Ketika Keindahan Menjadi Bahasa Iman
Rabu, 25 Februari 2026 Ketika Keindahan Menjadi Bahasa Iman Keluaran 36:8–16 Dalam k eluaran 36:8–16 , teks itu hampir terasa “terlalu teknis”. Panjangnya dua puluh delapan hasta. Lebarnya empat hasta. Sepuluh lembar. Lima disambung dengan lima. Warna biru, ungu, dan kirmizi. Gambar kerubim yang dikerjakan dengan seni. Mengapa Allah yang Mahabesar memperhatikan ukuran tirai? Karena ibadah bukan sekadar aktivitas rohani. Ibadah adalah ruang di mana Allah menyatakan diri-Nya—dan manusia belajar mengenal-Nya melalui simbol-simbol jasmani. Allah tidak anti keindahan. Di padang gurun yang keras, Allah memerintahkan sesuatu yang indah dibangun. Bukan seadanya. Bukan asal jadi. Tapi dengan perpaduan warna yang harmonis. Dengan pola yang terencana. Dengan ukuran yang presisi. Seolah-olah Allah berkata: “Kehadiran-Ku layak direspons dengan kesungguhan dan keindahan.” Keindahan di sini bukan kosmetik. Ia adalah bahasa. Warna biru, ungu, dan kirmizi menyatu membentuk kesan ...