Setia Terhubung Untuk Bertumbuh

Jumat, 13 Maret 2026
Setia Terhubung Untuk Bertumbuh
Bacaan Alkitab : Keluaran 38 : 9-20

     


    

          Kel. 38: 9-20 menjelaskan pembuatan pelataran (halaman) kemah suci beserta tirai, alas, dan pintu gerbangnya. Teks ini dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu : sisi selatan dan utara pelataran (ay. 9-11); sisi barat dan timur (ay. 12-15) dan pintu gerbang serta rincian teknis bahan (ay. 16-20). Beberapa ahli PL menekankan bahwa penekanan detail ini bukan repetisi kosong, melainkan penegasan bahwa pelaksanaan dilakukan sesuai dengan perintah Allah (Kel. 27). Pelataran adalah ruang peralihan antara dunia luar dan hadirat kudus Allah. Ini bukan tempat Maha Kudus, tetapi sudah termasuk wilayah yang dipisahkan bagi Allah. Pelataran dibatasi oleh : tirai linen putih, 60 tiang dan alas tembaga. Batasan ini memisahkan antara pelataran (halaman) kemah suci dengan ruangan kudus.

Pelataran merupakan bagian dari kemah suci untuk pertemuan antara umat dengan Allah. Orang-orang yang berkumpul di pelataran diikat oleh perjanjian dengan Allah serta memiliki tujuan yang sama. Tujuan tersebut adalah mempersembahkan korban bakaran kepada Allah yang hidup sebagai bagian dari relasi mereka dengan Allah juga sesama. Aktivitas rohani yang dilaksanakan di pelataran adalah pembakaran korban di atas mezbah. Umat Allah akan membawa korban untuk dipersembahkan di mezbah oleh para imam dibantu oleh suku Lewi. Selain membawa persembahan, umat Allah juga akan turut dalam upacara mempersembahkan korban dengan cara penumpangan tangan atas korban serta menyaksikan upacara penyembelihan korban tersebut. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa di pelataran kemah suci, identitas bersama bangsa Israel sebagai umat Allah terbentuk melalui persembahan korban bakaran, pengakuan dosa serta menikmati kebersamaan dalam anugerah Allah.

Saudara pada masa kini, konsep identitas bersama pada pelataran kemah suci digambarkan melalui kebersamaan umat Tuhan dalam komunitas orang beriman atau gereja. Gereja berisi kumpulan orang-orang dipanggil keluar dari dunia untuk masuk dalam persekutuan dengan Allah dan sesama. Di dalam gereja, orang percaya akan bersama-sama beribadah, bertumbuh melalui kelas-kelas pengajaran, dan sikap saling melayani satu dengan yang lain, serta menikmati kebersamaan dalam acara yang diadakan bersama, dll. Pusat kebersamaan ini adalah Kristus dan kebangkitan-Nya sehingga membedakan gereja dengan komunitas sosial pada umumnya. Dengan Kristus sebagai pusat komunitas maka kebersamaan akan saling membangun, menguatkan serta menopang satu dengan yang lain. Oleh sebab itu di tengah-tengah dunia yang semakin individualis ini, mari kita meminta pertolongan kepada Roh Kudus agar senantiasa setia terhubung dengan gereja dan bertumbuh semakin serupa dengan Kristus.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimana saya dapat lebih setia terlibat dan tidak menjauh dari persekutuan gereja? Kiranya Roh Kudus menguatkan kita dalam kesetiaan untuk senantiasa terlibat dan tidak menjauh dari persekutuan dalam gereja. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan