Berbeda Tugas, Setara Nilainya
Berbeda Tugas, Setara Nilainya
Bilangan 4:29–33 melanjutkan pengaturan tugas orang Lewi dalam pelayanan Kemah Pertemuan. Setelah tugas bani Gersyon dijelaskan, Musa diperintahkan untuk menghitung dan mengatur bani Merari menurut kaum-kaum mereka. Mereka mendapat tanggung jawab atas bagian-bagian Kemah Pertemuan yang bersifat teknis dan berat: papan, kayu lintang, tiang, alas, pasak, tali-temali, dan berbagai perlengkapannya. Sekilas, pekerjaan ini mungkin terlihat sederhana karena lebih banyak berkaitan dengan mengangkat dan mengatur benda-benda secara fisik. Namun, dalam keseluruhan pelayanan Kemah Pertemuan, tugas tersebut bukan pekerjaan sampingan. Ada bagian-bagian yang harus dikerjakan oleh Gersyon, ada yang dipercayakan kepada Merari, dan ada pula yang menjadi tanggung jawab kelompok lainnya. Masing-masing memiliki tugas yang berbeda, tetapi semuanya berada dalam satu pekerjaan yang sama, yaitu menjaga Kemah Pertemuan tetap dapat digunakan dalam kehidupan umat Israel.
Dari sini kita melihat bahwa perbedaan tugas tidak berarti
perbedaan nilai. Tuhan memang memberikan tanggung jawab yang berbeda kepada
setiap kelompok, tetapi teks tidak menunjukkan bahwa satu pekerjaan lebih
bermartabat daripada pekerjaan lainnya hanya karena sifatnya berbeda. Gersyon
dan Merari tidak melakukan pekerjaan yang sama, tetapi pekerjaan mereka
sama-sama diperlukan. Kemah Pertemuan tidak dapat berjalan hanya dengan
pekerjaan yang dianggap penting secara lahiriah; bagian-bagian yang teknis,
berat, dan mungkin tidak banyak terlihat juga memiliki tempatnya sendiri.
Karena itu, nilai sebuah pekerjaan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa
bergengsi pekerjaan tersebut, seberapa banyak orang melihatnya, atau apakah
pekerjaan itu lebih banyak menggunakan pikiran atau tenaga. Yang penting adalah
bahwa pekerjaan tersebut merupakan tanggung jawab yang dipercayakan dan
dilakukan dengan sungguh-sungguh. Pembagian tugas kaum Lewi ini menunjukkan
bahwa pelayanan melibatkan tanggung jawab yang berbeda-beda. Dalam
penerapannya, kita dapat belajar bahwa perbedaan tugas tidak seharusnya menjadi
alasan untuk meremehkan pekerjaan atau orang yang mengerjakannya
Hal ini menjadi penting untuk kita renungkan hari ini karena
masyarakat sering membuat tingkatan dalam pekerjaan. Pekerjaan yang menggunakan
pendidikan tinggi dan kemampuan intelektual sering dianggap lebih bernilai,
sementara pekerjaan yang mengandalkan tenaga fisik atau keterampilan teknis
kadang dipandang lebih rendah. Cara pandang seperti ini juga dapat masuk ke
dalam kehidupan gereja. Kita bisa lebih menghargai orang yang berdiri di depan
daripada mereka yang bekerja di belakang layar. Padahal, seperti Gersyon dan
Merari, banyak orang menjalankan tugas yang tidak selalu terlihat tetapi sangat
menentukan apakah sebuah pekerjaan dapat berjalan dengan baik. Karena itu,
jangan mengukur nilai seseorang dari jenis pekerjaannya. Ada pekerjaan yang
berbeda, tetapi tidak berarti ada manusia yang lebih berharga daripada manusia
lainnya. Setiap orang yang menjalankan tanggung jawabnya dengan setia sedang
mengambil bagian dalam sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Komentar
Posting Komentar