Dikenal Secara Pribadi oleh Tuhan
Dikenal Secara Pribadi oleh Tuhan
Bacaan Alkitab : Keluaran 39:14–20
Keluaran 39:14–20 menggambarkan sesuatu
yang tampaknya hanya sebuah detail dalam pembuatan pakaian imam besar. Dua
belas batu permata dipasang pada tutup dada, dan pada setiap batu diukir nama
dari dua belas suku Israel. Ukiran itu dibuat dengan teliti seperti ukiran
meterai—jelas, permanen, dan tidak mudah dihapus. Hal ini menunjukkan bahwa di
hadapan Tuhan, umat-Nya tidak pernah hanya menjadi bagian dari massa yang tidak
dikenal. Mereka tidak sekadar disebut sebagai “bangsa Israel” secara umum.
Sebaliknya, setiap suku disebutkan secara spesifik melalui nama yang diukir
pada batu permata itu.
Bayangkan seorang imam besar yang mengenakan tutup dada itu
ketika ia berdiri di hadirat Tuhan. Di dadanya terdapat dua belas batu,
masing-masing dengan sebuah nama. Nama-nama itu bukan sekadar simbol bangsa,
tetapi penegasan bahwa Tuhan mengenal umat-Nya secara pribadi. Setiap suku
memiliki identitas, setiap nama memiliki tempat di hadapan-Nya.
Di dunia yang luas dan penuh manusia ini,
sering kali seseorang merasa tidak terlihat. Banyak orang hidup di tengah
keramaian tetapi merasa sendirian. Dalam sistem sosial, pekerjaan, bahkan dalam
komunitas besar, seseorang bisa merasa seperti hanya angka atau bagian kecil
dari kerumunan. Namun teks ini menyatakan sesuatu yang sangat berbeda tentang
Tuhan: Ia mengenal umat-Nya secara pribadi. Nama-nama itu tidak ditulis di
kertas yang mudah hilang, tetapi diukir pada batu permata. Ukiran itu
menunjukkan sesuatu yang permanen. Tuhan tidak sekadar mengetahui keberadaan
umat-Nya secara umum; Ia mengenal mereka secara spesifik dan mengingat mereka.
Bagi kita hari ini, kebenaran ini tetap
relevan. Tuhan tidak melihat hidup kita hanya sebagai bagian kecil dari banyak
orang di dunia ini. Ia mengenal setiap orang secara pribadi—nama kita,
perjalanan hidup kita, pergumulan kita, bahkan hal-hal yang tidak diketahui
oleh orang lain. Tidak ada hidup yang
terlalu kecil untuk diperhatikan oleh Tuhan. Tidak ada pribadi yang terlalu
tidak penting untuk diingat oleh-Nya. Sebagaimana nama-nama Israel diukir pada
batu permata dan dibawa oleh imam ke hadapan Tuhan, demikian pula hidup kita
tidak pernah tersembunyi dari perhatian-Nya. Kita dikenal. Kita diingat. Kita
diperhatikan secara pribadi.
Saudara, apakah
saya menjalani hidup dengan kesadaran bahwa Tuhan benar-benar mengenal saya
secara pribadi? Biarlah
kiranya kebenaran
ini meneguhkan hati kita bahwa Tuhan tidak pernah memandang kita hanya sebagai
bagian dari kerumunan, tetapi sebagai pribadi yang dikenal dan berharga di
hadapan-Nya. (FS)

Komentar
Posting Komentar