Postingan

Kehadiran Allah yang Kudus

Gambar
Sabtu, 29 November 2025 Kehadiran Allah yang Kudus   Bacaan Alkitab : Keluaran 30:6–8 Dalam Keluaran 30:6–8, Tuhan memberikan instruksi tentang letak dan fungsi mezbah ukupan. Perintah ini tampak sederhana, tetapi ketika kita memperhatikan tempat mezbah itu diletakkan di depan tabir tepat di hadapan tempat Allah menyatakan diri. Mezbah itu berada pada titik paling dekat yang dapat dicapai imam sebelum memasuki hadirat Allah yang paling kudus. Ini menunjukkan bahwa pengaturan ini bukan sekadar ritual, tetapi cara Allah mengajar umat mendekati Dia yang kudus. Allah ingin hadir di tengah umat-Nya, tetapi kehadiran-Nya tidak boleh diperlakukan biasa; kekudusan-Nya menuntut kesiapan hati. Tabir di antara ruang kudus dan ruang maha kudus menjadi pengingat bahwa Allah dekat, tetapi tetap berbeda—Ia ingin dijumpai, namun tidak bisa didekati sembarangan. Di depan tabir itulah ukupan dibakar sebagai simbol bahwa doa dan penyembahan harus lahir dari hati yang layak ketika kita mendekat ke...

Doa Yang Naik Seperti Ukupan

Gambar
Jumat, 28 November 2025 Doa Yang Naik Seperti Ukupan   Bacaan Alkitab : Keluaran 30:1-5 Keluaran 30:1–5 membawa kita melihat sebuah mezbah kecil di dalam Kemah Suci—mezbah ukupan. Meski ukurannya kecil, posisinya berada tepat di depan tabir, sangat dekat dengan hadirat Allah. Di tempat inilah imam membakar dupa kudus setiap hari, dan asapnya naik sebagai lambang doa umat (Mzm. 141:2). Bahkan dalam Wahyu 5:8, ukupan kembali disebut sebagai “doa-doa orang kudus.”  Mezbah itu terbuat dari kayu akasia—kayu yang bahkan gurun pun tak mampu menghabiskannya. Kuat, tahan lama, tidak gampang lapuk. Namun yang paling menarik adalah lapisannya: emas murni yang disapukan dari ujung ke ujung, dari bagian atas sampai cincin-cincinnya. Bila cahaya pelita mengenai emas itu, kilauannya seperti hidup, seperti memantulkan kemuliaan Dia yang duduk di atas takhta. Pada empat sudut mezbah itu, terdapat tanduk-tanduk kecil, juga dilapisi emas. Tanduk—simbol perlindungan, tempat orang berlari menc...

Mengenal Allah yang Hadir dan Menetap

Gambar
Kamis, 27 November 2025 Mengenal Allah yang Hadir dan Menetap   Bacaan Alkitab : Keluaran 29:43-46 Saudara yang terkasih, keluaran 29:43-46 menuliskan bagaimana Allah ingin hadir, dekat, dan tinggal bersama dengan umat-Nya. Tiga kali Allah menegaskan, “Aku akan”; Aku akan bertemu, Aku akan menguduskan, dan Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Ini bukan sekedar janji teologis, tetapi pernyataan kasih dari Allah, yang ingin membangun relasi yang intim dengan manusia.   Saudara, kita tahu bahwa di pasal-pasal sebelumnya menuliskan bagaimana Allah menuntun bangsa Israel keluara dari tanah Mesir dengan berbagai macam mukjizat. Kini Allah yang sama yang membelah laut, yang menyatakan kuasa-Nya di Mesir, yang memimpin melalui tiang awan dan tiang api—Allah itulah yang kini memilih untuk berdiam di tengah-tengah mereka. Artinya, pengalaman masa lalu bukan hanya kenangan; itu adalah dasar untuk memahami bahwa Allah yang dahulu menyertai, kini hadir secara nyata dan bersekutu deng...

Dupa yang Harum

Gambar
Rabu, 26 November 2025 Dupa yang Harum   Bacaan Alkitab : Keluaran 29:41-42           Dalam   bagian ayat 41-42 dituliskan kehendak Allah berkaitan dengan persembahan kurban bakaran harian yaitu : pertama, kurban bakaran menjadi suatu persembahan yang harum di hadapan Tuhan. Kalimat ini merupakan kalimat kiasan   yang menunjuk pada perkenanan Allah atas persembahan yang dibakar umat-Nya di hadapan-Nya. Kedua, penetapan tujuan awal Allah berkaitan dengan persembahan harian yaitu janji Allah untuk bertemu dengan umat-Nya setiap hari. Dari dua hal di atas kita dapat melihat bahwa kesetiaan umat dalam mempersembahkan kurban bakaran harian seharusnya menjadi “dupa yang harum” bagi Allah sehingga Ia akan senantiasa hadir dan tinggal bersama dengan-Nya.           Saudara, melalui kelanjutan perikop tentang persembahan pagi dan sore ini kita dapat melihat bahwa inti dari suatu ibadah a...

Berhenti Sejenak

Gambar
Selasa, 25 November 2025 Berhenti Sejenak Bacaan Alkitab : Keluaran 29 : 38-40           Saudara, 37 ayat pertama dari pasal 29 ini telah berfokus pada apa yang dilakukan oleh komunitas pada masa penahbisan Harun dan anak-anaknya sebagai imam di Israel. Bagian berikutnya menuliskan tentang persembahan harian yang akan dilaksanakan oleh bangsa Israel secara rutin. Persembahan tersebut berupa dua anak domba berumur 1 tahun, masing-masing akan dipersembahkan setiap pagi dan sore hari. Bersamaan dengan itu mereka juga akan mempersembahkan tepung, minyak dari zaitun dan anggur terbaik. Dengan demikian, kita melihat bahwa Allah tidak hanya menghendaki umat-Nya menjadi kudus tetapi juga mengatur cara untuk proses pengudusannya. Sarana yang digunakan adalah menyediakan domba sebanyak 2 ekor per hari berumur 1 tahun per tahunnya. Bayangkan betapa banyak anak domba yang diperlukan setiap tahunnya dan Allah tetap memenuhi kebutuhan mereka. Dengan pen...

Menyentuh Mezbah MahaKudus

Gambar
Senin, 24 November 2025 Menyentuh Mezbah MahaKudus Bacaan : Keluaran 29 : 35-37              Saudara, bagian penutup dari perikop penahbisan Harun dan anak-anaknya ini sangat menarik. Kita melihat bagaimana Allah terlebih dahulu mempersiapkan mereka dengan sangat terperinci supaya mereka kudus dan layak melayani sebagai imam, sebelum mereka melayani umat Israel. Kemudian selama tujuh hari ada korban pendamaian yang dipersembahkan di atas mezbah yang dikuduskan, sehingga mezbah itu menjadi mahakudus—dan apa pun yang menyentuh mezbah itu menjadi kudus. Kata “apa pun” yang dalam bahasa aslinya “yiqdas”, diterjemahkan dengan lebih tepat dalam Alkitab Terjemahan Baru 2. Lalu apa tujuannya ketika sesuatu menjadi kudus saat bersentuhan dengan mezbah? Kita dapat memahaminya demikian: kekudusan yang diterima oleh benda atau apa pun yang menyentuh mezbah, bukan hanya berkaitan dengan statusnya yang menjadi kudus, tetapi agar fungsinya ju...

Tuhan Yang Menata, Kita Yang Menjalani

Gambar
Sabtu, 22 November 2025 Tuhan Yang Menata, Kita Yang Menjalani Bacaan Alkitab : Keluaran 29: 31-34 Dalam Keluaran 29, Tuhan sedang mengatur tata cara   penahbisan   Harun dan anak-anaknya sebagai imam. Di ayat 31–34, Allah memerintahkan agar daging dari domba tahbisan diolah di tempat kudus dan dimakan oleh Harun serta anak-anaknya. Sisa dari daging itu tidak boleh keluar dari tempat kudus dan bila ada yang tersisa, harus dibakar. Perintah ini   tampak sederhana karena hanya urusan makanan. Namun, di balik ritual itu tersimpan makna yang dalam tentang rencana Allah yang teratur, berkesinambungan, dan tidak tergantung pada satu pribadi saja. Dari bagian ini menunjukkan bagaimana Allah mengatur sistem ibadah dan pelayanan yang kudus dengan sangat rinci, bukan hanya untuk masa Harun, tetapi juga untuk keturunannya. Allah bukan sekadar memanggil seseorang untuk melayani, melainkan menetapkan pola dan sistem yang akan diteruskan dari generasi ke generasi. Makanan dari...