Evaluasi di Hadapan Tuhan
Evaluasi di Hadapan Tuhan
Dalam Kitab Keluaran 39:32–43 diceritakan bahwa
seluruh pekerjaan pembuatan Kemah Suci dan perlengkapannya akhirnya selesai.
Bangsa Israel telah mengerjakan semua yang diperintahkan Tuhan melalui Musa.
Setelah semuanya selesai, mereka membawa seluruh hasil pekerjaan itu kepada
Musa. Menariknya, Musa tidak langsung menerima semuanya begitu saja. Ia
terlebih dahulu memeriksa seluruh
pekerjaan tersebut untuk memastikan bahwa semuanya benar-benar dibuat
sesuai dengan perintah Tuhan. Setelah Musa melihat bahwa semuanya telah
dilakukan tepat seperti yang diperintahkan Tuhan, barulah ia memberkati mereka. Peristiwa ini
menunjukkan bahwa pekerjaan yang berkaitan dengan hal-hal kudus pun tetap perlu
diperiksa kembali. Kesungguhan bekerja saja tidak cukup; yang lebih penting
adalah apakah pekerjaan itu benar-benar sesuai dengan kehendak Tuhan atau
tidak..
Tindakan Musa memeriksa pekerjaan bangsa Israel
mengajarkan sebuah prinsip rohani yang penting, yaitu pentingnya evaluasi
terhadap apa yang telah kita lakukan. Bangsa Israel telah bekerja dengan tekun
dan setia, tetapi Musa tetap memastikan bahwa setiap bagian dari pekerjaan itu
sesuai dengan apa yang Tuhan perintahkan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam
kehidupan rohani, bukan hanya hasil atau aktivitas yang penting, tetapi juga
kesesuaian dengan firman Tuhan. Seseorang bisa saja melakukan banyak hal yang
terlihat baik dan benar, bahkan dalam pelayanan. Namun pertanyaan yang lebih
dalam adalah: apakah semuanya itu dilakukan sesuai dengan kehendak Tuhan?
Selain itu, evaluasi juga menyentuh motivasi hati. Ada kalanya sebuah
tindakan terlihat benar secara lahiriah, tetapi motivasinya tidak sepenuhnya
benar. Karena itu, pemeriksaan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan,
tetapi juga tentang hati yang melatarbelakanginya. Bagi orang percaya masa kini, bagian
ini mengingatkan bahwa kita perlu memiliki sikap reflektif terhadap hidup dan
pelayanan kita. Setelah melakukan berbagai aktivitas—baik dalam pekerjaan,
pelayanan, maupun kehidupan sehari-hari—kita perlu berhenti sejenak untuk
memeriksa diri.
Saudara, apakah kita pernah mengevaluasi kembali apa
yang sudah kita kerjakan di hadapan Tuhan? Kiranya kita mau dengan rendah hati
memeriksa kembali setiap langkah hidup kita di hadapan Tuhan, supaya apa yang
kita kerjakan bukan hanya terlihat baik, tetapi juga benar dan berkenan di
hadapan-Nya. (RT)

Komentar
Posting Komentar