Postingan

Ketika Pengulangan Membentuk Iman

Gambar
Jumat, 27 Februari 2026 Ketika Pengulangan Membentuk Iman Bacaan Alkitab : Keluaran 36:20–22                Keluaran 36:20–22 mencatat bahwa papan-papan Kemah Suci dibuat dari kayu penaga, berdiri tegak, masing-masing memiliki dua pasak yang tersambung satu dengan yang lain. Papan-papan itu dipasang berjajar, saling mengikat, membentuk satu kesatuan yang kokoh. Tidak ada papan yang berdiri sendiri tanpa sambungan. Tidak ada bagian yang dibuat sembarangan. Semuanya teratur, tegak, tersambung. Jika kita membaca bagian ini dalam Kitab Keluaran , mungkin kita tergoda untuk melewatinya. Bukankah ini hanya detail konstruksi? Bukankah ini sekadar pengulangan dari perintah Tuhan sebelumnya dalam pasal 26? Tetapi justru di situlah pesan rohaninya tersembunyi. Teks ini adalah repetisi atau pengulangan dari Apa yang dulu pernah diperintahkan Tuhan, kini dituliskan kembali sebagai pelaksanaan. Mengapa harus diulang? Karena bagi Israel, pengulangan bukan ...

Terhubung dalam Perlindungan

Gambar
Kamis, 26 Februari 2026 Terhubung dalam Perlindungan Bacaan Alkitab : Keluaran 36:17–19 Ketika kita membaca Keluaran 36:17-19, mungkin kita menganggapnya hanya sebagai deskripsi teknis tentang pembangunan Kemah Suci. Namun, di balik rincian itu tersimpan makna rohani yang dalam. Ayat-ayat ini menjelaskan bagaimana lembar-lembar kemah disatukan dengan pengait dan ditutupi dengan tudung. Tidak ada bagian yang berdiri sendiri. Semua dirangkai menjadi satu kesatuan, lalu dinaungi oleh penutup yang melindungi seluruh struktur. Kesatuan ini bukan sekadar persoalan konstruksi, tetapi merupakan gambaran rohani tentang umat Allah. Tanpa pengait dan rangkai, kain-kain itu hanya potongan yang terpisah. Demikian pula gereja: tanpa kesatuan, kita hanyalah individu-individu yang rapuh. Tuhan merancang umat-Nya untuk hidup terhubung, saling menguatkan, dan berjalan bersama sebagai satu tubuh. Namun, kesatuan itu tidak berhenti pada keterikatan antar sesama. Kemah itu juga ditutupi dengan...

Ketika Keindahan Menjadi Bahasa Iman

Gambar
Rabu, 25 Februari 2026 Ketika Keindahan Menjadi Bahasa Iman Keluaran 36:8–16   Dalam k eluaran 36:8–16 , teks itu hampir terasa “terlalu teknis”. Panjangnya dua puluh delapan hasta. Lebarnya empat hasta. Sepuluh lembar. Lima disambung dengan lima. Warna biru, ungu, dan kirmizi. Gambar kerubim yang dikerjakan dengan seni. Mengapa Allah yang Mahabesar memperhatikan ukuran tirai? Karena ibadah bukan sekadar aktivitas rohani. Ibadah adalah ruang di mana Allah menyatakan diri-Nya—dan manusia belajar mengenal-Nya   melalui simbol-simbol jasmani. Allah tidak anti keindahan. Di padang gurun yang keras, Allah memerintahkan sesuatu yang indah dibangun. Bukan seadanya. Bukan asal jadi. Tapi dengan perpaduan warna yang harmonis. Dengan pola yang terencana. Dengan ukuran yang presisi. Seolah-olah Allah berkata: “Kehadiran-Ku layak direspons dengan kesungguhan dan keindahan.” Keindahan di sini bukan kosmetik. Ia adalah bahasa. Warna biru, ungu, dan kirmizi menyatu membentuk kesan ...

Semangat dalam Memberi

Gambar
Selasa, 24 Februari 2026 Semangat dalam Memberi   Bacaan Alkitab : Keluaran 36 : 4-7 Bagian kitab Keluaran 36:4-7 memperlihatkan respons umat Israel terhadap perintah Allah untuk membangun kemah suci. Dalam konteks sebelumnya, Allah memerintahkan agar umat membawa persembahan khusus berupa bahan-bahan terbaik yang mereka miliki untuk pembangunan tempat kediaman-Nya (bdk. Kel. 25:1-9). Persembahan ini bersifat sukarela, lahir dari kerelaan hati, bukan dari paksaan atau tekanan. Perintah ini ditujukan kepada seluruh orang Israel. Setiap orang diberi kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan apa yang dimilikinya dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan Kemah Suci. Secara teologis, hal ini menunjukkan bahwa Allah melibatkan umat-Nya dalam karya-Nya. Keterlibatan ini bukan karena Allah membutuhkan materi mereka, melainkan sebagai sarana pembentukan rohani agar umat-Nya memberi dalam ketaatan, iman dan bertanggung jawab terhadap relasi perjanjian dengan-Nya. Respons umat ternyata ...

Karena Kasih Bukan Terpaksa

Gambar
Senin, 23 Februari 2026 Karena Kasih Bukan Terpaksa   Bacaan Alkitab : Keluaran 36:1–3 Bangsa Israel memiliki latar belakang hidup yang sangat berat. Selama ratusan tahun mereka hidup sebagai budak di Mesir. Mereka dipaksa membangun kota-kota perbendaharaan bagi Firaun dengan kerja paksa yang kejam dan tanpa belas kasihan. Mereka tidak bekerja karena kehendak sendiri, melainkan karena tekanan, ancaman, dan rasa takut. Kehidupan mereka dibentuk oleh sistem yang memaksa, sehingga ketaatan bukanlah pilihan, tetapi keterpaksaan. Namun setelah Allah membebaskan mereka dengan tangan yang kuat, pola hidup itu mulai diubah. Dalam Keluaran 36:1-3, kita melihat pemandangan yang sangat berbeda. Bangsa yang dahulu bekerja karena cambuk kini datang dengan sukarela membawa persembahan bagi pembangunan Kemah Suci. Setiap pagi mereka datang menyerahkan apa yang mereka miliki, sampai persembahan itu lebih dari cukup. Tidak ada paksaan, tidak ada ancaman, tidak ada hukuman. Yang ada hanyalah hat...

Belajar Sebagai Sarana Anugerah

Gambar
Sabtu, 22 Februari 2026 Belajar Sebagai Sarana Anugerah   Bacaan Alkitab : Keluaran 35 : 34 – 35 Dalam Keluaran 35:34–35 dicatat bahwa Allah bukan hanya memenuhi Bezaleel dan Aholiab dengan hikmat serta keahlian untuk bekerja, tetapi juga menaruh dalam diri mereka kemampuan untuk mengajar. C.F. Keil, ahli Perjanjian Lama- menegaskan bahwa penyebutan kemampuan mengajar ini bukanlah detail tambahan yang dicantumkan secara kebetulan. Sebaliknya, mengandung prinsip teologis yang penting. Allah menghendaki agar pekerjaan membangun kemah suci dilakukan dengan keteraturan, kesinambungan, dan kesetiaan pada kehendak-Nya. Karena itu, kemampuan mengajar diberikan kepada Bezaleel dan Aholiab supaya pekerjaan pembangunan Kemah Suci tidak bergantung pada satu atau dua orang saja. Mengajar, dalam konteks ini, bukan sekadar menyampaikan teknik atau pengetahuan tentang pembangunan kemah suci, melainkan mewariskan hikmat yang berasal dari Allah. Melalui pengajaran, hikmat ilahi diteruskan kepada ...

Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan

Gambar
Jumat, 20 Februari 2026 Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan   Bacaan Alkitab : Keluaran 35:30–33 Keluaran 35:30–33 menghadirkan sebuah potret iman yang sering terlewatkan: Allah memilih dan memenuhi Bezalel bukan terutama sebagai imam atau nabi, melainkan sebagai pekerja terampil . Ia dipenuhi oleh Roh Allah untuk berpikir, merancang, dan mengerjakan karya-karya yang konkret—emas, perak, ukiran, dan tenunan. Teks ini dengan sengaja menempatkan pekerjaan tangan sejajar dengan karya rohani. Alkitab tidak melihat keterampilan teknis sebagai wilayah netral, tetapi sebagai ruang di mana Roh Allah bekerja untuk menyatakan kehendak-Nya. Di sinilah kita belajar tentang sinergi antara panggilan ilahi dan kerja manusia. Bezalel tidak bekerja karena ambisi pribadi, tetapi karena ia digerakkan oleh Roh. Namun, kepenuhan Roh tidak membuatnya pasif; sebaliknya, Roh justru mengaktifkan seluruh potensi dirinya. Passion, kreativitas, disiplin, dan ketekunan tidak berdiri berlawanan dengan ...