Semua Milik Tuhan
Semua Milik Tuhan
Bacaan Alkitab : Keluaran 40 : 9-11
Ketika
pembangunan kemah suci selesai, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengurapi kemah
suci dan seluruh perlengkapannya. Melalui pengurapan itu, kemah suci dan segala
yang ada di dalamnya dikuduskan bagi Tuhan. Tindakan ini menyatakan bahwa
tempat itu bukan lagi sekedar bangunan biasa, melainkan milik Allah dan dipakai
hanya untuk tujuan Ilahi.
Beberapa benda yang disebutkan secara khusus
adalah mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan. Mezbah digunakan untuk mempersembahkan korban
kepada Tuhan sebagai tanda pertobatan dan penyerahan diri umat kepada-Nya.
Sementara itu bejana pembasuhan dipakai oleh para imam untuk membasuh tangan
dan kaki sebelum melayani Tuhan, sebagai simbol pembersihan dan kenajisan.
Dalam kehidupan masyarakat timur dekat kuno, membasuh tangan dan kaki merupakan
praktik yang umum karena kondisi Wilayah yang memiliki iklim panas, berdebu,
dan kering.
Dalam
konteks ibadah kepada Allah, tindakan pembasuhan ini
memiliki makna yang lebih dalam: pelayanan kepada Allah harus dilakukan dengan
hati yang bersih dan hidup yang kudus.
Ketika seseorang mempersiapkan pelayanan, maka penting untuk bertanya
dalam hati: “Untuk siapa saya melakukan semua ini?” Jika pelayanan dilakukan
untuk Tuhan, maka persiapan akan dilakukan dengan kesungguhan, kerendahan hati,
dan ketergantungan pada pimpinan Roh Kudus. Kiranya setiap kita menyadari bahwa
ibadah bukanlah sarana untuk menonjolkan diri, melainkan kesempatan untuk
mempersembahkan hidup dan pelayanan kita kepada Tuhan. Sebagaimana kemah suci
dahulu diurapi dan dikuduskan bagi Tuhan, demikian pula hidup kita dipanggil
untuk menjadi milik-Nya sepenuhnya.
Saudara,
mari sejenak kita merenungkan firman yang baru saja kita dengar. Saudara,
apakah pelayanan dan aktivitas rohani yang saya lakukan sungguh-sungguh
dipersembahkan untuk Allah? Mari berdoa dan meminta Allah menolong kita untuk
dapat melayani-Nya dengan hati yang tulus dan hidup yang kudus. Kiranya
pelayanan yang kita lakukan benar-benar menjadi persembahan yang menyenangkan
hati Allah. (TH)

Komentar
Posting Komentar