Dalam Panggilan, Ada Pencarian

Selasa, 12 Mei 2026
Dalam Panggilan, Ada Pencarian 
Bacaan Alkitab : Imamat 8:6–9

Imamat 8:6–9 membawa kita masuk ke sebuah momen yang sakral: penahbisan Harun dan anak-anaknya sebagai imam Tuhan. Musa melakukan semuanya sesuai perintah Allah—mengenakan pakaian imam satu per satu, menata setiap bagian dengan penuh makna. Namun di tengah detail itu, ada satu hal yang sangat menarik: Urim dan Tumim diletakkan di dalam tutup dada Harun. Ini bukan sekadar perlengkapan simbolis. Urim dan Tumim berkaitan dengan pencarian petunjuk dari Tuhan untuk mengambil keputusan.  Urim dan Tumim berbicara tentang bagaimana seorang imam, bahkan imam besar sekalipun, tidak hidup dari dirinya sendiri, tetapi dari kehendak Allah. Di sini kita melihat sesuatu yang penting: Harun sudah dipilih, tetapi ia tetap harus mencari.

Pemilihan Tuhan tidak pernah menghilangkan proses. Justru sebaliknya, pemilihan itu membuka ruang bagi perjalanan rohani yang lebih dalam. Harun tidak langsung menjadi sempurna ketika ia ditetapkan. Ia tetap seorang manusia yang harus belajar mendengar, menanti, dan taat. Urim dan Tumim menjadi tanda bahwa dalam panggilan itu selalu ada kebutuhan untuk terus bertanya kepada Tuhan. Sering kali kita berpikir bahwa ketika Tuhan memilih kita, semuanya akan menjadi jelas dan mudah. Namun teks ini mengingatkan bahwa kehidupan iman bukanlah tentang mengetahui segalanya sejak awal, melainkan tentang berjalan dalam ketergantungan. Ada alur yang tidak bisa dilewati: mencari kehendak Tuhan, menunggu dengan sabar, lalu melangkah dalam ketaatan. Di sinilah terjadi “dialog rohani” yang indah. Tuhan memulai dengan memilih, tetapi manusia dipanggil untuk merespons. Respons itu bukan sekadar pengakuan, melainkan sebuah usaha yang terus-menerus untuk mencari kehendak-Nya. Dipilih tidak berarti kita langsung  menjadi sempurna dan dewasa secara rohani. Dipilih berarti diberi kesempatan untuk hidup semakin selaras dengan hati Tuhan. Sebagai orang percaya hari ini, kita juga hidup dalam realitas yang sama. Kita adalah orang-orang yang dipilih, tetapi kita tetap harus belajar mencari. Kita tidak lagi menggunakan Urim dan Tumim, tetapi prinsipnya tetap berlaku: hidup kita harus ditandai dengan kerendahan hati untuk bertanya, kesediaan untuk menunggu, dan keberanian untuk taat. Mungkin hari ini kita sedang berada di persimpangan keputusan. Atau mungkin kita merasa sudah cukup karena merasa “dipilih” dan “dipakai”. Firman ini mengingatkan dengan lembut bahwa panggilan Tuhan bukanlah titik akhir, melainkan awal perjalanan. Perjalanan untuk terus mencari, terus mendengar, dan terus taat. Saudara, Apakah saya sedang hidup sebagai orang yang hanya merasa dipilih, atau sebagai orang yang sungguh-sungguh mencari kehendak Tuhan?

Karena pada akhirnya, iman bukan tentang seberapa cepat kita melangkah, tetapi seberapa selaras kita berjalan dengan kehendak Tuhan. Biarlah kiranya kita tidak hanya berbangga karena telah dipilih oleh Tuhan, tetapi memiliki hati yang terus rindu mencari kehendak-Nya. (FS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Yesus Disalibkan

Kesaksian Paulus dalam Penjara