan berasal dari Nazaret. Yusuf digambarkan sebagai seorang tukang kayu yang tulus hati (Mat. 1: 19). Selain itu, melalui ayat 24, kita dapat juga mengenal Yusuf sebagai seorang yang taat. Setelah Yusuf bermimpi tentang malaikat Tuhan yang membawa pesan berkaitan dengan kehamilan Maria. Yusuf segera bangun dari tidurnya dan berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya. Yaitu : menikah dengan Maria. Ketaatan yang ditunjukkan oleh Yusuf adalah sebuah teladan sikap dimana Yusuf tidak menunda-nunda melakukan perintah Allah serta melakukannya dengan sepenuh hati dan penuh dengan sukacita.  Mengetahui tentang ketaatan Yusuf tersebut maka kita dapat menemukan alasan mengapa Yusuf memiliki ketaatan yang dapat diteladani, yaitu sebab:  1. Allah adalah Pribadi yang Menggenapi janji-janjiNya,  Yusuf adalah seorang tukang kayu yang tulus hati

Yesus adalah Allah yang Menjadi Manusia

Gambar
Kamis, 10 Desember 2020 Yesus adalah Allah yang Menjadi Manusia Matius 1 : 22-23 Shallom saudara … bagaimana kabar saudara hari ini? Besar harapan kami bahwa Allah senantiasa menaungi kita semua dengan kasih dan anugerahNya. Saudara, hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan dalam Matius 1 : 22-23. Perenungan mengenai kelahiran Yesus Kristus dalam Mat. 1: 22-23 dapat membawa setiap kita kepada dua kebenaran, yaitu:  1. Yesus adalah Allah yang Menjadi Manusia,  Matius menuliskan kalimat “ … anak dara itu akan mengandung…” pada Mat. 1: 23a dengan terlebih dahulu memberitahukan pembacanya bahwa hal tersebut bersifat nubuat (Mat. 1: 22). Hal ini berarti dalam rencana Allah atas kelahiran Mesias, Allah mengkhendaki agar Yesus Kristus lahir melalui seorang dara. Bukan berasal dari pria, tetapi kelahiran secara supranatural. Tujuan kelahiran Yesus melalui rahim seorang perawan adalah karena Yesus akan menjadi korban penghapusan dosa umat manusia. Sehingga, sem

PERTIMBANGAN

Gambar
Rabu, 9 Desember 2020 Pertimbangan Matius 1:20-21  Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Dan ayat perenungan kita hari ini terambil dari Matius 1:20-21.  Dalam ayat yang sudah kita baca, kita melihat Yusuf yang dilepaskan dari pergumulannya melalui malaikat yang diutus dari sorga (ay. 20-21). Setidaknya ada dua hal yang dapat kita jadikan pelajaran melalui cerita Yusuf yang sedang dalam pergumulan, yaitu:  Pertama, Allah akan menolong orang yang penuh pertimbangan. Ketika Yusuf mempertimbangkan maksudnya untuk menceraikan Maria, ia tidak tahu apa yang harus diputuskannya. Kemudian, Allah dengan penuh rahmat mengarahkan dia pada apa yang harus dia lakukan dan memberinya kelegaan. Perrhatikanlah saudara, bahwa mereka yang ingin memperoleh petunjuk dari Allah harus mempertimbangkan sendiri berbagai hal, dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Hanya mereka yang pen

Kehendak Allah

Gambar
*Selasa 8 Desember 2020* Kehendak Allah Matius 1:19  Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Senang bisa berjumpa lagi dalam Spiritual Life, untuk bersama-sama merenungkan kebenaran Firman Tuhan. Dan ayat perenungan kita hari ini terambil dari Matius 1:19.  Kebudayaan Yahudi mengenal 3 tahapan dalam pernikahan. Pertama, kedua belah pihak keluarga setuju. Kedua, diumumkan kepada orang banyak dan kemudian terjadi pertunangan. Namun keduanya belum boleh bersetubuh. Sekalipun demikian, apabila pertunangan ini batal maka harus dilangsungkan perceraian kecuali terjadi kematian. Ketiga, keduanya dapat hidup bersama.  Sesudah bertunangan, Maria tinggal bersama orang tuanya sampai cukup usia untuk menikah dan kemudian pindah ke rumah Yusuf. Ketika Yusuf mengetahui Maria hamil, Yusuf mengalami pergumulan berat. Sebagai laki-laki yang tulus hati, Yusuf tidak mau melakukan perbuatan yang "mencemarkan" Maria (ayat 19a). Yusuf merencanakan untuk memutuskan pertunangannya de

Allah yang Selalu Tepat

Gambar
Senin, 7 Desember 2020 Allah Yang Selalu Tepat Bacaan : Matius 1 : 18 “Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.” Matius 1:18  Saudara di dalam bulan ini kita akan mencoba membahas firman Tuhan seputar peristiwa natal. Dan kali ini, ayat yang menjadi dasar perenungan kita adalah Matius 1:18. Saudara di dalam ayat ini ada hal penting yang dapat kita pelajari tentang Tuhan, yaitu bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang menyediakan segala sesuatu pada waktu yang tepat. Saudara yang dikasihai Tuhan, di dalam ayat yang baru saja kita baca dijelaskan tentang bagaimana dan kapan Maria mengandung dari Roh Kudus, yaitu : Pada saat Maria sudah bertunangan dengan Yusuf tapi belum hidup sebagai suami istri. Ada dua alasan mengapa Allah memilih moment itu, yaitu : 1. Supaya Maria tidak dituduh melakukan dosa percabulan  Saudara, jika Maria

Allah yang Setia dan Berdaulat

Gambar
*Sabtu, 5 Desember 2020* Allah Yang Setia dan berdaulat Matius 1:17 “Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.”   Saudara di dalam bulan ini kita akan mencoba membahas firman Tuhan seputar peristiwa natal. Dan kali ini, ayat yang menjadi dasar perenungan kita adalah Matius 1:17. Saudara di dalam ayat ini ada beberapa hal yang dapat kita pelajari, tentang sifat Allah kita yaitu: Pertama, Allah kita adalah Allah yang setia     Saudara yang dikasihi Tuhan, di dalam ayat yang baru saja kita baca terlihat bahwa Allah kita adalah Allah yang setia terhadap janjiNya. Ia berjanji kepada Abraham bahwa Ia akan memberkati bangsa-bangsa melalui keturunan Abraham. Dan setelah melewati beberapa generasi, Tuhan tetap setia untuk menggenapi janjiNya. Allah kita bukan Allah yang pelupa, Ia bukanlah Allah yang berjanji tapi tidak menepati.

Makna Hidup

Gambar
Jumat, 4 Desember 2020 Makna Kehidupan Matius 1: 7-8 “Salmon memperanakkan Obed dari Rut…”  Kehidupan yang Allah anugerahkan kepada setiap kita bukan hanya sekedar menjalani rutinitas harian seperti : bekerja, sekolah, memasak, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Sebab, kehidupan yang kita jalani bersama Allah memiliki makna yang tidak biasa. Melalui renungan dalam silsilah Yesus Kristus pada ayat 7-8, kita dapat menemukan dua makna rohani yaitu: 1. Allah melingkupi hidup kita dengan anugerahNya,  Melalui silsilah Yesus Kristus yang kita baca pagi ini maka kita dapat melihat fakta bahwa “ Salmon yang berhikmat memperanakkan Rehabeam yang jahat, Rehabeam yang jahat memperanakkan Abia yang jahat; Abia yang jahat memperanakkan Asa yang baik; Asa yang baik memperanakkan Yosafat yang baik; Yosafat baik memperanakkan Yoram yang jahat.” Hal ini menunjukkan bahwa hidup kita adalah hasil dari pilihan-pilihan yang kita buat. Kita tidak bisa memilih dalam keluarga seperti apa kit

Yesus Lahir Untuk Semua Orang

Gambar
Kamis, 3 Desember 2020 Yesus Lahir Untuk Semua Orang Matius 1 : 5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memper- anakkan Isai,   Kelahiran Yesus dalam dunia merupakan bagian dari rencana penebusan Allah bagi manusia. Matius mencatat silsilah Yesus Kristus sebagai sebuah catatan sejarah. Silsilah ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan dan berasal dari keturunan Daud, sesuai dengan yang dinubuatkan para nabi. Dalam Matius 1 : 5, terdapat dua nama yaitu Rahab dan Rut yang tidak berasal dari keturunan Israel. Rahab adalah seorang perempuan sundal sedangkan Rut adalah seorang Moab. Makna rohani yang dapat kita peroleh dari keberadaan Rahab dan Rut dalam silsilah Yesus Kristus adalah: 1. Anugerah Allah Bagi Semua Orang. Dalam Mat. 1 : 5a dikatakan bahwa, “Salmon memperanakkan Boas dari Rahab…” Alkitab mencatat Rahab sebagai seorang perempuan sundal (Yos. 2: 1). Hal ini bisa saja menimbulkan pertanyaan, “mengapa seorang pe

Tidak Pandang Bulu

Gambar
Rabu, 2 Desember 2020 Tidak Pandang Bulu Matius 1:3-4 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron,  Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon.  Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih.Injil Matius dibuka dengan penulisan garis keturunan Yesus yang terdiri dari empat puluh dua keturunan dari Abraham sampai Daud. Yang menarik dari nast ini ialah dituliskannya tiga nama wanita yang memiliki riwayat hidup yang "kurang baik". Ketiga wanita yang disebutkan dalam ayat bacaan hari ini adalah Tamar (ayat 3); Rahab (ayat 5a) dan Rut (ayat 5b).  Mari kita lihat kembali kehidupan mereka. Pertama, Tamar. Sebenarnya Tamar adalah menantu dari Yehuda (Kej. 38:6, 8-11). Namun Yehuda mengingkari janji untuk memberikan Syela bagi Tamar sebagai suaminya. Sehingga Tamar menyamar sebagai "wanita nakal" untuk menggoda Yehuda (ayah mertuanya sendiri) dan kemudian melahirk

Karunia Allah

Gambar
Selasa, 1 Desember 2020 Karunia Allah Matius 1:1-2 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya.   Shalom, selamat pagi saudara yang terkasih. Injil Matius dimulai dengan catatan mengenai silsilah Tuhan Yesus. Hal ini dilakukan oleh Matius bukan tanpa tujuan apapun. Matius ingin memperlihatkan siapakah Yesus Kristus yang sebenarnya. Setidaknya ada 2 tujuan yang dapat kita lihat dibalik penulisan silsilah dalam 2 ayat yang telah kita baca, yaitu: 1. Kedatangan Mesias sudah dinubuatkan.  Dalam silsilah ini, ada dua nama besar dalam sejarah Bangsa Yahudi disebutkan di awal, yaitu Abraham dan Daud. Abraham adalah bapa Bangsa Yahudi, yang melalui dia, semua orang di bumi akan mendapat berkat (Kej. 12:3). Dan Daud adalah raja Israel yang sangat terkenal dan disegani. Penjelasan ini memperjelas bahwa Mesias yang dijanjikan itu haruslah lahir dari keturunan Daud dan