Menutupi Dosa

Senin, 12 Januari 2026
Menutupi Dosa 
Bacaan Alkitab : Keluaran 32:21-24


Ayat-ayat ini menggambarkan percakapan antara Musa dan Harun setelah bangsa Israel berdosa kepada Allah dengan membuat patung anak lembu emas. Musa datang dengan kemarahan besar dan rasa khawatir yang mendalam karena tahu bahwa dosa itu bisa membawa hukuman berat bagi bangsa Israel. Sementara itu, Harun tampak tidak menyadari betapa seriusnya dosa yang telah mereka lakukan.

Harun menunjukkan contoh kepemimpinan yang gagal. Ia lebih memilih mengikuti keinginan banyak orang daripada menaati perintah Allah. Ia tidak memahami tanggung jawab dan akibat dari dosa di hadapan Tuhan. Dalam percakapan itu, Harun bahkan menyalahkan bangsa Israel atas perbuatannya sendiri. Ia berkata bahwa bangsanya itu jahat dan memaksanya membuat patung lembu emas, seolah-olah ia tidak punya pilihan lain. Lebih parah lagi, Harun mencoba menutupi kesalahannya dengan kebohongan. Ia mengatakan bahwa patung lembu emas itu terbentuk secara ajaib—bahwa setelah ia melempar emas ke dalam api, tiba-tiba muncullah lembu emas itu. Ia berusaha membuat dosa tampak seperti mujizat, seolah-olah Tuhan ikut campur tangan dalam perbuatan yang jahat itu.

Saudara, peristiwa ini memberi pelajaran yang sangat berharga. Sikap seperti Harun sering kali masih terjadi hingga sekarang. Banyak orang, ketika berbuat salah, bukannya segera bertobat, malah mencari alasan untuk membenarkan diri. Kita sering berkata, Saya berdosa karena keadaan,” atau, “Saya terpaksa,” bahkan menyalahkan orang lain atas dosa yang kita lakukan. Lebih buruk lagi, ada yang mencoba menutupi dosa dengan kebohongan rohani—mengatakan bahwa Tuhan memberkati atau menolong dalam hal yang sebenarnya dosa. Misalnya berkata, “Puji Tuhan, karena berkat Tuhan saya bisa mendapatkan ini,” padahal yang diperoleh adalah hal yang tidak benar.

Inilah bentuk dosa yang sangat dalam—ketika manusia menipu dirinya sendiri dan menyeret nama Allah ke dalam kebohongan. Karena itu, mari kita belajar dari kesalahan Harun. Jangan menutupi dosa dengan alasan atau kebohongan. Segeralah datang kepada Tuhan, akui kesalahan kita, dan mintalah ampun dengan hati yang sungguh-sungguh. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” — 1 Yohanes 1:9 

Saudara, apakah saudara masih bersikap seperti Harun? Jika iya. Segeralah datang kepada Tuhan, akui kesalahan saudara, dan mintalah ampun dengan hati yang sungguh-sungguh. (TM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan