Sisihkan, Bukan Sisakan

Senin, 23 Maret 2026
Sisihkan, Bukan Sisakan
Bacaan Alkitab : Keluaran 40 : 1-8

Pada ayat kedua, Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel melalui Musa untuk mendirikan Kemah Suci pada hari pertama bulan pertama. Perintah ini menunjukkan bahwa pada awal tahun bangsa Israel memulai hidup mereka dengan beribadah dan berdoa kepada Allah. Sekali lagi Allah mengajarkan pola hidup yang teratur dalam beribadah kepada-Nya. Bangsa Israel diajarkan untuk beribadah, berdoa, dan merayakan hari raya dengan pola yang jelas. Ada doa harian, Sabat setiap minggu, korban bakaran pada awal setiap bulan, dan tujuh hari raya yang dirayakan setiap tahun. Dengan demikian, bangsa Israel bersekutu dengan Allah dalam pola waktu harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.

Melalui Kristus, kita sekarang menerima anugerah yang sangat besar. Kita dapat menghampiri Allah kapan saja tanpa kerumitan tata cara ibadah seperti yang dijalani bangsa Israel dahulu. Pintu untuk berdoa dan beribadah kepada Allah terbuka luas, nyaris tanpa batasan tempat dan waktu. Namun sering kali justru anugerah ini membuat kita menunda ibadah dan doa. Kita merasa dapat melakukannya kapan saja, tetapi akhirnya tidak melakukannya sama sekali.

Saudara, perjumpaan dengan Allah bukanlah pengalaman yang terjadi secara kebetulan atau spontan, tanpa rencana. Kita adalah manusia yang lemah dan masih berjuang melawan sisa-sisa tabiat dosa yang membuat kita cenderung menjauh dari Allah. Karena itu kita memerlukan disiplin rohani agar tetap setia bersekutu dengan-Nya. Tentu saja semua itu hanya mungkin oleh belas kasih Tuhan. Mari kita merenungkan kembali pola hidup rohani kita selama ini: jam ibadah, persekutuan dengan saudara seiman, sabat dan puasa, pembacaan Alkitab, waktu doa, dan saat teduh kita kepada Allah. Sudah saatnya kita menata dan mengaturnya kembali dengan lebih teratur. Allah memang dapat dihampiri kapan saja dan di mana saja. Namun supaya kita tidak menjadi lalai, kita perlu mengatur, merencanakan, dan mengusahakan waktu beribadah dan berdoa dengan sengaja dan sadar. Sisihkan waktu bagi Allah, jangan sisakan. Kiranya Allah menolong kita semua. (TM)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan