Postingan

Benang, Tangan, dan Panggilan Tuhan

Gambar
Selasa, 17 Februari 2026 Benang, Tangan, dan Panggilan Tuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 35:2 5 –2 6 Keluaran 35:25–26 menampilkan gambaran yang sering luput dari sorotan para penafsir   yaitu perempuan-perempuan yang memintal benang dengan tangan mereka dan membawanya sebagai persembahan bagi Tuhan. Alkitab tidak mengecilkan peran perempuan dalam   komunitas Israel secara keseluruhan, seolah-olah mereka hanya “bagian kecil” dari umat. Sebaliknya,   Justru teks ini menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui peran-peran yang spesifik, kontekstual, dan sering kali tersembunyi—namun sangat penting. Dalam konteks ritual Timur Dekat Kuno , pekerjaan memintal dan menenun bukanlah aktivitas sepele. Itu adalah keterampilan bernilai tinggi, karena berkaitan langsung dengan simbol kekudusan, keindahan, dan ketertiban kosmis dalam ruang ibadah. Tabernakel bukan sekadar bangunan; ia adalah representasi kehadiran Allah. Maka benang ungu, kain halus, dan hasil tangan perempuan menjadi...

Persembahan bagi Allah

Gambar
Senin, 16 Februari 2026 Persembahan bagi Allah Bacaan Alkitab : Keluaran 35:24 Ayat ini merupakan bagian dari perikop yang menceritakan kerelaan bangsa Israel untuk terlibat dalam memberi persembahan khusus bagi pembangunan Kemah Suci. Dalam ayat ini disebutkan beberapa bahan, yaitu perak atau tembaga, serta kayu akasia (yang juga dikenal sebagai kayu penanga). Perak dan tembaga diperoleh bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir. Pada masa itu, logam-logam tersebut merupakan barang yang berharga dan tidak mudah diperoleh. Sebaliknya, kayu akasia adalah kayu yang tumbuh secara alami dan cukup banyak dijumpai di wilayah sekitar padang gurun Sinai. Di sini kita melihat dua jenis bahan yang kontras: yang satu bernilai tinggi dan langka, yang lain umum dan tidak terlalu bernilai. Namun, ketika semua bahan itu dipersembahkan kepada Allah, nilainya menjadi sama di hadapan-Nya. Tidak ada bahan yang di nilai lebih tinggi atau lebih rendah. Semuanya dipadukan secara harmonis sesuai de...

Memberi sebagai Respons Iman

Gambar
Sabtu, 14 Februari 2026 Memberi sebagai Respons Iman   Bacaan Alkitab : Keluaran 35 : 2                 Keluaran 35:23 bukan sekadar catatan inventaris bahan  bangunan. Ayat ini adalah potret teologis tentang bagaimana umat Allah merespons kehadiran dan panggilan-Nya. Setelah perjanjian diperbarui, Tuhan memerintahkan pembangunan Kemah Suci—tempat Ia berkenan diam di tengah umat. Frasa  “ setiap orang yang mempunyai ” mengandung makna penting:  Allah tidak menuntut keseragaman, melainkan kesetiaan. Pemberian umat tidak ditentukan oleh ukuran yang sama, tetapi oleh kepemilikan yang nyata. Dalam perspektif teologis, ini menegaskan bahwa relasi dengan Allah bukan dibangun di atas tuntutan yang memberatkan, melainkan di atas respons iman yang jujur terhadap anugerah.      Memberi, dalam konteks ini, bukanlah tindakan  kompetitif.  Tidak ada hierarki spiritual yang dibangun dari jenis atau nil...

Memberi yang Lahir dari Pengalaman dengan Tuhan

Gambar
Jumat, 13 Februari 2026 Memberi yang Lahir dari Pengalaman dengan Tuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 35:21–22 Keluaran 35:21–22 mengajak kita melihat sebuah momen yang sederhana, namun sarat makna: umat Tuhan datang membawa persembahan dengan hati yang tergerak. Ayat ini tidak dimulai dengan daftar jumlah, tidak pula menekankan nilai persembahan, melainkan menyoroti respons hati umat setelah mendengar perintah Tuhan. Alkitab mencatat bahwa yang datang adalah setiap orang yang tergerak hatinya dan setiap orang yang terdorong jiwanya —sebuah gambaran bahwa memberi lahir dari kedalaman batin, bukan dari tekanan luar. Bagian ini muncul setelah bangsa Israel mengalami perjalanan rohani yang tidak mudah: pembebasan dari Mesir, kegagalan karena anak lembu emas, dan pemulihan relasi dengan Tuhan. Dalam konteks itu, memberi bukan sekadar tindakan religius, tetapi respons terhadap pengalaman nyata bersama Allah yang setia dan penuh anugerah. Melalui ayat ini, kita diajak untuk tidak terb...

Dari Lembu Emas ke Kemah Suci

Gambar
Kamis 12 Februari 2026                   Dari Lembu Emas ke Kemah Suci   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:10–20 Bangsa Israel memiliki sejarah yang penuh ironis. Di satu sisi, mereka adalah umat pilihan Tuhan yang dibebaskan dari perbudakan. Namun di sisi lain, mereka juga pernah memberontak kepada Allah yang membebaskan mereka dengan jatuh dalam dosa besar ketika membangun lembu emas dan menyembahnya. Peristiwa itu bukan hanya kesalahan kecil, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap Allah yang telah menyelamatkan mereka. Mereka memilih membangun sesuatu yang najis, dan menggantikan kemuliaan Allah dengan buatan tangan manusia. Namun anugerah Tuhan tidak berhenti pada kegagalan. Dalam Keluaran 35:10-20, kita melihat sebuah perubahan yang mengejutkan. Tuhan justru memanggil bangsa yang pernah jatuh itu untuk terlibat dalam pembangunan Kemah Suci. Mereka yang dahulu menggunakan emas untuk berhala, kini diundang menggunakan unsur yang sama (e...

Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan

Gambar
Rabu 11 Februari 2026                    Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:4–9 Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka tidak keluar dengan tangan kosong. Alkitab mencatat bahwa Tuhan menggerakkan hati orang Mesir sehingga mereka memberikan perhiasan emas, perak, dan berbagai barang berharga kepada bangsa Israel. Secara lahiriah, semua itu tampak berasal dari Mesir. Namun secara rohani, sumber sejatinya adalah Tuhan sendiri. Ia yang memberi berkat, Ia yang membuka jalan, dan Ia yang memelihara umat-Nya. Dengan kata lain, sejak awal perjalanan mereka, Tuhan sudah menunjukkan bahwa Ia adalah sumber segala sesuatu yang mereka miliki. Dalam Keluaran 35:4-9, Musa mengundang umat Israel untuk membawa persembahan bagi pembangunan Kemah Suci. Tuhan menetapkan emas, perak, kain, kayu akasia, minyak, dan rempah-rempah sebagai persembahan. Yang menarik, Tuhan tidak menetapkan sesuatu yang sebelumnya tida...

Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya

Gambar
Selasa, 10 Februari 2026 Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 35 : 1 – 3 Setelah perjanjian diperbarui di Gunung Sinai, Musa mengumpulkan seluruh umat Israel untuk menyampaikan kembali firman Tuhan (Kel. 35:1). Menurut C.F Keil (ahli perjanjian lama), tindakan ini menegaskan bahwa perintah Allah—khususnya mengenai Sabat—bersifat mengikat bagi seluruh umat, bukan hanya bagi pemimpin. Penempatan perintah mengenai Sabat ditempatkan di awal instruksi menegaskan fungsi sabat sebagai hukum dasar perjanjian yang mengatur seluruh kehidupan Israel, bahkan sebelum pembangunan Kemah Suci dimulai.   Sabat bukan larangan terhadap kerja, melainkan penetapan Allah tentang ritme hidup manusia: enam hari bekerja dan satu hari dikuduskan sepenuhnya bagi Tuhan (Kel. 35:2). Ancaman hukuman atas pelanggaran sabat menunjukkan keseriusan hukum ini—melanggarnya berarti menolak otoritas Allah sebagai Pencipta dan Raja umat perjanjian. Sabat menjadi pengakuan praktis bahwa hid...