Setia Tanpa Sorotan
Setia Tanpa Sorotan
Bacaan Alkitab : Bilangan 2:25–34
Bilangan
2:25–34 menggambarkan pengaturan umat Israel dalam perjalanan mereka. Di
sebelah utara Kemah Suci ditempatkan panji perkemahan Dan, yang terdiri dari
suku Dan, Asyer, dan Naftali (ay. 25–31). Dan menjadi pemimpin kelompok
tersebut, sedangkan Asyer dan Naftali mengikuti di bawah panji yang sama.
Jumlah mereka sangat besar, yaitu 157.600 orang (ay. 32), sehingga menjadi
salah satu kelompok terbesar dalam perkemahan Israel. Setelah seluruh susunan
suku dijelaskan, Musa menegaskan bahwa orang Israel melakukan semuanya sesuai
dengan perintah Tuhan (ay. 34). Hal Ini
menunjukkan bahwa setiap suku memiliki tempat, dan tanggungjawab dalam tata
kehidupan umat Allah. Mereka tidak ditempatkan secara acak, tetapi mengikuti
susunan yang telah ditetapkan Allah.
Bilangan
2:31 menyatakan bahwa pada saat bangsa Israel berjalan maka kelompok Dan akan bergerak “paling belakang
menurut panji-panji mereka.” Dalam konteks menetap dalam perkemahan, mereka
berada di sebelah utara Kemah Suci; tetapi ketika umat Israel bergerak,
kelompok Dan menjadi barisan penutup. Para Teolog PL memberikan perhatian
khusus pada pengaturan ini. Dan memiliki 62.700 orang (Bil. 2:26), sehingga
merupakan kelompok terbesar kedua setelah Yehuda yang berjumlah 74.600 orang
(Bil. 2:4). Bilangan 2:31 menyatakan
bahwa ketika bangsa Israel berangkat, kelompok Dan berjalan paling belakang
menurut panji-panji mereka. Posisi ini tidak perlu dipahami sebagai tanda bahwa Dan
memiliki nilai yang lebih rendah daripada kelompok lain. Sebaliknya, terdapat pertimbangan strategis
dalam formasi perjalanan. Dua kelompok yang besar berada di bagian depan dan
belakang, sehingga keseluruhan umat—termasuk Kemah Suci—berada dalam susunan
yang lebih terlindungi. Selain itu yang terpenting, Musa menegaskan bahwa
seluruh Israel menjalankan susunan tersebut sesuai dengan perintah Tuhan.
Saudara, gambaran
ini relevan bagi kehidupan jemaat masa kini. Dalam pelayanan gereja, ada
orang-orang yang berada di depan dan mudah terlihat: pengkhotbah, pemimpin
pujian, pemimpin ibadah, atau pengurus. Namun ada pula yang melayani tanpa
banyak diketahui: pendoa, penyambut jemaat, guru sekolah minggu, orang yang
mempersiapkan ruangan, mengunjungi yang sakit, mengurus administrasi, memberi
dukungan dana, atau melayani keluarga dengan setia. Semuanya memiliki tempat
dalam tubuh Kristus. 1 Korintus 12:18 berkata, “Tetapi Allah telah memberikan
kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti
yang dikehendaki-Nya.” Karena itu, jangan mengukur arti pelayanan berdasarkan
posisi, popularitas, atau jumlah orang yang melihatnya. Tuhan melihat kesetiaan.
Kolose 3:23 mengingatkan agar segala sesuatu dikerjakan “seperti untuk
Tuhan dan bukan untuk manusia.” Bahkan pelayanan yang dilakukan di tempat yang
tidak terlihat dapat menjadi bagian penting dalam menjaga, menopang, dan
menguatkan perjalanan jemaat.
Refleksi : Bagaimana saya dapat menjalankan pelayanan dengan lebih setia meskipun tidak terlihat? Suku Dan tidak berada di depan, tetapi mereka tetap memiliki tempat dan tanggung jawab dalam perjalanan umat Allah. Mereka bukan sekadar kelompok yang berjalan di belakang; mereka menjadi bagian dari formasi yang menjaga keteraturan perjalanan seluruh umat. Demikian pula dalam gereja: tidak semua orang dipanggil untuk berada di depan, tetapi setiap orang dipanggil untuk setia di tempat yang Tuhan percayakan. Nilai pelayanan bukan ditentukan oleh seberapa banyak mata manusia melihat, melainkan oleh seberapa sungguh kita melakukannya bagi Tuhan. (TH)

Komentar
Posting Komentar