Setia Terhubung Untuk Bertumbuh
Setia Terhubung Untuk Bertumbuh
Bacaan Alkitab : Keluaran 38 : 9-20
Kel. 38: 9-20
menjelaskan pembuatan pelataran (halaman) kemah suci beserta tirai, alas, dan
pintu gerbangnya. Teks ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu : sisi
selatan dan utara pelataran (ay. 9-11); sisi barat dan timur (ay. 12-15) dan
pintu gerbang serta rincian teknis bahan (ay. 16-20). Beberapa ahli PL
menekankan bahwa penekanan detail ini bukan repetisi kosong, melainkan
penegasan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan perintah Allah (Kel. 27).
Pelataran adalah ruang peralihan antara dunia luar dan hadirat kudus Allah. Ini
bukan tempat Maha Kudus, tetapi sudah termasuk wilayah yang dipisahkan bagi
Allah. Pelataran dibatasi oleh : tirai linen putih, 60 tiang dan alas tembaga.
Batasan ini memisahkan antara pelataran (halaman) kemah suci dengan ruangan
kudus.
Pelataran merupakan bagian dari
kemah suci untuk pertemuan antara umat dengan Allah. Orang-orang yang berkumpul
di pelataran diikat oleh perjanjian dengan Allah serta memiliki tujuan yang
sama. Tujuan tersebut adalah mempersembahkan korban bakaran kepada Allah yang
hidup sebagai bagian dari relasi mereka dengan Allah juga sesama. Aktivitas
rohani yang dilaksanakan di pelataran adalah pembakaran korban di atas mezbah.
Umat Allah akan membawa korban untuk dipersembahkan di mezbah oleh para imam
dibantu oleh suku Lewi. Selain membawa persembahan, umat Allah juga akan turut
dalam upacara mempersembahkan korban dengan cara penumpangan tangan atas korban
serta menyaksikan upacara penyembelihan korban tersebut. Dengan demikian, kita
dapat melihat bahwa di pelataran kemah suci, identitas bersama bangsa Israel
sebagai umat Allah terbentuk melalui persembahan
korban bakaran, pengakuan dosa serta menikmati kebersamaan dalam anugerah Allah.
Saudara pada masa kini, konsep
identitas bersama pada pelataran kemah suci digambarkan melalui kebersamaan
umat Tuhan dalam komunitas orang beriman atau gereja.
Gereja berisi kumpulan orang-orang dipanggil keluar dari dunia untuk masuk
dalam persekutuan dengan Allah dan sesama. Di dalam gereja, orang percaya akan
bersama-sama beribadah, bertumbuh melalui kelas-kelas pengajaran, dan sikap saling melayani satu dengan yang lain, serta menikmati kebersamaan dalam acara yang diadakan
bersama, dll. Pusat kebersamaan ini adalah Kristus dan kebangkitan-Nya sehingga
membedakan gereja dengan komunitas sosial pada umumnya. Dengan Kristus sebagai
pusat komunitas maka kebersamaan akan saling membangun, menguatkan serta
menopang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu di tengah-tengah dunia yang
semakin individualis ini, mari kita meminta pertolongan kepada Roh Kudus agar
senantiasa setia terhubung dengan gereja dan bertumbuh semakin serupa dengan
Kristus.
Saudara, mari sejenak kita
merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimana saya dapat
lebih setia terlibat dan tidak menjauh dari persekutuan gereja? Kiranya Roh
Kudus menguatkan kita dalam kesetiaan untuk senantiasa terlibat dan tidak
menjauh dari persekutuan dalam gereja. (TH)

Komentar
Posting Komentar