Dari Allah. Bagi Allah.

Senin, 4 Mei 2026
Dari Allah. Bagi Allah. 
Bacaan Alkitab : Imamat 7:7-10


Ayat Imamat ini menjelaskan tentang pembagian dan penggunaan hewan penebus salah. Selain ada bagian yang dikhususukan bagi Allah – biasanya berupa lemak dan bagian tertentu dari tubuh hewan. Ada juga bagian lainnya yang diperuntukan bagi para imam dan keluarganya. Bagian bagi imam itu ada yang untuk untuk dikonsumsi, ada juga yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kehidupan mereka.

          Melalui ketetapan ini, Allah sedang membentuk identitas umat-Nya melalui suatu siklus institusional yang mengatur keseimbangan antara kehidupan sehari-hari dan kehidupan spiritual. Persembahan yang diberikan kepada Allah bukan hanya menjadi wujud ibadah, tetapi juga menjadi sarana pemeliharaan bagi sebagian umat, yaitu para imam dan keluarganya. Para imam—yang berasal dari suku Lewi—tidak menerima tanah pusaka seperti suku-suku Israel lainnya. Mereka juga tidak bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup melalui pertanian, peternakan, atau perdagangan. Sebaliknya, mereka mengabdikan hidup sepenuhnya untuk melayani di Kemah Pertemuan atau Bait Allah serta menyelenggarakan ibadah bagi umat.

Pada saat ini para imam itu seperti Hamba Tuhan penuh waktu yang bekerja dan melayani di gereja atau lembaga-lembaga kekristenan lainnya. Mereka mendedikasikan waktu mereka secara penuh untuk pekerjaan lembaga dan kelangsungan ibadah dan penggembalaan umat di gereja, karena tidak mungkin mereka mengerjakan hal tersebut sambil sibuk bekerja untuk membiayai penghidupan mereka. Sama seperti para imam tadi, mereka dipelihara Tuhan melalui sistem siklus yang ada dalam gereja. Mereka tidak dibayar oleh jemaat, karena persembahan jemaat sejatinya ditujukan kepada Allah. Persembahan bukan proses transaksi dengan mereka, atau proses pembiayaan bagi mereka, melainkan dipersembahkan bagi Allah dan digunakan untuk pekerjaan Kerajaan-Nya.

Demikian juga dengan bagi para Hamba Tuhan tersebut, persembahan yang terkumpul adalah milik Allah yang wajib dikelola dengan penuh tanggung jawab dan hormat kepada Allah. Tidak benar jika mengambil bagian tersebut terlalu besar, hingga menghambat  pekerjaan Tuhan. Pusat dari semua aktifitas ini adalah Allah, bagi yang memberi persembahan, maupun bagi pengelola dan imam yang mendapat bagian, semuanya bagi Allah dan semuanya juga mendapatkan berkat dari Allah. (TM)

Refleksi : Saat Anda membawa persembahan kepada Allah, Anda turut ambil bagian dalam karya Kerajaan Allah untuk memelihara umat-Nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Yesus Disalibkan

Kesaksian Paulus dalam Penjara