Celebrate His Godness

Rabu, 6 Mei 2026
Celebrate His Godness 
Bacaan Alkitab : Im. 7 : 16-21

Saudara, firman Tuhan dalam bagian ini berbicara tentang kurban keselamatan yang dipersembahkan karena nazar atau kerelaan hati. Daging kurban hanya boleh dimakan pada hari pertama dan kedua. Jika masih dimakan pada hari ketika, maka persembahan itu tidak diperkenan, bahkan dianggap menjijikkan di hadapan Tuhan. Selain itu yang memakannya harus dalam keadaan tahir; jika najis, ia akan dilenyapkan dari bangsanya. 

Kurban keselamatan dalam konteks nazar merupakan kurban yang dimakan bersama, yang melambangkan persekutuan antara umat dan Allah. Kurban ini merupakan persembahan yang dibawa seseorang pada Tuhan sebagai pemenuhan janji pribadi yang sebelumnya telah ia ucapkan. Nazar” berasal dari kata Ibrani neder yaitu janji rohani yang diikat di hadapan Allah. Nazar itu sendiri tidak diwajibkan oleh hukum Taurat, tetapi ketika diucapkan menjadi komitmen yang harus ditepati. Karena itu, kurban ini lahir dari kesediaan sukarela seseorang dalam merespons kebaikan Allah. Dengan demikian, nazar merupakan lambang relasi dengan Allah.

Saudara, sistem kurban sudah tidak berlaku lagi saat ini. Tetapi, prinsip nazar masih relevan sampai saat ini. Nazar dapat berbentuk : janji dalam doa, komitmen pelayanan, komitmen memberi, janji meninggalkan dosa dan komitmen untuk hidup lebih sungguh bagi Tuhan. Karena, nazar bersifat mengikat dan harus segera ditepati.  Jangan mudah mengatakan, “ Tuhan, kalau Engkau menolong saya maka saya akan ...” tanpa kesediaan untuk memenuhi janji tersebut. Sebab ketika kita menepati nazar, kita tidak sedang membayar utang kepada Tuhan, melainkan menyatakan syukur atas kebaikan-Nya.  Nazar lahir dari kerelaan hati, dan dipenuhi dalam kasih sebagai ungkapan syukur kepada Allah

Pertanyaan : Saudara, bagaimana sikap kita saat memenuhi nazar di hadapan Allah? Ingatlah bahwa ketika kita memenuhi nazar kita maka hal tersebut adalah  salah satu bentuk ungkapan syukur atas pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Yesus Disalibkan

Kesaksian Paulus dalam Penjara