Postingan

Ketika Saudara Jatuh, Jangan Biarkan Ia Sendirian

Gambar
Sabtu, 12 September 2026 Ketika Saudara Jatuh, Jangan Biarkan Ia Sendirian Bacaan Alkitab : Imamat 25:47–55 Imamat 25:47–55 menggambarkan situasi ketika seorang Israel jatuh miskin dan akhirnya menjual dirinya sebagai pekerja kepada seorang pendatang atau orang asing yang tinggal di tengah-tengah Israel. Menariknya, Allah tidak mengatakan bahwa karena ia miskin, maka ia kehilangan statusnya sebagai saudara dalam, komunitas Israel. Karena itu, Allah memberikan jalan agar ia dapat ditebus. Jika orang itu menjadi miskin dan menjual dirinya kepada orang asing, maka kerabatnya memiliki kesempatan untuk menebusnya . Seorang saudara, paman, sepupu, atau kerabat dekat dapat mengambil tanggung jawab untuk membebaskannya. Dengan demikian, kemiskinan seseorang bukan hanya persoalan pribadi. Ada tanggung jawab komunitas, terutama keluarga, untuk memperhatikan saudaranya yang sedang jatuh.   Hal ini penting karena Alkitab tidak pernah menjadikan kekayaan sebagai ukuran nilai seseorang. Orang ...

Tidak Semua Orang Memiliki Apa yang Kita Miliki

Gambar
Jumat, 11 September 2026 Tidak Semua Orang Memiliki Apa yang Kita Miliki   Bacaan Alkitab : Imamat 25:44-46 Imamat 25:44-46 berbicara tentang budak laki-laki dan perempuan yang diperoleh bangsa Israel dari bangsa-bangsa di sekitar mereka. Bahkan, status tersebut dapat diwariskan kepada keturunan mereka. Bagi kita, bagian ini tentu terdengar asing dan sulit. Karena itu, kita perlu melihat dunia yang melatarbelakangi teks ini. Israel adalah bangsa yang telah dibebaskan Allah dari Mesir dan kemudian diberikan tanah sebagai tanah perjanjian. Tanah itu menjadi sumber kehidupan bagi mereka, tetapi tidak semua orang yang hidup di tengah Israel memiliki tanah sebagai warisan. Ada orang-orang asing yang tinggal bersama mereka dan tidak memiliki hak warisan tanah seperti orang Israel. Dalam masyarakat agraris pada waktu itu, kepemilikan tanah dan sumber daya sangat menentukan kemampuan seseorang untuk mempertahankan hidup. Dalam konteks dunia kuno, perbedaan status tersebut dapat berkaitan...

Jangan Manfaatkan Orang yang Sedang Jatuh

Gambar
Kamis, 10 September 2026 Jangan Manfaatkan Orang yang Sedang Jatuh   Bacaan Alkitab : Imamat 25:39-43 Imamat 25:39–43 berbicara tentang seorang Israel yang jatuh miskin dan karena keadaan ekonominya terpaksa menjual dirinya untuk bekerja kepada sesamanya. Namun, Tuhan memberikan batas yang tegas: “Janganlah ia melakukan pekerjaan seorang budak.” Bagian ini perlu dipahami dalam konteks kehidupan Israel sebagai umat perjanjian. Kondisi seorang Israel yang miskin tidak boleh disamakan begitu saja dengan sistem perbudakan yang kejam dalam sejarah manusia, di mana manusia dapat diperlakukan sebagai barang milik. Orang Israel yang miskin tetap adalah saudara dan tetap umat Allah yang telah ditebus Tuhan dari Mesir. Kondisi ekonominya dapat berubah, tetapi kedudukannya sebagai bagian dari umat Allah tidak berubah. Karena itu, ayat 42 memberikan alasan yang sangat penting: “Karena mereka adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir.” Mereka bukan milik manusia secara mu...

Bahagia Karena Telah Dibebaskan

Gambar
Rabu, 9 September 2026 Bahagia Karena Telah Dibebaskan   Bacaan Alkitab : Imamat 25:35-38 Dalam bagian Firman Tuhan yang baru saja kita baca, kita dapat melihat ketetapan Allah berkaitan dengan sesama yang jatuh miskin. Kemiskinan tidak menghilangkan kedudukannya sebagai anggota komunitas perjanjian. Karena itu, respons yang diperintahkan bukan mengambil keuntungan, tetapi: “engkau harus menyokong dia.” Bahkan membantu pemulihan ekonominya dengan cara memberikan pinjaman dengan   tujuan mempertahankan kehidupan (ay, 36). Dengan kata lain, kondisi ekonomi ditempatkan di bawah tujuan yang lebih besar: memelihara kehidupan komunitas umat Allah. Pada ayat 38 terdapat suatu dasar teologis: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir…” Para sarjana PB menuliskan bahwa dasar ini penting karena berarti bahwa perintah sosial tersebut tidak berdiri sendiri. Israel harus memperlakukan sesamanya yang jatuh miskin dengan belas kasihan karena mereka sendiri adalah ...

Adil Tidak Selalu Sama

Gambar
Selasa, 8 September 2026 Adil Tidak Selalu Sama   Bacaan Alkitab : Imamat 25: 29-34 Dalam bagian firman Tuhan yang baru saja kita baca, kita dapat melihat beberapa aturan mengenai penjualan dan penebusan rumah. Pertama, penjualan rumah di kota bertembok maka hak penebusan hanya berlaku satu tahun. Apabila tidak ditebus maka rumah tersebut secara mutlak akan menjadi milik pembeli secara turun temurun. Kedua, penjualan rumah di desa yang tidak dikelilingi tembok maka rumah tersebut dapat ditebus dan jika tidak ditebus maka pada pada tahun Yobel rumah tersebut bebas dan dikembalikan kepada pemiliknya. Ketiga, penjualan atas rumah orang Lewi maka hak menebus ada pada orang-orang Lewi selama-lamanya sebab rumah itu adalah milik mereka selama-lamanya. Sedangkan untuk padang penggembalaan tidak dapat dijual sebab padang tersebut adalah milik mereka selamanya.           Saudara, Imamat 23-25 secara keseluruhan menekankan pada Tahun Yobel dan...

Pemilik Sejati

Gambar
Senin, 7 September 2026 Pemilik Sejati Bacaan Alkitab : Imamat 25 : 23-28 Imamat 25:23-28 merupakan ketetapan Allah mengenai kepemilikan tanah bagi bangsa Israel. Setelah masuk ke Tanah Perjanjian, tanah pusaka yang dibagikan kepada setiap suku boleh dialihkan karena kebutuhan ekonomi, tetapi tidak boleh dijual secara mutlak   dan permanen, sebab tanah itu pada hakikatnya adalah milik Allah. Sehingga, apabila seseorang terpaksa menjual tanahnya karena keadaan tertentu, tanah tersebut dapat ditebus kembali oleh pemiliknya atau salah seorang dari kaum keluarganya. Jika tidak ada yang sanggup menebusnya, tanah itu harus dikembalikan kepada pemilik semula pada saat tahun Yobel.   Melalui ketetapan ini, Allah menghendaki agar tanah pusaka tetap terjaga kepemilikannya dan tidak selamanya berpindah tangan. Tahun Yobel memberikan kesempatan bagi orang yang kehilangan tanah untuk mendapatkannya kembali. Saudara, ketetapan yang paling mendasar terdapat dalam ayat 23: “Tanah ja...

Ketika Tuhan Memegang Hari Esok

Gambar
Sabtu, 5 September 2026 Ketika Tuhan Memegang Hari Esok   Bacaan Alkitab : Imamat 25: 18-22           Dalam bagian Firman Tuhan yang baru saja kita baca, kita melihat bagian penutup dari perikop berjudul “Tahun Sabat dan Tahun Yobel.” Bagian penutup ini diawali dengan perintah Tuhan agar bangsa Israel berpegang pada ketetapan dan berpegang pada peraturan Allah dan melakukannya. Ketetapan tersebut berkaitan dengan perintah Allah untuk melaksanakan tahun sabat dan yobel, dimana tanah diistirahatkan dan dikembalikan. Perintah ini disertai dengan janji berkat dan kehidupan yang tentram. Janji berkat ini disertai juga dengan hikmat untuk mengelola tanah sebelum tahun Sabat dilaksanakan pada tahun ke-7.           Saudara, perintah Allah di atas mendatangkan kekhawatiran pada orang Israel “Apakah yang akan kami makan pada tahun ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengum...