Mezbah Doa

Senin, 9 Maret 2026
Mezbah Doa

Bacaan Alkitab : Kel. 37 : 25-28


 

Saudara, ayat ini merupakan pelaksanaan dari perintah yang terdapat dalam Keluaran 30:1–5, yaitu perintah tentang pembuatan mezbah pembakaran dupa. Karena Keluaran 37 adalah bagian pelaksanaan, maka isi dan penjelasannya dituliskan hampir sama dengan perintah sebelumnya. Hal ini menunjukkan keteraturan dan konsistensi Allah terhadap karya dan kehendak-Nya, termasuk dalam hal pembuatan mezbah pembakaran dupa. Mezbah dupa melambangkan doa yang dinaikkan kepada Allah. Doa adalah bagian penting yang harus selalu ada dalam kehidupan orang percaya, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam ibadah bersama sebagai gereja Tuhan.


Saudara, dalam setiap ibadah ada tata cara atau liturgi yang patut dijalankan oleh umat-Nya. Pada zaman Perjanjian Lama, korban yang dipersembahkan kepada Allah tidak dibakar begitu saja, tetapi ada aturan dan tata cara yang mengatur seluruh prosesnya. Demikian pula dalam relasi antara manusia dengan Allah. Hubungan dengan Tuhan tidak berhenti pada penebusan dosa saja, seolah-olah setelah itu semuanya selesai. Ada prinsip dan sikap yang harus diperhatikan ketika kita bersekutu dengan Allah. Alkitab mengajarkan bagaimana seharusnya sikap hati kita di hadapan-Nya.


Dalam hal berdoa pun demikian. Alkitab mengajarkan pola doa melalui Doa Bapa Kami. Kita tidak berdoa sekadar mengatakan apa saja yang kita inginkan atau berbicara sesuka hati, tetapi ada pengajaran tentang memuliakan nama Tuhan, merindukan kehendak dan kerajaan-Nya, memohon pemeliharaan, pengampunan, serta penyerahan diri kepada kehendak-Nya dengan berkata, “Jadilah kehendak-Mu.” Jika Allah menghendaki adanya tata cara dan keteraturan dalam pembuatan mezbah dupa, maka Allah juga menghendaki agar kita hidup dengan tertib dan menghormati-Nya ketika bersekutu dengan Dia. Ibadah dan doa bukanlah sesuatu yang sembarangan, melainkan ungkapan hormat dan kasih kita kepada Allah yang kudus.


Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah saat saudara berdoa sudah sesuai pola Doa Bapa Kami?  (TM)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan