Postingan

Memberi yang Lahir dari Pengalaman dengan Tuhan

Gambar
Jumat, 13 Februari 2026 Memberi yang Lahir dari Pengalaman dengan Tuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 35:21–22 Keluaran 35:21–22 mengajak kita melihat sebuah momen yang sederhana, namun sarat makna: umat Tuhan datang membawa persembahan dengan hati yang tergerak. Ayat ini tidak dimulai dengan daftar jumlah, tidak pula menekankan nilai persembahan, melainkan menyoroti respons hati umat setelah mendengar perintah Tuhan. Alkitab mencatat bahwa yang datang adalah setiap orang yang tergerak hatinya dan setiap orang yang terdorong jiwanya —sebuah gambaran bahwa memberi lahir dari kedalaman batin, bukan dari tekanan luar. Bagian ini muncul setelah bangsa Israel mengalami perjalanan rohani yang tidak mudah: pembebasan dari Mesir, kegagalan karena anak lembu emas, dan pemulihan relasi dengan Tuhan. Dalam konteks itu, memberi bukan sekadar tindakan religius, tetapi respons terhadap pengalaman nyata bersama Allah yang setia dan penuh anugerah. Melalui ayat ini, kita diajak untuk tidak terb...

Dari Lembu Emas ke Kemah Suci

Gambar
Kamis 12 Februari 2026                   Dari Lembu Emas ke Kemah Suci   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:10–20 Bangsa Israel memiliki sejarah yang penuh ironis. Di satu sisi, mereka adalah umat pilihan Tuhan yang dibebaskan dari perbudakan. Namun di sisi lain, mereka juga pernah memberontak kepada Allah yang membebaskan mereka dengan jatuh dalam dosa besar ketika membangun lembu emas dan menyembahnya. Peristiwa itu bukan hanya kesalahan kecil, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap Allah yang telah menyelamatkan mereka. Mereka memilih membangun sesuatu yang najis, dan menggantikan kemuliaan Allah dengan buatan tangan manusia. Namun anugerah Tuhan tidak berhenti pada kegagalan. Dalam Keluaran 35:10-20, kita melihat sebuah perubahan yang mengejutkan. Tuhan justru memanggil bangsa yang pernah jatuh itu untuk terlibat dalam pembangunan Kemah Suci. Mereka yang dahulu menggunakan emas untuk berhala, kini diundang menggunakan unsur yang sama (e...

Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan

Gambar
Rabu 11 Februari 2026                    Dari Tuhan, Kembali kepada Tuhan   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:4–9 Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka tidak keluar dengan tangan kosong. Alkitab mencatat bahwa Tuhan menggerakkan hati orang Mesir sehingga mereka memberikan perhiasan emas, perak, dan berbagai barang berharga kepada bangsa Israel. Secara lahiriah, semua itu tampak berasal dari Mesir. Namun secara rohani, sumber sejatinya adalah Tuhan sendiri. Ia yang memberi berkat, Ia yang membuka jalan, dan Ia yang memelihara umat-Nya. Dengan kata lain, sejak awal perjalanan mereka, Tuhan sudah menunjukkan bahwa Ia adalah sumber segala sesuatu yang mereka miliki. Dalam Keluaran 35:4-9, Musa mengundang umat Israel untuk membawa persembahan bagi pembangunan Kemah Suci. Tuhan menetapkan emas, perak, kain, kayu akasia, minyak, dan rempah-rempah sebagai persembahan. Yang menarik, Tuhan tidak menetapkan sesuatu yang sebelumnya tida...

Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya

Gambar
Selasa, 10 Februari 2026 Sabat : Ritme Allah Bagi Umat-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 35 : 1 – 3 Setelah perjanjian diperbarui di Gunung Sinai, Musa mengumpulkan seluruh umat Israel untuk menyampaikan kembali firman Tuhan (Kel. 35:1). Menurut C.F Keil (ahli perjanjian lama), tindakan ini menegaskan bahwa perintah Allah—khususnya mengenai Sabat—bersifat mengikat bagi seluruh umat, bukan hanya bagi pemimpin. Penempatan perintah mengenai Sabat ditempatkan di awal instruksi menegaskan fungsi sabat sebagai hukum dasar perjanjian yang mengatur seluruh kehidupan Israel, bahkan sebelum pembangunan Kemah Suci dimulai.   Sabat bukan larangan terhadap kerja, melainkan penetapan Allah tentang ritme hidup manusia: enam hari bekerja dan satu hari dikuduskan sepenuhnya bagi Tuhan (Kel. 35:2). Ancaman hukuman atas pelanggaran sabat menunjukkan keseriusan hukum ini—melanggarnya berarti menolak otoritas Allah sebagai Pencipta dan Raja umat perjanjian. Sabat menjadi pengakuan praktis bahwa hid...

Selubung Hikmat

Gambar
Senin, 9 Februari 2026 Selubung Hikmat Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 32 – 35 Dalam Keluaran 34:32–35, Musa tampil sebagai figur sentral yang menjalankan perannya sebagai pengantara perjanjian antara Allah dan bangsa Israel. Setelah turun dari Gunung Sinai, Musa menyampaikan seluruh perintah Tuhan kepada umat, tanpa mengurangi satu pun isi firman yang telah Ia terima. Teks ini menegaskan integritas Musa sebagai hamba Allah yang setia dan taat dalam menyampaikan kehendak-Nya. Namun, perjumpaan Musa yang terus menerus dengan Tuhan mengakibatkan wajah Musa bercahaya.     Wajahnya memantulkan kemuliaan Allah. Cahaya itu bukan sekedar fenomena fisik, melainkan tanda bahwa Musa telah mengalami hadirat Allah yang kudus dan hidup di bawah otoritas-Nya. Reaksi bangsa Israel terhadap wajah Musa menarik untuk diperhatikan. Ketakutan mereka (ayat 30) tidak muncul dalam memori kosong namun dalam ingatan bersama akan peristiwa tragis yang dialami sebagai akibat dari penyembahan lembu e...

Perjumpaan yang Mengubahkan

Gambar
Sabtu, 7 Februari 2026 Perjumpaan yang Mengubahkan   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:28–31   Saudara yang terkasih, dalam Keluaran 34:28-31 mengisahkan tentang Musa kembali naik ke gunung untuk bertemu dengan Allah. Ia tinggal empat puluh hari empat puluh malam, tidak makan dan tidak minum, dan di sana ia berbicara langsung dengan Tuhan. Ketika Musa turun dari gunung, Alkitab mencatat sesuatu yang tidak biasa: kulit wajahnya bercahaya , karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Menariknya, Musa sendiri tidak menyadari perubahan itu. Ia tidak berusaha membuat wajahnya bercahaya, dan ia juga tidak berniat untuk menampilkan dirinya secara istimewa. Perubahan itu terjadi secara alami sebagai akibat dari perjumpaannya dengan Allah. Ini menunjukkan kepada kita sebuah kebenaran rohani yang sangat penting: perjumpaan sejati dengan Tuhan selalu menghasilkan perubahan, meskipun kita tidak selalu menyadarinya. Cahaya di wajah Musa bukan sekadar fenomena fisik, tetapi melambangkan perubaha...

Firman yang Menjaga Arah Hidup

Gambar
Jumat, 6 Februari 2026 Firman yang Menjaga Arah Hidup Bacaan Alkitab : Keluaran 34:27   Di atas gunung Sinai, setelah kegagalan besar Israel dengan anak lembu emas, Tuhan tidak memilih diam. Ia justru berbicara kembali. Keluaran 34:27 mencatat perintah yang sederhana yang memiliki arti bermakna: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman-firman inilah Aku mengikat perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” Firman itu tidak diucapkan untuk sekadar didengar, melainkan dituliskan—agar diingat, dijaga, dan ditaati. Bagi orang Yahudi, perjanjian bukan hanya perasaan religius , melainkan juga tuntutan hidup . Perjanjian berarti terikat, dan berada di bawah komitmen kesetiaan yang nyata kepada Tuhan. Karena itu ayat ini menekankan satu hal penting: perjanjian berdiri di atas apa yang Tuhan firmankan , bukan pada asumsi manusia, tradisi kosong, atau emosi sesaat. Apa yang tertulis itulah yang mengikat. Menariknya, dari pihak Allah tidak ada keuntungan apa pun ...