Dari Allah. Bagi Allah.
Dari Allah. Bagi Allah.
Ayat
Imamat ini menjelaskan tentang pembagian dan penggunaan hewan penebus salah.
Selain ada bagian yang dikhususukan bagi Allah – biasanya berupa lemak dan
bagian tertentu dari tubuh hewan. Ada juga bagian lainnya yang diperuntukan
bagi para imam dan keluarganya. Bagian bagi imam itu ada yang untuk untuk
dikonsumsi, ada juga yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kehidupan mereka.
Melalui ketetapan ini, Allah sedang
membentuk identitas umat-Nya melalui suatu siklus institusional yang mengatur
keseimbangan antara kehidupan sehari-hari dan kehidupan spiritual. Persembahan
yang diberikan kepada Allah bukan hanya menjadi wujud ibadah, tetapi juga
menjadi sarana pemeliharaan bagi sebagian umat, yaitu para imam dan
keluarganya. Para imam—yang berasal dari suku Lewi—tidak menerima tanah pusaka
seperti suku-suku Israel lainnya. Mereka juga tidak bekerja untuk mencukupi
kebutuhan hidup melalui pertanian, peternakan, atau perdagangan. Sebaliknya,
mereka mengabdikan hidup sepenuhnya untuk melayani di Kemah Pertemuan atau Bait
Allah serta menyelenggarakan ibadah bagi umat.
Pada
saat ini para imam itu seperti Hamba Tuhan penuh waktu yang bekerja dan
melayani di gereja atau lembaga-lembaga kekristenan lainnya. Mereka
mendedikasikan waktu mereka secara penuh untuk pekerjaan lembaga dan
kelangsungan ibadah dan penggembalaan umat di gereja, karena tidak mungkin
mereka mengerjakan hal tersebut sambil sibuk bekerja untuk membiayai
penghidupan mereka. Sama seperti para imam tadi, mereka dipelihara Tuhan
melalui sistem siklus yang ada dalam gereja. Mereka tidak dibayar oleh jemaat,
karena persembahan jemaat sejatinya ditujukan kepada Allah. Persembahan bukan
proses transaksi dengan mereka, atau proses pembiayaan bagi mereka, melainkan
dipersembahkan bagi Allah dan digunakan untuk pekerjaan Kerajaan-Nya.
Demikian
juga dengan bagi para Hamba Tuhan tersebut, persembahan yang terkumpul adalah
milik Allah yang wajib dikelola dengan penuh tanggung jawab dan hormat kepada
Allah. Tidak benar jika mengambil bagian tersebut terlalu besar, hingga
menghambat pekerjaan Tuhan. Pusat dari semua aktifitas ini adalah Allah, bagi yang
memberi persembahan, maupun bagi pengelola dan imam yang mendapat bagian,
semuanya bagi Allah dan semuanya juga mendapatkan berkat dari Allah. (TM)
Refleksi : Saat Anda
membawa persembahan kepada Allah, Anda turut ambil bagian dalam karya Kerajaan
Allah untuk memelihara umat-Nya

Komentar
Posting Komentar