Fondasi Rohani Membuka Ruang Bagi Allah
Sabtu, 28 Februari 2026
Fondasi Rohani Membuka Ruang Bagi Allah
Dalam Keluaran 36:23-30 dijelaskan
secara rinci bagaimana papan-papan Kemah Suci didirikan tegak, disusun dengan
ukuran yang tepat, dan ditempatkan di atas alas perak sebagai dasar yang kokoh.
Beberapa ahli perjanjian lama menuliskan, papan-papan yang didirikan tegak
menunjuk pada kemah suci akan memiliki struktur yang kokoh, meski dapat
berpindah-pindah. Struktur papan bagian sudut yang diperkuat ini juga
sebenarnya merupakan bagian penting dari bangunan kemah suci yang berfungsi
untuk menjaga stabilitas seluruh bangunan.
Pengokohan bagian sudut dengan pendirian papan yang kokoh bukan sekedar konstruksi teknis belaka tetapi merupakan simbol bahwa Allah tidak hanya sekedar akan menampakkan diri sementara seperti di Gunung Sinai (Kel. 24:12-18). Tetapi, membangun ruangan secara terorganisir untuk menjadi tempat kediaman-Nya di tengah-tengah umat-Nya. Oleh sebab itu setiap bagian tidak dibuat sembarangan, melainkan mengikuti pola yang telah Tuhan tetapkan. Kemah Suci adalah tempat Allah menyatakan kehadiran-Nya di tengah umat-Nya. Karena itu, bangunan tersebut harus stabil, tertata, dan sesuai dengan kehendak-Nya.
Prinsip ini berbicara kuat bagi kehidupan orang Kristen masa kini. Dalam 1 Kor. 3 : 16-17 dituliskan bahwa orang Kristen adalah bait Allah tempat di mana Roh Kudus berdiam. Artinya bahwa kehidupan kita tidak dapat dibangun secara sembarangan. Kehidupan harus berdiri di atas dasar yang benar, tersusun rapi dengan disiplin rohani serta dijaga dalam keteraturan. Kestabilan rohani dapat terlihat dalam beberapa hal seperti : membaca firman Tuhan dengan teratur sebagai fondasi yang kuat sehingga tidak mudah goyah oleh pengajaran yang salah, tekanan hidup atau godaan dunia. Keteraturan rohani dapat diwujudkan dengan pengendalian diri yang akan memampukan seseorang untuk mengendalikan emosi, mengekang kebiasaan yang buruk serta membuat keputusan yang bijaksana. Serta akan memampukan kita untuk mengatur pikiran, waktu serta tindakan dalam keseharian kita. Dengan demikian, seluruh kehidupan orang Kristen dapat menjadi tempat kediaman Roh Kudus yang tidak tergoyahkan.
Fondasi Rohani Membuka Ruang Bagi Allah
Bacaan Alkitab: Keluaran
36:23-30
Pengokohan bagian sudut dengan pendirian papan yang kokoh bukan sekedar konstruksi teknis belaka tetapi merupakan simbol bahwa Allah tidak hanya sekedar akan menampakkan diri sementara seperti di Gunung Sinai (Kel. 24:12-18). Tetapi, membangun ruangan secara terorganisir untuk menjadi tempat kediaman-Nya di tengah-tengah umat-Nya. Oleh sebab itu setiap bagian tidak dibuat sembarangan, melainkan mengikuti pola yang telah Tuhan tetapkan. Kemah Suci adalah tempat Allah menyatakan kehadiran-Nya di tengah umat-Nya. Karena itu, bangunan tersebut harus stabil, tertata, dan sesuai dengan kehendak-Nya.
Prinsip ini berbicara kuat bagi kehidupan orang Kristen masa kini. Dalam 1 Kor. 3 : 16-17 dituliskan bahwa orang Kristen adalah bait Allah tempat di mana Roh Kudus berdiam. Artinya bahwa kehidupan kita tidak dapat dibangun secara sembarangan. Kehidupan harus berdiri di atas dasar yang benar, tersusun rapi dengan disiplin rohani serta dijaga dalam keteraturan. Kestabilan rohani dapat terlihat dalam beberapa hal seperti : membaca firman Tuhan dengan teratur sebagai fondasi yang kuat sehingga tidak mudah goyah oleh pengajaran yang salah, tekanan hidup atau godaan dunia. Keteraturan rohani dapat diwujudkan dengan pengendalian diri yang akan memampukan seseorang untuk mengendalikan emosi, mengekang kebiasaan yang buruk serta membuat keputusan yang bijaksana. Serta akan memampukan kita untuk mengatur pikiran, waktu serta tindakan dalam keseharian kita. Dengan demikian, seluruh kehidupan orang Kristen dapat menjadi tempat kediaman Roh Kudus yang tidak tergoyahkan.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan
firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagian mana dalam kehidupan rohani
kita yang belum tertata dengan rapi? Mari sejenak kita berdoa dan meminta Roh
Kudus untuk menganugerahkan kekuatan kepada kita untuk menata seluruh kehidupan
rohani kita sehingga dapat menjadi tempat kediaman-Nya senantiasa. (TH)

Komentar
Posting Komentar