Hormati Kekudusan Allah
Hormati Kekudusan Allah
Kitab Imamat dituliskan melalui Musa di padang gurun
Sinai sebagai panduan tatanan hidup dan ibadah bagi bangsa Israel yang baru
keluar dari perbudakan Mesir. Sebagai umat yang baru dibebaskan, Israel perlu
dibentuk ulang agar memiliki identitas yang kudus dan berbeda dari
bangsa-bangsa yang tidak percaya di sekitarnya. Aturan mengenai persembahan dan
nazar dalam Imamat 27 ini ditulis untuk menetapkan batas-batas yang jelas dalam
ibadah , persembahan, dan menegaskan bahwa apa yang telah dikhususkan bagi Allah tidak dapat
diperlakukan menurut kehendak manusia.
Imamat
27:26–29 membahas beberapa hal yang
memiliki status khusus di hadapan Allah, khususnya anak sulung hewan yang sejak
awal telah menjadi milik Tuhan. Teks ini memberikan ketetapan tegas bahwa anak
sulung hewan tidak boleh lagi dinazarkan atau dikuduskan secara khusus, sebab
sejak awal anak sulung memang sudah menjadi milik Tuhan secara otomatis. Selain
itu, bagian ini mengatur tentang cherem yaitu sesuatu yang
diasingkan atau dikhususkan secara mutlak bagi Tuhan dan karena itu . tidak
dapat diperlakukan sebagai milik biasa yang dapat dijual, ditebus, atau diambil
kembali. Adapun prinsip utama dari bagian ini adalah agar bangsa Israel
menghormati ketetapan Allah dengan tidak mengklaim apa yang sudah menjadi
milik-Nya atau memperlakukan
sesuatu yang telah dikhususkan bagi Allah menurut kepentingan mereka sendiri.
Apa relevansinya bagi jemaat Tuhan dimasa kini? Bagi jemaat Tuhan masa kini, teks ini sangat relevan untuk menguji kejujuran dan integritas hati kita dalam mengikut Kristus. Kita sering kali bersikap seolah-olah memberikan sesuatu yang "luar biasa" kepada Tuhan, padahal hidup, waktu, talenta, dan harta yang kita miliki pada dasarnya adalah milik-Nya sejak awal. Relevansinya mengingatkan jemaat agar tidak bersikap manipulatif dalam beribadah—seperti memberi dengan harapan menuntut imbalan—melainkan mempersembahkan hidup secara penuh dengan rasa takut dan hormat akan kekudusan Allah, menyadari bahwa apa yang telah dikuduskan bagi-Nya adalah mutlak milik-Nya. (SH)

Komentar
Posting Komentar