Sin Of Omission – Dosa Kelalaian

Rabu, 22 April 2026
Sin Of Omission – Dosa Kelalaian 
Bacaan Alkitab : Imamat 5: 1-6

 

Bagian pertama dalam pasal 5 ini menyoroti jenis dosa yang sering tampak kecil, tersembunyi bahkan tidak disengaja dalam kehidupan sehari-hari. Dosa-dosa tersebut muncul ketika seseorang berdosa karena diam saat mengetahui kebenaran, ketika ia menjadi najis tanpa sadar karena menyentuh yang najis, atau ketika ia mengucapkan sumpah secara ceroboh. Hal ini mungkin terlihat sepele di mata manusia, tetapi tidak di hadapan Allah yang kudus. Pada ay. 5-6 Allah menuliskan bahwa dosa-dosa tersebut tetap memerlukan pengakuan dan penebusan melalui korban penebus dosa berupa kambing atau domba betina yang tidak bercela. Sehingga, Imam dapat mengadakan pendamaian dengan Allah.

Saudara, salah satu dosa yang disebut di atas adalah dosa karena diam. Para ahli perjanjian lama melihat ayat ini sebagai gambaran dari apa yang disebut  dosa kelalaian (sin of omission). Sin of omission terjadi saat hati kita tahu apa yang benar, tangan kita mampu untuk melakukannya, tetapi kita memilih untuk tidak bergerak. Dosa bukan hanya saat kita melakukan yang salah, tetapi juga saat kita gagal melakukan yang benar ketika Allah memberikan kesempatan, pengetahuan, dan kemampuan untuk melakukannya. Prinsip ini ditegaskan kembali dalam Perjanjian Baru, “ Jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” (Yakobus 4: 17). Alkitab memberikan gambaran nyata tentang dosa ini melalui suatu perumpamaan yang sangat kita kenal, yaitu kisah orang Samaria yang murah hati dalam Lukas 10: 25-37. Imam dan orang Lewi tidak memukul atau merampok orang yang terluka itu. Namun mereka berdosa karena memilih untuk tidak menolong meskipun mereka melihat dengan jelas ada orang yang membutuhkan pertolongan.

Pada masa kini mungkin kita tidak pernah melakukan kejahatan besar. Namun, mungkinkah kita sering berjalan melewati “orang yang terluka” dalam hidup kita? Kita diam saat melihat ketidakadilan di tempat kerja, tidak menolong saat sebenarnya kita mampu menolong, tidak menegur dalam kasih saat melihat saudara jatuh dalam dosa, tidak mendoakan saat Allah telah menggerakkan hati kita. Semua itu dapat menjadi bentuk sin of omission. Dosa ini berbahaya karena terlihat tidak berbahaya. Ia akan menjadikan hati menjadi tumpul tanpa kita sadari dan perlahan mengikis kasih dalam diri kita. Karena itu, Firman Tuhan hari ini mengajak kita bukan hanya untuk menghindari kejahatan, tetapi juga untuk peka terhadap kesempatan berbuat kebaikan yang Tuhan letakkan di sekitar kita. Jika hari ini Roh Kudus menyadarkan kita akan kelalaian-kelalaian tersebut, jangan mengeraskan hati. Datanglah kepada Tuhan, akui dosa itu di hadapan-Nya, dan mintalah pertolongan-Nya agar kita bertumbuh dalam kesalehan dan kepekaan rohani. Mungkin hari ini kita tidak melakukan kejahatan apa pun. Tetapi mungkinkah kita telah melewatkan banyak kesempatan untuk melakukan kebaikan? Mari evaluasi hati dan sikap kita dengan jujur di hadapan Allah. Jika kita menyadari ada sin of omission – dosa kelalaian yang kita lakukan mari akui dan bertumbuh dalam kesalehan di hadapan-Nya. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan