Tuhan Yang Memimpin

Senin, 30 Maret 2026
Tuhan Yang Memimpin 
Bacaan Alkitab : Keluaran 40 : 34-38

Saudara, dalam bacaan ayat ini diceritakan mengenai Bangsa Israel yang baru saja menyelesaikan pembuatan Kemah Suci yang merupakan tempat yang disiapkan untuk Tuhan bersemayam. Di dalam konteks sejarah seperti yang kita ketahui bersama Bangsa Israel baru saja keluar dari perbudakan di Mesir, sebuah kondisi dimana Bangsa Israel dalam suatu masa ‘terlepas’ dari hubungan mereka dengan Tuhan. Karena itu, penting bagi mereka untuk belajar mengenal Tuhan dan mempersiapkan peribadatan dengan Tuhan sebagai wujud koneksi mereka dengan sang pencipta.

Pada perikop-perikop terdahulu dituliskan bagaimana Tuhan melalui Musa memerintahkan Bangsa Israel untuk membangun sebuah tempat suci berupa kemah dimana nantinya Tuhan akan tinggal dan bersemayam di tengah-tengah mereka. Dari Keluaran 40 : 34-38, dituliskan bahwa akhirnya setelah masa persiapan yang panjang Kemah suci berhasil dibuat dan hadirat juga kemuliaan Tuhan benar-benar turun atas Bangsa Israel di kemah suci-Nya melalui pertanda sebuah tiang awan disiang hari dan tiang api dimalam hari. Kemuliaan Tuhan dirasakan sangat kuat,  sehingga Musa sang pemimpin-pun tidak dapat memasuki kemah suci tersebut. Dan kemuliaan Tuhan bersemayam di atas kemah suci-Nya. Kemuliaan tersebut menjadi pertanda hadirnya Tuhan di tengah-tengah Orang Israel dan mereka-pun menaruh hormat yang luar biasa atasnya. Mereka tidak akan bergerak sebelum awan  yang menjadi perlambangan kemuliaan itu naik dari kemah suci dan mereka akan mulai bergerak setelah awan tersebut terangkat.

Dalam bacaan tersebut kita dapat melihat, Orang Israel tidak hanya dihadapkan dengan kehadiran dan kemuliaan Tuhan tetapi juga otoritasNya yang memimpin mereka. Mungkin saja dalam wujud jasmaniah mereka dipimpin oleh Musa, tetapi secara spiritual mereka dipimpin oleh Tuhan sendiri. Dan jelas mereka harus hidup kudus karena Tuhan ada di tengah-tengah mereka .

Bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari? Sadarkah kita bahwa hidup kita adalah Kemah Suci dimana Tuhan bersemayam? Apakah kita hidup sehari-hari dengan pengetahuan yang benar sehingga sungguh kita menghargai hadirat Tuhan didalam kita? Karena sesungguhnya Tuhan tidak hanya hadir dalam hidup kita, Ia memimpin dalam setiap aspek kehidupan kita. (SH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan