Tuhan Yang Memimpin
Tuhan Yang Memimpin
Saudara, dalam bacaan ayat ini diceritakan mengenai Bangsa Israel yang
baru saja menyelesaikan pembuatan Kemah Suci yang merupakan tempat yang
disiapkan untuk Tuhan bersemayam. Di dalam konteks sejarah seperti yang kita
ketahui bersama Bangsa Israel baru saja keluar dari perbudakan di Mesir, sebuah
kondisi dimana Bangsa Israel dalam suatu masa ‘terlepas’ dari hubungan mereka
dengan Tuhan. Karena itu, penting bagi mereka untuk belajar mengenal Tuhan dan
mempersiapkan peribadatan dengan Tuhan sebagai wujud koneksi mereka dengan sang
pencipta.
Pada perikop-perikop terdahulu dituliskan bagaimana Tuhan melalui Musa
memerintahkan Bangsa Israel untuk membangun sebuah tempat suci berupa kemah
dimana nantinya Tuhan akan tinggal dan bersemayam di tengah-tengah mereka. Dari
Keluaran 40 : 34-38, dituliskan bahwa akhirnya setelah masa persiapan yang
panjang Kemah suci berhasil dibuat dan hadirat juga kemuliaan Tuhan benar-benar
turun atas Bangsa Israel di kemah suci-Nya melalui pertanda sebuah tiang awan
disiang hari dan tiang api dimalam hari. Kemuliaan Tuhan dirasakan sangat kuat,
sehingga Musa sang pemimpin-pun tidak
dapat memasuki kemah suci tersebut. Dan kemuliaan Tuhan bersemayam di atas
kemah suci-Nya. Kemuliaan tersebut menjadi pertanda hadirnya Tuhan di
tengah-tengah Orang Israel dan mereka-pun menaruh hormat yang luar biasa
atasnya. Mereka tidak akan bergerak sebelum awan yang menjadi perlambangan kemuliaan itu naik
dari kemah suci dan mereka akan mulai bergerak setelah awan tersebut terangkat.
Dalam bacaan tersebut kita dapat melihat, Orang Israel tidak hanya
dihadapkan dengan kehadiran dan kemuliaan Tuhan tetapi juga otoritasNya yang
memimpin mereka. Mungkin saja dalam wujud jasmaniah mereka dipimpin oleh Musa,
tetapi secara spiritual mereka dipimpin oleh Tuhan sendiri. Dan jelas mereka
harus hidup kudus karena Tuhan ada di tengah-tengah mereka .
Bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari? Sadarkah kita bahwa hidup
kita adalah Kemah Suci dimana Tuhan bersemayam? Apakah kita hidup sehari-hari
dengan pengetahuan yang benar sehingga sungguh kita menghargai hadirat Tuhan
didalam kita? Karena sesungguhnya Tuhan tidak hanya hadir dalam hidup kita, Ia
memimpin dalam setiap aspek kehidupan kita. (SH)

Komentar
Posting Komentar