Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Berhenti untuk Percaya

Gambar
Sabtu, 31 Januari 2026 Berhenti untuk Percaya Bacaan Alkitab : Keluaran 34:21           Setelah Allah menegaskan kembali identitas umat-Nya di tengah-tengah bangsa asing, pada Keluaran 34:21 Ia melanjutkan dengan mengajar bagaimana identitas itu dijalani melalui cara kerja yang sejati.   Allah memerintahkan umat-Nya untuk bekerja selama enam hari dan berhenti pada hari ketujuh. Perintah ini diberikan kepada bangsa Israel yang hidup dari hasil tanah, di mana ke masa membajak dan menuai merupakan waktu paling krusial. Dalam kondisi seperti itu, berhenti bekerja berarti mengambil risiko kehilangan hasil. Namun, justru di saat genting itulah Allah berkata “berhentilah.” P erintah ini bukan sekadar aturan tentang waktu, melainkan ujian iman. Allah sedang mengajar umat-Nya bahwa hidup tidak ditopang oleh kerja tanpa henti, melainkan oleh tangan-Nya yang setia memelihara. Dengan kata lain, Sabat adalah pengakuan iman yang nyata: Allah teta...

Menjadi Milik Allah di Tengah Arus Dunia

Gambar
Jumat, 30 Januari 2026 Menjadi Milik Allah di Tengah Arus Dunia Bacaan Alkitab : Keluaran 34: 18-20           Dalam bagian ayat 18-20, bangsa Israel yang hidup di tengah-tengah bangsa asing diingatkan untuk tetap hidup sesuai dengan identitas sejati mereka sebagai umat Allah. Allah menegaskan bahwa keberadaan mereka di lingkungan yang berbeda tidak boleh mengaburkan siapa mereka dan kepada siapa mereka menyembah. Ada dua cara utama untuk menunjukkan dan memelihara identitas tersebut yaitu : pertama , identitas umat Allah dinyatakan dengan senantiasa mengingat Allah sebagai Pencipta dan Penebus bahkan ketika hidup di tengah bangsa asing. Hal ini dapat dilakukan melalui perayaan hari raya roti tidak beragi yang mengingatkan Israel akan karya pembebasan Allah dari tanah Mesir (ay. 18). Dengan mengingat peristiwa pembebasan tersebut, Israel diajak untuk tidak sekadar menoleh ke masa lalu secara sentimental, melainkan menghadirkan kembali ( re-a...

Kompromi Kecil, Kejatuhan Besar

Gambar
Kamis, 29 Januari 2026 Kompromi Kecil, Kejatuhan Besar Bacaan Alkitab : Keluaran 34:15-17           Dalam Keluaran 34:15–17, Allah memperingatkan Israel dengan sangat serius agar mereka tidak mengikat perjanjian dengan penduduk negeri Kanaan. Peringatan ini bukan semata-mata soal hubungan sosial atau politik, melainkan soal kesetiaan rohani. Allah tahu bahwa kejatuhan umat-Nya jarang terjadi secara tiba-tiba; kejatuhan hampir selalu dimulai dari kompromi kecil yang dibiarkan. Allah tidak berkata, “Jangan langsung menyembah berhala,” tetapi justru menyoroti prosesnya: mengikat perjanjian → makan dari persembahan mereka → akhirnya menyembah ilah mereka. Ini menunjukkan bahwa dosa tidak bekerja secara instan, tetapi bertahap, halus, dan sering kali tampak tidak berbahaya. Yang berbahaya bukan hanya dosa besar, melainkan toleransi terhadap dosa kecil yang terus dinormalisasi.           Masalah utama manusia bukanlah besarnya dos...

Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi

Gambar
Rabu,   28 Januari 2026 Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi Bacaan Alkitab : Keluaran 34:12-14 Setelah kejatuhan Israel dalam dosa penyembahan anak lembu emas, pembaruan perjanjian dalam Keluaran 34 sering dibaca sebagai tanda kelembutan Allah. Namun pembacaan seperti ini berisiko menumpulkan pesan utama teks. Allah memang memperbaharui perjanjian-Nya, tetapi Ia melakukannya tanpa melunakkan tuntutan kekudusan-Nya. Pembaruan perjanjian bukanlah bentuk toleransi terhadap dosa, melainkan penegasan ulang otoritas Allah yang mutlak atas umat-Nya . Dalam Keluaran 34:12–14. Ia memberi peringatan yang jelas: jangan membuat perjanjian dengan bangsa-bangsa lain, jangan menyembah allah lain, dan jangan mencampuradukkan ibadah. Bahasa yang dipakai bukan bahasa tawar-menawar, melainkan bahasa perintah yang tidak bisa dinegosiasikan . Pembaruan perjanjian ini memperlihatkan sebuah kebenaran penting: kasih karunia Allah tidak membuat Dia menjadi permisif. Allah tetap tegas terhadap do...

Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian

Gambar
Selasa, 27 Januari 2026 Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 10-11 Keluaran 34:10–11 muncul dalam konteks yang sangat genting. Bangsa Israel baru saja melanggar perjanjian melalui dosa anak lembu emas (Kel. 32). Perjanjian yang baru saja diikat di Sinai seolah hancur sebelum sempat dijalani. Secara manusiawi, yang pantas diterima Israel adalah penolakan dan penghukuman total. Namun justru di tengah kegagalan umat, Allah kembali berbicara dan menyatakan firman-Nya. Ayat 10 dimulai dengan pernyataan ilahi yang tegas: “ Sesungguhnya, Aku mengikat perjanjian .” Ini bukan sekadar pengulangan perjanjian lama, melainkan penegasan ulang bahwa Allah dengan sadar memilih untuk tetap mengikat perjanjian dengan umat-Nya yang rapuh. Allah tidak menunggu Israel membuktikan kesetiaan terlebih dahulu. Ia berbicara sebagai Allah yang berdaulat, yang memegang kendali penuh atas relasi perjanjian itu. Lalu dalam ayat 11, Allah memerintahkan Israel untuk be...

Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya

Gambar
Senin, 26 Januari 2026 Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya Bacaan Alkitab : Keluaran 34:8-9 Keluaran 34:8–9 mencatat respons pertama manusia setelah Allah menyatakan nama dan karakter-Nya. Ayat ini dimulai dengan tindakan yang sangat cepat dan spontan: “ Lalu Musa langsung berlutut ke tanah dan sujud menyembah. ” Kata “Langsung” menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah yang menyatakan diri-Nya tidak pernah netral. Ketika kemuliaan Allah dinyatakan, manusia tidak bisa tinggal diam—ia akan tersungkur atau menjauh. Musa memilih tersungkur. Sikap Musa ini penting, karena ia bukan orang yang baru mengenal Tuhan. Ia telah berkali-kali berjumpa dengan Allah, memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, dan berbicara dengan Allah secara langsung. Namun setiap kali Allah menyatakan kemuliaan-Nya, respons Musa selalu sama: dengan kerendahan hati yang semakin dalam. Hal ini menegaskan bahwa kedewasaan rohani tidak membuat seseorang semakin tidak menghormati Tuhan, sebaliknya   mere...

Allah yang Menyatakan Diri-Nya

Gambar
Sabtu, 24 Januari 2026 Allah yang Menyatakan Diri-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:5–7 Dalam Keluaran 34:5–7, Allah tidak hanya bertindak, tetapi menyatakan siapa diri-Nya. Ia turun dalam awan, berdiri dekat Musa, dan diproklamasikan nama TUHAN. Ini adalah momen teofani—Allah yang berdaulat berinisiatif mendekat, bukan karena manusia layak, melainkan karena KemurahanNya, sehingga Ia berkenan menyatakan diri-Nya sendiri. Setelah kegagalan Israel dalam dosa anak lembu emas, Allah tidak menghilang, tetapi hadir dan berbicara. Pernyataan ini kemudian menjadi pengakuan iman Israel sepanjang sejarah:“TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia dan kesetiaan…” Karakter Allah digambarkan secara utuh dan seimbang. Ia penuh belas kasihan, panjang sabar, dan setia memelihara perjanjian-Nya. Namun pada saat yang sama, Ia tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman. Nada penghukuman tetap terdengar—Allah bukan Allah yang menutup mata terhadap dosa. K...

Tuhan yang Tidak Menyerah pada Umat-Nya

Gambar
Jumat, 23 Januari 2026 Tuhan yang Tidak Menyerah pada Umat-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:1–4 Keluaran 34:1–4 membawa kita pada sebuah momen yang sangat menentukan dalam hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel. Ini bukanlah kisah tentang keberhasilan manusia, melainkan tentang kesetiaan Tuhan di tengah kegagalan umat-Nya . Setelah bangsa Israel menyembah anak lembu emas dan melanggar perjanjian Tuhan, Musa marah dan menghancurkan loh batu itu , menunjukkan bahwa dosa umat telah merusak hubungan perjanjian dengan Allah. Namun yang mengejutkan, Tuhan tidak mengakhiri cerita itu dengan penghukuman semata. Tuhan justru memulihkan. Ia memerintahkan Musa untuk memahat dua loh batu yang baru. Tindakan ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan membuat perjanjian, selalu ada pemulihan . Tuhan adalah Allah yang berinisiatif memulihkan, bahkan ketika manusia tidak layak untuk dipulihkan. Loh batu yang baru ini bukan sekadar pengganti loh yang lama. Loh itu adalah tanda nyata bahwa Tuhan ma...

Melihat Allah dalam Batas Kasih Karunia

Gambar
Kamis, 22 Januari 2026 Melihat Allah dalam Batas Kasih Karunia   Bacaan Alkitab: Keluaran 33:21–23 Dalam Keluaran 33:21–23, Allah menjawab permohonan Musa dengan menjelaskan bagaimana dan sejauh mana Ia berkenan menyatakan diri-Nya. Allah menempatkan Musa di suatu “tempat dekat-Ku,” di atas gunung batu. Hal ini menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah selalu dimulai dari inisiatif Allah sendiri, bukan dari usaha manusia. Manusialah yang diundang untuk mendekat, bukan Allah yang dipaksa untuk menyatakan diri. Ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya, Musa ditempatkan di celah gunung batu dan ditudungi oleh tangan Allah. Ini mengajarkan bahwa Allah yang menyatakan diri-Nya adalah Allah yang sama yang melindungi manusia dari kedahsyatan kemuliaan-Nya. Kemuliaan Allah bukan hanya indah, tetapi juga kudus dan dahsyat. Tanpa perlindungan dan kasih karunia Allah, manusia berdosa tidak sanggup melihat Allah dan tetap hidup. Allah menegaskan bahwa Musa hanya dapat melihat “belakang-Ku,” s...

Melihat Kemuliaan Tuhan di Tengah Kerapuhan

Gambar
Rabu, 21 Januari 2026 Melihat Kemuliaan Tuhan di Tengah Kerapuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 33: 18-20 Dalam Keluaran 33, Musa berdiri di hadapan Tuhan bukan sebagai pemimpin yang kuat dan penuh percaya diri, melainkan sebagai seorang hamba yang sedang terluka dan terbeban. Bangsa Israel baru saja jatuh ke dalam dosa besar dengan menyembah anak lembu emas. Musa merasa gagal memimpin umat yang keras kepala, dan ia sadar bahwa tanpa kehadiran Tuhan, ia tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian. Di tengah krisis itu, Musa tidak meminta kekuasaan, strategi, atau tanda yang luar biasa, melainkan memohon, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku” (ay. 18). Permintaan ini bukan sekadar keinginan melihat Allah dengan mata jasmani, tetapi kerinduan untuk memperoleh kepastian bahwa Tuhan tetap menyertai dan berkenan berjalan bersama umat-Nya. Jawaban Tuhan mengingatkan Musa—dan kita—bahwa Allah adalah kudus dan tidak dapat didekati sembarangan (ay. 19a, 20). Tidak ada...

Identitas yang Ditandai oleh Penyertaan Tuhan

Gambar
Selasa, 20 Januari 2026             Identitas yang Ditandai oleh Penyertaan Tuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 33:15–17 Saudara yang terkasih, setelah kejatuhan besar bangsa Israel dalam dosa anak lembu emas, hubungan mereka dengan Tuhan berada dalam keadaan yang rapuh. Tuhan memang tetap berjanji membawa mereka ke tanah perjanjian, tetapi tanpa kepastian bahwa Ia sendiri akan berjalan bersama mereka. Di tengah situasi inilah Musa menyatakan sebuah pengakuan iman yang sangat mendalam: “jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” Bagi Musa, tujuan perjalanan bukanlah hal utama. Tanah perjanjian, keberhasilan, dan masa depan tidak berarti apa-apa jika Tuhan tidak hadir di tengah umat-Nya. Musa menyadari bahwa tanpa penyertaan Tuhan, Israel akan kehilangan identitas mereka sebagai umat pilihan. Mereka tidak berbeda dengan bangsa-bangsa lain jika Tuhan tidak berjalan bersama mereka. Saudara, Musa kemudian menegas...

Menyaksikan Anugerah Allah

Gambar
Senin, 19 Januari 2026 Menyaksikan Anugerah Allah Bacaan Alkktab : Keluaran 33:12 Saudara, konteks dari ayat ini menunjukkan bahwa Musa adalah satu-satunya orang yang menerima petunjuk langsung dari Allah untuk memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian sesuai dengan jalan yang Allah kehendaki. Namun pada waktu itu, Allah telah menjauh dari bangsa Israel karena dosa penyembahan patung lembu emas. Tanpa pimpinan Allah melalui Musa, bangsa Israel akan berjalan tanpa arah di padang gurun — dan itu sama saja dengan menuju kebinasaan. Menyadari hal itu, Musa merasa takut dan gentar. Jika Allah bisa menolak untuk tinggal di tengah bangsa Israel yang begitu besar namun keras kepala, apalagi terhadap seorang manusia seperti Musa. Musa menyadari bahwa hanya karena kasih karunia Tuhanlah ia dapat luput dari murka Allah. Musa melihat anugerah Allah bahkan di tengah hukuman yang dijatuhkan kepada bangsanya. Dalam masa penghukuman itu, Musa menyaksikan bagaimana Allah tetap menunjukkan ...

Bertahan dalam Hadirat di Tengah Kekeringan

Gambar
Sabtu, 17 Januari 2026 Bertahan dalam Hadirat di Tengah Kekeringan Bacaan Alkitab : Keluaran 33:7–11 Keluaran 33:7–11 lahir dari konteks yang gelap. Bangsa Israel baru saja jatuh dalam dosa besar—mereka membentuk anak lembu emas dan menyamakan Allah yang kudus dengan buatan tangan manusia. Akibatnya, relasi perjanjian terguncang. Hadirat Allah yang seharusnya diam di tengah perkemahan kini menjadi masalah, bukan lagi kenyamanan. Alkitab mencatat bahwa Musa mengambil Kemah Pertemuan dan mendirikannya di luar perkemahan , jauh dari pusat aktivitas bangsa. Ini bukan sekadar perubahan lokasi, melainkan tindakan simbolik dan spiritual. Ketika dosa membuat Allah tidak lagi berdiam di tengah umat secara kolektif, Musa tidak menunggu pemulihan nasional untuk mencari Tuhan. Ia mengambil tanggung jawab personal atas relasinya sendiri dengan Tuhan. Menariknya, Alkitab tidak menggambarkan Musa sebagai manusia yang kebal terhadap kelelahan rohani. Musa tetap manusia rapuh. Ia memikul keke...

Ketika Berkat Menjadi Teguran

Gambar
Jumat 16 Januari 2026              Ketika Berkat Menjadi Teguran   Bacaan Alkitab : Keluaran 33:4–6 Ketika bangsa Israel mendengar firman Tuhan yang keras—bahwa Allah tidak akan berjalan di tengah-tengah mereka karena ketegaran tengkuk mereka—respons mereka sangat berbeda dari sebelumnya. Alkitab mencatat bahwa mereka berkabung, tidak ada seorang pun yang mengenakan perhiasannya. Teguran Tuhan membuka mata mereka. Untuk pertama kalinya setelah pemberontakan anak lembu emas, bangsa itu menyadari bahwa masalah terbesar mereka bukan sekadar kehilangan arah, melainkan kehilangan kehadiran Tuhan sendiri. Perhiasan yang mereka lepaskan bukan benda netral. Perhiasan itu awalnya adalah pemberian Tuhan. Ketika mereka keluar dari Mesir, Tuhan sendiri yang menggerakkan hati orang Mesir untuk memberikan emas dan perhiasan kepada mereka. Berkat itu diberikan sebagai tanda pemeliharaan dan penyertaan Allah. Namun ironisnya, perhiasan yang Tuhan berikan just...

Diberkati Tanpa Hadirat

Gambar
Kamis, 15 Januari 2026 Diberkati Tanpa Hadirat Bacaan Alkitab : Keluaran 33: 1-3 Perikop tentang “Tuhan mengutus malaikat-Nya” dalam Keluaran 33:1–3 terjadi setelah peristiwa dosa besar bangsa Israel, yaitu pembuatan patung lembu emas (Kel. 32). Akibat ketidaktaatan tersebut, murka Tuhan menyala atas Israel dan Ia menjatuhkan hukuman kepada mereka. Namun demikian, Tuhan tetap memerintahkan Musa untuk membawa bangsa Israel melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian, sebagai penggenapan janji-Nya kepada Abraham dan keturunannya (Kej. 12:1–2). Tuhan berjanji akan mengutus malaikat-Nya berjalan di depan mereka untuk menghalau bangsa-bangsa musuh, sehingga Israel dapat masuk ke negeri yang berlimpah susu dan madu. Akan tetapi, terdapat perbedaan yang sangat signifikan dalam penyertaan Tuhan kali ini. Sebagai konsekuensi dari dosa mereka, Tuhan menyatakan bahwa Ia sendiri tidak akan berjalan di tengah-tengah bangsa itu, melainkan hanya mengutus malaikat-Nya. Hukuman utama yang Israel t...

Rencana Allah Tak Bergantung pada Kita

Gambar
Rabu, 14 Januari 2026   Rencana Allah Tak Bergantung pada Kita   Bacaan Alkitab : Keluaran 32:30-35 Saudara yang terkasih, Bangsa Israel baru saja jatuh dalam pemberontakan besar melalui peristiwa anak lembu emas. Dosa itu serius, terbuka, dan dilakukan secara kolektif. Namun yang mengejutkan bukan hanya besarnya dosa tersebut, melainkan kenyataan bahwa rencana Allah tidak runtuh karenanya. Di sinilah kita melihat dua kebenaran berjalan bersamaan: Allah tidak membatalkan rencana-Nya, tetapi Ia juga tidak mengabaikan dosa umat-Nya. Karena itu, bangsa Israel tetap harus menanggung hukuman Tuhan. Generasi yang keluar dari Mesir—yang menyaksikan mujizat demi mujizat—akhirnya tidak diizinkan masuk ke Tanah Kanaan. Pemberontakan demi pemberontakan, termasuk dosa anak lembu emas, menyingkapkan hati yang keras dan tidak setia. Allah setia pada firman-Nya: dosa selalu membawa konsekuensi, dan hukuman itu nyata. Namun kegagalan satu generasi tidak pernah berarti kegagalan rencana ...

Iman Yang Berdiri Berseberangan Dengan Dunia

Gambar
Selasa, 13 Januari 2026 Iman Yang Berdiri Berseberangan Dengan Dunia   Bacaan Alkitab : Keluaran 32:25-29 Kisah dalam Keluaran 32:25–29 membawa kita pada satu momen krusial dalam sejarah umat Allah: saat iman tidak lagi bisa disembunyikan di balik simbol, tetapi harus dinyatakan lewat keberpihakan yang tegas. Setelah dosa anak lembu emas, Musa berdiri di pintu perkemahan dan berseru, “Siapa di pihak TUHAN, datanglah kepadaku!” (Kel. 32:26). Seruan ini bukan sekadar ajakan emosional, melainkan pemisahan rohani yang tajam. Di hadapan dosa yang telah dinormalisasi, Tuhan tidak menawarkan jalan tengah. Ayat ini menyingkapkan prinsip mendasar iman Alkitabiah: kesetiaan kepada Allah selalu menuntut sikap yang jelas. Orang Lewi yang datang kepada Musa tidak hanya menyatakan iman dengan kata-kata, tetapi dengan ketaatan yang mahal dan berisiko. Tindakan mereka menunjukkan bahwa kekudusan Allah tidak bisa dipelihara melalui toleransi terhadap dosa, melainkan melalui ketaatan yang rela keh...

Menutupi Dosa

Gambar
Senin, 12 Januari 2026 Menutupi Dosa   Bacaan Alkitab : Keluaran 32:21-24 Ayat-ayat ini menggambarkan percakapan antara Musa dan Harun setelah bangsa Israel berdosa kepada Allah dengan membuat patung anak lembu emas. Musa datang dengan kemarahan besar dan rasa khawatir yang mendalam karena tahu bahwa dosa itu bisa membawa hukuman berat bagi bangsa Israel. Sementara itu, Harun tampak tidak menyadari betapa seriusnya dosa yang telah mereka lakukan. Harun menunjukkan contoh kepemimpinan yang gagal. Ia lebih memilih mengikuti keinginan banyak orang daripada menaati perintah Allah. Ia tidak memahami tanggung jawab dan akibat dari dosa di hadapan Tuhan. Dalam percakapan itu, Harun bahkan menyalahkan bangsa Israel atas perbuatannya sendiri. Ia berkata bahwa bangsanya itu jahat dan memaksanya membuat patung lembu emas, seolah-olah ia tidak punya pilihan lain. Lebih parah lagi, Harun mencoba menutupi kesalahannya dengan kebohongan. Ia mengatakan bahwa patung lembu emas itu terbentuk se...