Postingan

Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan

Gambar
Rabu 11 Februari 2026                    Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:4–9 Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka tidak keluar dengan tangan kosong. Alkitab mencatat bahwa Tuhan menggerakkan hati orang Mesir sehingga mereka memberikan perhiasan emas, perak, dan berbagai barang berharga kepada bangsa Israel. Secara lahiriah, semua itu tampak berasal dari Mesir. Namun secara rohani, sumber sejatinya adalah Tuhan sendiri. Ia yang memberi berkat, Ia yang membuka jalan, dan Ia yang memelihara umat-Nya. Dengan kata lain, sejak awal perjalanan mereka, Tuhan sudah menunjukkan bahwa Ia adalah sumber segala sesuatu yang mereka miliki. Dalam Keluaran 35:4-9, Musa mengundang umat Israel untuk membawa persembahan bagi pembangunan Kemah Suci. Tuhan menetapkan emas, perak, kain, kayu akasia, minyak, dan rempah-rempah sebagai persembahan. Yang menarik, Tuhan tidak menetapkan sesuatu yang sebelumnya tida...

Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya

Gambar
Selasa, 10 Februari 2026 Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 35 : 1 – 3 Setelah perjanjian diperbarui di Gunung Sinai, Musa mengumpulkan seluruh umat Israel untuk menyampaikan kembali firman Tuhan (Kel. 35:1). Menurut C.F Keil (ahli perjanjian lama), tindakan ini menegaskan bahwa perintah Allah—khususnya mengenai Sabat—bersifat mengikat bagi seluruh umat, bukan hanya bagi pemimpin. Penempatan perintah mengenai Sabat ditempatkan di awal instruksi menegaskan fungsi sabat sebagai hukum dasar perjanjian yang mengatur seluruh kehidupan Israel, bahkan sebelum pembangunan Kemah Suci dimulai.   Sabat bukan larangan terhadap kerja, melainkan penetapan Allah tentang ritme hidup manusia: enam hari bekerja dan satu hari dikuduskan sepenuhnya bagi Tuhan (Kel. 35:2). Ancaman hukuman atas pelanggaran sabat menunjukkan keseriusan hukum ini—melanggarnya berarti menolak otoritas Allah sebagai Pencipta dan Raja umat perjanjian. Sabat menjadi pengakuan praktis bahwa hid...

Selubung Hikmat

Gambar
Senin, 9 Februari 2026 Selubung Hikmat Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 32 – 35 Dalam Keluaran 34:32–35, Musa tampil sebagai figur sentral yang menjalankan perannya sebagai pengantara perjanjian antara Allah dan bangsa Israel. Setelah turun dari Gunung Sinai, Musa menyampaikan seluruh perintah Tuhan kepada umat, tanpa mengurangi satu pun isi firman yang telah Ia terima. Teks ini menegaskan integritas Musa sebagai hamba Allah yang setia dan taat dalam menyampaikan kehendak-Nya. Namun, perjumpaan Musa yang terus menerus dengan Tuhan mengakibatkan wajah Musa bercahaya.     Wajahnya memantulkan kemuliaan Allah. Cahaya itu bukan sekedar fenomena fisik, melainkan tanda bahwa Musa telah mengalami hadirat Allah yang kudus dan hidup di bawah otoritas-Nya. Reaksi bangsa Israel terhadap wajah Musa menarik untuk diperhatikan. Ketakutan mereka (ayat 30) tidak muncul dalam memori kosong namun dalam ingatan bersama akan peristiwa tragis yang dialami sebagai akibat dari penyembahan lembu e...

Perjumpaan yang Mengubahkan

Gambar
Sabtu, 7 Februari 2026 Perjumpaan yang Mengubahkan   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:28–31   Saudara yang terkasih, dalam Keluaran 34:28-31 mengisahkan tentang Musa kembali naik ke gunung untuk bertemu dengan Allah. Ia tinggal empat puluh hari empat puluh malam, tidak makan dan tidak minum, dan di sana ia berbicara langsung dengan Tuhan. Ketika Musa turun dari gunung, Alkitab mencatat sesuatu yang tidak biasa: kulit wajahnya bercahaya , karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Menariknya, Musa sendiri tidak menyadari perubahan itu. Ia tidak berusaha membuat wajahnya bercahaya, dan ia juga tidak berniat untuk menampilkan dirinya secara istimewa. Perubahan itu terjadi secara alami sebagai akibat dari perjumpaannya dengan Allah. Ini menunjukkan kepada kita sebuah kebenaran rohani yang sangat penting: perjumpaan sejati dengan Tuhan selalu menghasilkan perubahan, meskipun kita tidak selalu menyadarinya. Cahaya di wajah Musa bukan sekadar fenomena fisik, tetapi melambangkan perubaha...

