Hidup Sebagai Pengelola Anugerah

Sabtu, 14 Maret 2026
Hidup Sebagai Pengelola Anugerah 
Bacaan Alkitab : Keluaran 38: 21-31


Keluaran 38:21–31 berisi rincian bahan yang digunakan untuk membangun kemah suci yaitu jumlah emas, perak, dan tembaga. Rincian ini disusun oleh suku Lewi di bawah pimpinan Itamar, anak Imam Harun serta Bezale’el bin Uri bin Hur dari suku Yehuda. Bersama Bezale’el turut serta Aholiab, anak Ahisamakh, dari suku Dan, seorang tukang dan perancang, seorang penyulam kain dari benang ungu tua, ungu muda, dan merah tua, serta linen halus. Mereka mencatat secara rinci jumlah emas, perak, dan tembaga yang dipakai untuk membangun Kemah Suci.

Sekilas bagian ini tampak seperti laporan akuntansi biasa. Holman -ahli PL- menekankan tentang rincian bahan-bahan ini menunjukkan bahwa persembahan umat bukan dikelola secara sembarangan tetapi dalam pengawasan yang bertanggung jawab; Segala sesuatu dihitung, dicatat, dan diawasi. Tidak ada yang samar. Tidak ada yang disembunyikan. Dengan demikian, rincian ini menunjukkan bahwa tempat kediaman Allah tidak hanya dibangun dalam kekudusan-Nya tetapi juga dengan pengelolaan yang tepat dan bertanggung jawab.

Saudara, sering kali kita memaknai kekudusan hanya sebagai menjauhi dosa. Namun, teks ini mengingatkan bahwa kekudusan juga menyentuh cara kita mengelola apa yang Tuhan percayakan kepada kita. Allah peduli pada cara kita menggunakan waktu, mengelola talenta serta cara kita memperlakukan kesempatan juga melaksanakan tanggung jawab. Segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah. Waktu 24 jam sehari bukan milik kita sepenuhnya-itu pemberian Tuhan. Hidup sebagai penatalayanan berarti mengatur waktu dengan sadar, bukan membiarkannya terbuang. Menyusun prioritas berdasarkan nilai kekal, bukan sekedar kesenangan sementara. Menjalani aktivitas (belajar, bekerja, olahraga, melayani, bersekutu) dengan keteraturan dan tujuan rohani.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, langkah konkret apa yang perlu saya atur ulang agar hidup lebih tertata bagi Tuhan? Kiranya Allah memberikan kita hikmat untuk menjadi pengelola anugerah-Nya yang bijaksana dan bertanggung jawab. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan