Postingan

Ritme Kehidupan

Gambar
Senin, 2 Februari 2026 Ritme Kehidupan Bacaan Alkitab : Keluaran 34:22 Keluaran 34:22 menunjukkan dua dari tiga hari raya ziarah yang Allah perintahkan untuk terus dirayakan oleh bangsa Israel, yaitu Hari Raya Tujuh Minggu dan Hari Raya Pengumpulan Hasil. Secara keseluruhan, bangsa Israel merayakan tiga perayaan besar, yaitu Pesakh, Shavuot, dan Sukkot, yang pada masa kini kita kenal sebagai Paskah, Pentakosta, dan Hari Raya Pondok Daun. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk terus memelihara perayaan-perayaan ziarah ini sebagai pengingat akan karya pemeliharaan Allah dalam sejarah hidup mereka. Perayaan-perayaan ini juga menjadi identitas rohani yang membedakan Israel dari bangsa-bangsa lain. Selain itu, Allah membentuk ritme kehidupan rohani umat-Nya melalui perayaan-perayaan tersebut. Sebagian dari hari raya ini berkaitan dengan siklus panen. Namun, lebih dari sekadar peristiwa pertanian, Allah mengajarkan makna rohani yang dalam: bahwa setiap awal dan akhir kehidupan harus sel...

Berhenti untuk Percaya

Gambar
Sabtu, 31 Januari 2026 Berhenti untuk Percaya Bacaan Alkitab : Keluaran 34:21           Setelah Allah menegaskan kembali identitas umat-Nya di tengah-tengah bangsa asing, pada Keluaran 34:21 Ia melanjutkan dengan mengajar bagaimana identitas itu dijalani melalui cara kerja yang sejati.   Allah memerintahkan umat-Nya untuk bekerja selama enam hari dan berhenti pada hari ketujuh. Perintah ini diberikan kepada bangsa Israel yang hidup dari hasil tanah, di mana ke masa membajak dan menuai merupakan waktu paling krusial. Dalam kondisi seperti itu, berhenti bekerja berarti mengambil risiko kehilangan hasil. Namun, justru di saat genting itulah Allah berkata “berhentilah.” P erintah ini bukan sekadar aturan tentang waktu, melainkan ujian iman. Allah sedang mengajar umat-Nya bahwa hidup tidak ditopang oleh kerja tanpa henti, melainkan oleh tangan-Nya yang setia memelihara. Dengan kata lain, Sabat adalah pengakuan iman yang nyata: Allah teta...

Menjadi Milik Allah di Tengah Arus Dunia

Gambar
Jumat, 30 Januari 2026 Menjadi Milik Allah di Tengah Arus Dunia Bacaan Alkitab : Keluaran 34: 18-20           Dalam bagian ayat 18-20, bangsa Israel yang hidup di tengah-tengah bangsa asing diingatkan untuk tetap hidup sesuai dengan identitas sejati mereka sebagai umat Allah. Allah menegaskan bahwa keberadaan mereka di lingkungan yang berbeda tidak boleh mengaburkan siapa mereka dan kepada siapa mereka menyembah. Ada dua cara utama untuk menunjukkan dan memelihara identitas tersebut yaitu : pertama , identitas umat Allah dinyatakan dengan senantiasa mengingat Allah sebagai Pencipta dan Penebus bahkan ketika hidup di tengah bangsa asing. Hal ini dapat dilakukan melalui perayaan hari raya roti tidak beragi yang mengingatkan Israel akan karya pembebasan Allah dari tanah Mesir (ay. 18). Dengan mengingat peristiwa pembebasan tersebut, Israel diajak untuk tidak sekadar menoleh ke masa lalu secara sentimental, melainkan menghadirkan kembali ( re-a...

Kompromi Kecil, Kejatuhan Besar

Gambar
Kamis, 29 Januari 2026 Kompromi Kecil, Kejatuhan Besar Bacaan Alkitab : Keluaran 34:15-17           Dalam Keluaran 34:15–17, Allah memperingatkan Israel dengan sangat serius agar mereka tidak mengikat perjanjian dengan penduduk negeri Kanaan. Peringatan ini bukan semata-mata soal hubungan sosial atau politik, melainkan soal kesetiaan rohani. Allah tahu bahwa kejatuhan umat-Nya jarang terjadi secara tiba-tiba; kejatuhan hampir selalu dimulai dari kompromi kecil yang dibiarkan. Allah tidak berkata, “Jangan langsung menyembah berhala,” tetapi justru menyoroti prosesnya: mengikat perjanjian → makan dari persembahan mereka → akhirnya menyembah ilah mereka. Ini menunjukkan bahwa dosa tidak bekerja secara instan, tetapi bertahap, halus, dan sering kali tampak tidak berbahaya. Yang berbahaya bukan hanya dosa besar, melainkan toleransi terhadap dosa kecil yang terus dinormalisasi.           Masalah utama manusia bukanlah besarnya dos...

Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi

Gambar
Rabu,   28 Januari 2026 Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi Bacaan Alkitab : Keluaran 34:12-14 Setelah kejatuhan Israel dalam dosa penyembahan anak lembu emas, pembaruan perjanjian dalam Keluaran 34 sering dibaca sebagai tanda kelembutan Allah. Namun pembacaan seperti ini berisiko menumpulkan pesan utama teks. Allah memang memperbaharui perjanjian-Nya, tetapi Ia melakukannya tanpa melunakkan tuntutan kekudusan-Nya. Pembaruan perjanjian bukanlah bentuk toleransi terhadap dosa, melainkan penegasan ulang otoritas Allah yang mutlak atas umat-Nya . Dalam Keluaran 34:12–14. Ia memberi peringatan yang jelas: jangan membuat perjanjian dengan bangsa-bangsa lain, jangan menyembah allah lain, dan jangan mencampuradukkan ibadah. Bahasa yang dipakai bukan bahasa tawar-menawar, melainkan bahasa perintah yang tidak bisa dinegosiasikan . Pembaruan perjanjian ini memperlihatkan sebuah kebenaran penting: kasih karunia Allah tidak membuat Dia menjadi permisif. Allah tetap tegas terhadap do...

Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian

Gambar
Selasa, 27 Januari 2026 Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 10-11 Keluaran 34:10–11 muncul dalam konteks yang sangat genting. Bangsa Israel baru saja melanggar perjanjian melalui dosa anak lembu emas (Kel. 32). Perjanjian yang baru saja diikat di Sinai seolah hancur sebelum sempat dijalani. Secara manusiawi, yang pantas diterima Israel adalah penolakan dan penghukuman total. Namun justru di tengah kegagalan umat, Allah kembali berbicara dan menyatakan firman-Nya. Ayat 10 dimulai dengan pernyataan ilahi yang tegas: “ Sesungguhnya, Aku mengikat perjanjian .” Ini bukan sekadar pengulangan perjanjian lama, melainkan penegasan ulang bahwa Allah dengan sadar memilih untuk tetap mengikat perjanjian dengan umat-Nya yang rapuh. Allah tidak menunggu Israel membuktikan kesetiaan terlebih dahulu. Ia berbicara sebagai Allah yang berdaulat, yang memegang kendali penuh atas relasi perjanjian itu. Lalu dalam ayat 11, Allah memerintahkan Israel untuk be...

Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya

Gambar
Senin, 26 Januari 2026 Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya Bacaan Alkitab : Keluaran 34:8-9 Keluaran 34:8–9 mencatat respons pertama manusia setelah Allah menyatakan nama dan karakter-Nya. Ayat ini dimulai dengan tindakan yang sangat cepat dan spontan: “ Lalu Musa langsung berlutut ke tanah dan sujud menyembah. ” Kata “Langsung” menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah yang menyatakan diri-Nya tidak pernah netral. Ketika kemuliaan Allah dinyatakan, manusia tidak bisa tinggal diam—ia akan tersungkur atau menjauh. Musa memilih tersungkur. Sikap Musa ini penting, karena ia bukan orang yang baru mengenal Tuhan. Ia telah berkali-kali berjumpa dengan Allah, memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, dan berbicara dengan Allah secara langsung. Namun setiap kali Allah menyatakan kemuliaan-Nya, respons Musa selalu sama: dengan kerendahan hati yang semakin dalam. Hal ini menegaskan bahwa kedewasaan rohani tidak membuat seseorang semakin tidak menghormati Tuhan, sebaliknya   mere...