Postingan

Sukacita yang Berakar pada Allah

Gambar
Sabtu, 3 Januari 2025  Sukacita yang Berakar pada Allah   Bacaan Alkitab : Mzm. 37 : 1-4           Saudara selamat memasuki tahun baru 2026 ini. Pada awal tahun ini, kita diajak untuk kembali merenungkan Firman Tuhan dari Mzm. 37: 1-4. Mazmur ini merupakan mazmur yang ditulis oleh Daud, yang menolong umat Tuhan memandang kehidupan dengan   bijaksana, khususnya ketika menghadapi kenyataan bahwa orang fasik sering tampak berhasil dan hidup dalam kelimpahan.   Daud membuka mazmur ini dengan sebuah perintah yang tegas “janganlah geram terhadap orang jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang.” (ay. 1). Perintah ini muncul dari realitas hidup yang sering menimbulkan pertanyaan, khususnya   ketika kita melihat orang-orang tidak hidup benar namun tampak berhasil dan berbahagia. Namun, Daud segera mengingatkan bahwa keberhasilan orang fasik bersifat sementara, seperti rumput yang segera layu dan seperti tumbu...

Dari Kenangan ke Pengharapan

Gambar
Jumat, 2 Januari 2026 Dari Kenangan ke Pengharapan   Bacaan Alkitab : Yesaya 43:18–19 Setiap manusia memiliki masa lalu. Ada yang penuh tawa, ada yang penuh luka. Ada yang ingin dikenang selamanya, tetapi ada pula yang — seandainya mungkin — ingin dihapus dari ingatan. Bangsa Israel pun mengalami hal itu. Mereka berada dalam pembuangan, terjebak dalam penyesalan atas dosa, kegagalan, dan kehancuran yang disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri. Di tengah situasi itu, Tuhan berbicara melalui Yesaya: “Janganlah kamu mengingat-ingat hal-hal yang dahulu… Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Ini bukan seruan untuk melupakan sejarah, melainkan undangan ilahi untuk berhenti dikendalikan oleh masa lalu. Ada masa lalu yang menimbulkan trauma. Ada luka-luka yang begitu dalam hingga sekadar mengingatnya saja membuat hati kembali retak. Ada peristiwa yang kita harapkan tidak pernah terjadi. Tetapi Tuhan memahami beban itu. Ia tahu bagaimana rasa bersalah dan kekecewaan bisa menje...

Menutup Tahun dengan Kasih Setia Tuhan

Gambar
Selasa, 30 Desember 2025* Menutup Tahun dengan Kasih Setia Tuhan Bacaan Alkitab : Ratapan 3:22-23 Ratapan 3:22–23 bukanlah ayat yang lahir dari suasana damai atau ibadah yang megah. Ayat ini muncul dari peristiwa kehancuran. Yeremia mengucapkannya ketika Yerusalem telah runtuh, Bait Allah dibakar, dan umat Tuhan hidup dalam trauma serta pembuangan. Namun justru di tengah kondisi itu ia berkata, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya.”           Kata “kasih setia” yang digunakan adalah ḥ esed, yaitu kasih perjanjian. Ini bukan kasih yang bergantung pada respon manusia, bukan kasih yang berubah karena kegagalan umat,   namun   bukan pula kasih yang memanjakan dosa. Ḥ esed adalah kasih Allah yang teguh, setia pada janji-Nya, dan tidak dapat dibatalkan. Yeremia tidak berkata bahwa Israel setia, tetapi bahwa Tuhan tetap setia. Fokus ayat ini bukan pada keadaan manusia, melainkan pada karakter Allah. Kemudian...

Merenungkan Jejak-jejak Tuhan

Gambar
Senin, 29 Desember 2025 Merenungkan Jejak-jejak Tuhan Bacaan Alkitab : Maz. 65 : 10 – 14           Saudara memasuki penghujung tahun 2025 ini, marilah berhenti sejenak dan menoleh ke belakang bukan hanya untuk mengingat pengalaman hidup kita di tahun 2025, tetapi untuk mengenali karya dan kemurahan Tuhan yang menyertai setiap langkah hidup kita. Mazmur 65: 10-14 menolong kita melihat bahwa tahun yang berlalu bukan sekedar rangkaian kejadian melainkan ruang di mana Allah bekerja dengan setia. Mazmur ini menggambarkan Allah sebagai Pribadi yang aktif hadir dalam ciptaan: memelihara, menyediakan, dan menandai waktu dengan kebaikan-Nya. Pada bagian ini, kita juga diajak merenungkan tiga kebenaran yang akan menguatkan iman yang akan menuntun refleksi kita di akhir tahun. Pertama, Allah Memelihara Ciptaan-Nya. Hal ini dapat kita lihat dalam ay. 10 dan 12, “Engkau memperhatikan tanah ... Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu ... ” Allah digam...

Nama yang Membuka Hati Kita Akan Hadirnya Allah

Gambar
Sabtu, 27 Desember 2025 Nama yang Membuka Hati Kita Akan Hadirnya Allah Bacaan Alkitab : Matius 1 : 23 Ketika malaikat menyampaikan kabar kepada Yusuf bahwa anak yang dikandung Maria akan disebut Imanuel, itu bukan sekadar pemberian nama yang indah atau bernuansa religius. Dalam tradisi Ibrani, nama bukan hanya identitas—nama adalah penyingkapan karakter, tujuan, dan karya Allah. Karena itu, ketika Yesus disebut Imanuel, maknanya jauh melampaui huruf-huruf yang membentuknya. Nama ini memuat salah satu deklarasi terbesar dalam seluruh Alkitab: Allah beserta kita. Di Perjanjian Lama, kehadiran Allah sering ditandai melalui simbol—kemah pertemuan, tabut perjanjian, tiang awan dan api. Kehadiran-Nya tampak, tetapi tetap   terdapat jarak antara Allah yang Kudus dan manusia yang berdosa. Sehingga manusia tidak dapat mendekati Allah, tanpa adanya ritual. Namun Matius 1:23 membawa sebuah perubahan dramatis dalam sejarah keselamatan. Untuk pertama kalinya, Allah tidak hanya “menyert...

Kristus yang Rendah Hati

Gambar
Jumat, 26 Desember 2025 Kristus yang Rendah Hati Bacaan Alkitab : Filipi 2: 6-8 Saudara yang terkasih, selamat merayakan natal. Pada hari yang penuh kasih karunia ini, kita diajak untuk masuk lebih dalam ke makna kelahiran Kristus melalui perenungan dari Filipi 2: 6-8. Dalam bagian ini, Paulus mengingatkan   agar jemaat dapat bersatu dan memiliki kerendahan hati yang mencerminkan karakter Kristus sendiri. Kristus yang adalah Allah merendahkan diri dan mengambil rupa manusia.   Ia mengambil rupa seorang hamba, masuk ke dalam sejarah manusia sebagai bayi, dan menapaki jalan ketaatan sampai mati di kayu salib demi menebus dosa kita. Inilah   kerendahan hati yang patut diteladani oles semua pengikut-Nya. Saudara ketika kita menatap perjalanan hidup Yesus Kristus, kita melihat kerendahan hati yang sejati.   Ia lahir dalam palungan di kota kecil yang tidak termasyur (Mat. 2: 1-17; Luk. 2: 6-7). Ia tumbuh dan belajar hukum taurat seperti anak-anak lainnya (Luk. 2: 41-52...

Tiga Gelar yang Mengubah Dunia

Gambar
Rabu, 24 Desember 2025 Tiga Gelar yang Mengubah Dunia   Bacaan Alkitab : Lukas 2:10–11 Ketika malaikat menampakkan diri kepada para gembala di malam kelahiran Yesus, ada satu pesan yang mengguncang dunia: Allah tidak mengutus nabi, imam, ataupun malaikat untuk menyelamatkan manusia— tetapi Allah sendiri yang datang sebagai Penyelamat. Keselamatan tidak dipercayakan kepada sosok besar seperti Musa, Daud, atau Yesaya. Tidak. Pribadi Ilahi itu sendiri turun menjadi manusia. Pada masa itu Israel hidup dalam tekanan penjajahan Romawi. Harapan mereka akan Mesias telah menyempit menjadi sebuah gambaran politis: seorang pahlawan yang akan melepaskan mereka dari penjajahan dan mengembalikan kejayaan mereka sebagai umat Pilihan. Namun Allah datang dengan jawaban yang jauh melampaui imajinasi mereka. Ia tidak hanya menolong dari kerajaan penjajah, tetapi dari musuh terdalam: yaitu penjajahan   dosa yang membuat manusia terpisah dari Allah. Di sinilah makna tiga gelar besar dalam Lu...