Hidup Sebagai Pengelola Anugerah
Hidup Sebagai Pengelola Anugerah
Keluaran 38:21–31 berisi rincian bahan yang
digunakan untuk membangun kemah suci yaitu jumlah emas, perak, dan tembaga.
Rincian ini disusun oleh suku Lewi di bawah pimpinan Itamar, anak Imam Harun
serta Bezale’el bin Uri bin Hur dari suku Yehuda. Bersama Bezale’el turut serta
Aholiab, anak Ahisamakh, dari suku Dan, seorang tukang dan perancang, seorang
penyulam kain dari benang ungu tua, ungu muda, dan merah tua, serta linen
halus. Mereka mencatat secara rinci jumlah emas, perak, dan tembaga yang
dipakai untuk membangun Kemah Suci.
Sekilas bagian ini tampak seperti laporan
akuntansi biasa. Holman -ahli PL- menekankan tentang rincian bahan-bahan ini
menunjukkan bahwa persembahan umat bukan dikelola secara sembarangan tetapi dalam
pengawasan yang bertanggung jawab; Segala sesuatu dihitung, dicatat, dan
diawasi. Tidak ada yang samar. Tidak ada yang disembunyikan. Dengan demikian,
rincian ini menunjukkan bahwa tempat kediaman Allah tidak hanya dibangun dalam
kekudusan-Nya tetapi juga dengan pengelolaan yang tepat dan bertanggung jawab.
Saudara, sering kali kita memaknai
kekudusan hanya sebagai menjauhi dosa. Namun, teks ini mengingatkan bahwa
kekudusan juga menyentuh cara kita mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada
kita. Allah peduli pada cara kita menggunakan waktu, mengelola talenta serta
cara kita memperlakukan kesempatan juga melaksanakan tanggung jawab. Segala
sesuatu yang kita miliki adalah anugerah. Waktu 24 jam sehari bukan milik kita
sepenuhnya-itu pemberian Tuhan. Hidup sebagai penatalayanan berarti mengatur
waktu dengan sadar, bukan membiarkannya terbuang. Menyusun prioritas
berdasarkan nilai kekal, bukan sekedar kesenangan sementara. Menjalani
aktivitas (belajar, bekerja, olahraga, melayani, bersekutu) dengan keteraturan
dan tujuan rohani.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan
Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, langkah konkret apa yang perlu saya
atur ulang agar hidup lebih tertata bagi Tuhan? Kiranya Allah memberikan kita
hikmat untuk menjadi pengelola anugerah-Nya yang bijaksana dan bertanggung
jawab. (TH)

Komentar
Posting Komentar