Semua Milik Tuhan

Selasa, 24 Maret 2026
Semua Milik Tuhan
Bacaan Alkitab : Keluaran 40 : 9-11

Ketika pembangunan kemah suci selesai, Tuhan memerintahkan Musa untuk mengurapi kemah suci dan seluruh perlengkapannya. Melalui pengurapan itu, kemah suci dan segala yang ada di dalamnya dikuduskan bagi Tuhan. Tindakan ini menyatakan bahwa tempat itu bukan lagi sekedar bangunan biasa, melainkan milik Allah dan dipakai hanya untuk tujuan Ilahi.

 Beberapa benda yang disebutkan secara khusus adalah mezbah korban bakaran dan bejana pembasuhan.  Mezbah digunakan untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan sebagai tanda pertobatan dan penyerahan diri umat kepada-Nya. Sementara itu bejana pembasuhan dipakai oleh para imam untuk membasuh tangan dan kaki sebelum melayani Tuhan, sebagai simbol pembersihan dan kenajisan. Dalam kehidupan masyarakat timur dekat kuno, membasuh tangan dan kaki merupakan praktik yang umum karena kondisi Wilayah yang memiliki iklim panas, berdebu, dan kering.

Dalam konteks ibadah kepada Allah, tindakan pembasuhan ini memiliki makna yang lebih dalam: pelayanan kepada Allah harus dilakukan dengan hati yang bersih dan hidup yang kudus.  Ketika seseorang mempersiapkan pelayanan, maka penting untuk bertanya dalam hati: “Untuk siapa saya melakukan semua ini?” Jika pelayanan dilakukan untuk Tuhan, maka persiapan akan dilakukan dengan kesungguhan, kerendahan hati, dan ketergantungan pada pimpinan Roh Kudus. Kiranya setiap kita menyadari bahwa ibadah bukanlah sarana untuk menonjolkan diri, melainkan kesempatan untuk mempersembahkan hidup dan pelayanan kita kepada Tuhan. Sebagaimana kemah suci dahulu diurapi dan dikuduskan bagi Tuhan, demikian pula hidup kita dipanggil untuk menjadi milik-Nya sepenuhnya.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah pelayanan dan aktivitas rohani yang saya lakukan sungguh-sungguh dipersembahkan untuk Allah? Mari berdoa dan meminta Allah menolong kita untuk dapat melayani-Nya dengan hati yang tulus dan hidup yang kudus. Kiranya pelayanan yang kita lakukan benar-benar menjadi persembahan yang menyenangkan hati Allah. (TH)


 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan