Kehidupan Kita Selalu Mempengaruhi Orang Lain
Kehidupan Kita Selalu Mempengaruhi Orang Lain
Bacaan Alkitab : Imamat 15:1-12
Imamat 15:1-12 berbicara tentang seorang
laki-laki yang mengalami lelehan dari tubuhnya. Kemungkinan besar yang dimaksud
adalah penyakit kelamin yang menular atau suatu gangguan kesehatan yang tidak
normal. Dalam hukum Taurat, kondisi ini membuat seseorang menjadi najis.
Menariknya, ketidaknajisan tersebut tidak hanya melekat pada orang yang
mengalaminya, tetapi juga menyentuh benda-benda yang digunakannya dan
orang-orang yang bersentuhan dengannya. Tempat tidur, kursi, pakaian, bahkan
orang yang menyentuhnya turut menjadi najis dan harus menjalani proses
pentahiran.
Melalui ketetapan ini, Tuhan sedang
mengajarkan suatu prinsip yang sangat penting bagi kehidupan rohani umat-Nya:
kehidupan umatnya bersifat komunal; Apa yang ada dalam diri kita pada akhirnya akan
mempengaruhi orang-orang di sekitar kita. Sama seperti penyakit yang dapat
menular, demikian pula sikap, perkataan, kebiasaan, dan keputusan yang kita
ambil dapat memberikan dampak kepada lingkungan tempat kita hidup. Secara
rohani, lelehan yang tidak normal ini dapat menggambarkan sesuatu yang tidak
sehat dalam kehidupan batin seseorang. Dosa yang dipelihara, kepahitan yang
tidak diselesaikan, kemarahan yang terus dipendam, kebiasaan buruk yang
dibiarkan, atau pola hidup yang menjauh dari Tuhan tidak akan berhenti pada
diri sendiri. Cepat atau lambat, semuanya akan mempengaruhi keluarga, pasangan,
anak-anak, teman, rekan kerja, bahkan komunitas rohani tempat seseorang berada.
Alkitab mengingatkan dalam 1 Korintus 15:33, “Pergaulan yang buruk merusakkan
kebiasaan yang baik.” Ayat ini menunjukkan bahwa pengaruh seseorang bisa begitu
kuat terhadap orang lain. Sebaliknya, kehidupan yang dekat dengan Tuhan juga
dapat menjadi berkat yang menular. Sikap yang penuh kasih, perkataan yang
membangun, keteladanan dalam integritas, dan kesetiaan dalam mengikuti Tuhan
dapat menguatkan iman orang lain dan membawa mereka semakin dekat kepada
Kristus. Karena itu, kita perlu menyadari bahwa setiap hari kita sedang
memberikan pengaruh. Tidak ada seorang pun yang hidup hanya untuk dirinya
sendiri. Orang lain memperhatikan cara kita berbicara, merespons masalah,
memperlakukan sesama, dan menjalani kehidupan iman kita. Pertanyaannya adalah:
pengaruh seperti apakah yang sedang kita berikan? Imamat 15 mengajak kita untuk
memeriksa diri dengan jujur. Saudara,
Apakah ada sesuatu yang “tidak normal” secara rohani yang sedang kita biarkan
terus mengalir dalam hidup kita? Jika ada, bawalah itu kepada Tuhan agar
dipulihkan. Jangan biarkan hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya menyebar dan
melukai orang lain melalui hidup kita.
Biarlah kiranya Tuhan menolong kita hidup dalam kekudusan dan tanggung
jawab, sehingga kehadiran kita menjadi saluran berkat, membawa terang Kristus,
dan memberikan pengaruh yang membangun bagi setiap orang yang Tuhan tempatkan
di sekitar kita. (FS)

Komentar
Posting Komentar