Terhubung dalam Perlindungan
Terhubung dalam Perlindungan
Bacaan Alkitab : Keluaran 36:17–19
Ketika kita membaca Keluaran 36:17-19,
mungkin kita menganggapnya hanya sebagai deskripsi teknis tentang pembangunan
Kemah Suci. Namun, di balik rincian itu tersimpan makna rohani yang dalam.
Ayat-ayat ini menjelaskan bagaimana lembar-lembar kemah disatukan dengan
pengait dan ditutupi dengan tudung. Tidak ada bagian yang berdiri sendiri.
Semua dirangkai menjadi satu kesatuan, lalu dinaungi oleh penutup yang
melindungi seluruh struktur.
Kesatuan ini bukan sekadar persoalan
konstruksi, tetapi merupakan gambaran rohani tentang umat Allah.
Tanpa pengait dan rangkai, kain-kain
itu hanya potongan yang terpisah. Demikian pula gereja: tanpa kesatuan, kita
hanyalah individu-individu yang rapuh. Tuhan merancang umat-Nya untuk hidup
terhubung, saling menguatkan, dan berjalan bersama sebagai satu tubuh. Namun,
kesatuan itu tidak berhenti pada keterikatan antar sesama. Kemah itu juga
ditutupi dengan tudung. Penutup ini melindungi dari panas, hujan, dan bahaya
dari luar. Secara rohani, ini melambangkan bahwa kesatuan sejati hanya aman
jika berada di bawah naungan Tuhan. Kesatuan tanpa Tuhan mudah menjadi rapuh, egois,
bahkan menindas. Tetapi kesatuan yang berada dalam perlindungan-Nya menjadi
tempat yang aman, penuh damai, dan menguatkan.
Gereja masa kini sangat membutuhkan
prinsip ini. Kita hidup di dunia yang mudah terpecah oleh perbedaan,
kepentingan, dan kekecewaan. Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk bersatu,
tetapi juga untuk hidup dalam kesatuan yang berada di bawah perlindungan-Nya.
Ketika kita hidup dalam kehendak-Nya, Ia sendiri menjadi perisai bagi komunitas
kita.
Saudara, apakah kita hanya terhubung
secara lahiriah, atau sungguh disatukan dalam kasih dan kebenaran Tuhan? Dan
apakah kesatuan kita berada di bawah naungan-Nya? Kiranya gereja menjadi
seperti Kemah Suci disatukan dengan erat, dan dinaungi oleh perlindungan Allah. (RT)

Komentar
Posting Komentar