Firman yang Menjaga Arah Hidup

Gambar
Jumat, 6 Februari 2026 Firman yang Menjaga Arah Hidup Bacaan Alkitab : Keluaran 34:27   Di atas gunung Sinai, setelah kegagalan besar Israel dengan anak lembu emas, Tuhan tidak memilih diam. Ia justru berbicara kembali. Keluaran 34:27 mencatat perintah yang sederhana yang memiliki arti bermakna: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman-firman inilah Aku mengikat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” Firman itu tidak diucapkan untuk sekadar didengar, melainkan dituliskan—agar diingat, dijaga, dan ditaati. Bagi orang Yahudi, perjanjian bukan hanya perasaan religius , melainkan juga tuntutan hidup . Perjanjian berarti terikat, dan berada di bawah komitmen kesetiaan yang nyata kepada Tuhan. Karena itu ayat ini menekankan satu hal penting: perjanjian berdiri di atas apa yang Tuhan firmankan , bukan pada asumsi manusia, tradisi kosong, atau emosi sesaat. Apa yang tertulis itulah yang mengikat. Menariknya, dari pihak Allah tidak ada keuntungan apa pun ...

Persembahan : Bukan Ritual, Melainkan Kasih

Gambar
Kamis, 5 Februari 2026 Persembahan : Bukan Ritual, Melainkan Kasih   Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 26           Dalam Keluaran 34:26, Allah memerintahkan Musa agar bangsa Israel membawa buah sulung dari tanah mereka sebagai persembahan kepada-Nya   (ayat 26a) yaitu persembahan dari hasil pertama panen mereka . Perintah ini bukan sekedar soal ritual, melainkan sikap hati umat Tuhan. Buah sulung bukan hanya buah yang pertama kali dipanen tetapi yang terbaik dari hasil tanah, yang dengan sengaja dipersembahkan kepada TUHAN. Melalui persembahan ini, Allah mengajar umat-Nya untuk   mengakui bahwa segala sesuatu yang mereka miliki berasal Tuhan. Dengan memberikan yang pertama dan terbaik, bangsa Israel menyatakan iman bahwa hidup mereka ada dalam pemeliharaan Allah. Persembahan sulung menjadi ungkapan syukur, bukan karena mereka berkelimpahan semata, tetapi karena mereka percaya kepada Allah yang setia mencukupi. Pada ayat 26b, ...

Penebusan yang Menuntut Pemutusan

Gambar
Rabu 4 Februari 2026   Penebusan yang Menuntut Pemutusan Bacaan Alkitab : Keluaran 34:25 “Janganlah engkau mempersembahkan darah korban sembelihan-Ku dengan sesuatu yang beragi” (Kel. 34:25). Ayat ini sekilas tampak seperti aturan ibadah yang teknis dan kaku. Seolah-olah Allah hanya sedang mengatur detail ritual persembahan. Namun jika dibaca dalam terang seluruh kisah Keluaran, larangan ini ternyata menyimpan makna rohani yang sangat dalam. Ragi pada dasarnya adalah sesuatu yang netral. Ia bukan benda jahat, bukan simbol dosa secara otomatis. Dalam kehidupan sehari-hari, ragi justru dibutuhkan untuk membuat roti mengembang dan layak dimakan. Bahkan dalam beberapa perayaan, ragi diperbolehkan. Namun dalam konteks Keluaran, ragi memiliki muatan sejarah yang sangat kuat. Ketika Israel keluar dari Mesir, mereka tidak sempat membawa roti beragi. Mereka harus meninggalkan Mesir dengan tergesa-gesa. (Kel. 12:39). Sejak saat itu, ragi menjadi simbol dari cara hidup lama, ritme lama, dan...