Postingan

Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi

Gambar
Rabu,   28 Januari 2026 Kasih Karunia yang Tidak Berkompromi Bacaan Alkitab : Keluaran 34:12-14 Setelah kejatuhan Israel dalam dosa penyembahan anak lembu emas, pembaruan perjanjian dalam Keluaran 34 sering dibaca sebagai tanda kelembutan Allah. Namun pembacaan seperti ini berisiko menumpulkan pesan utama teks. Allah memang memperbaharui perjanjian-Nya, tetapi Ia melakukannya tanpa melunakkan tuntutan kekudusan-Nya. Pembaruan perjanjian bukanlah bentuk toleransi terhadap dosa, melainkan penegasan ulang otoritas Allah yang mutlak atas umat-Nya . Dalam Keluaran 34:12–14. Ia memberi peringatan yang jelas: jangan membuat perjanjian dengan bangsa-bangsa lain, jangan menyembah allah lain, dan jangan mencampuradukkan ibadah. Bahasa yang dipakai bukan bahasa tawar-menawar, melainkan bahasa perintah yang tidak bisa dinegosiasikan . Pembaruan perjanjian ini memperlihatkan sebuah kebenaran penting: kasih karunia Allah tidak membuat Dia menjadi permisif. Allah tetap tegas terhadap do...

Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian

Gambar
Selasa, 27 Januari 2026 Allah Berbicara di Tengah Krisis Perjanjian Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 10-11 Keluaran 34:10–11 muncul dalam konteks yang sangat genting. Bangsa Israel baru saja melanggar perjanjian melalui dosa anak lembu emas (Kel. 32). Perjanjian yang baru saja diikat di Sinai seolah hancur sebelum sempat dijalani. Secara manusiawi, yang pantas diterima Israel adalah penolakan dan penghukuman total. Namun justru di tengah kegagalan umat, Allah kembali berbicara dan menyatakan firman-Nya. Ayat 10 dimulai dengan pernyataan ilahi yang tegas: “ Sesungguhnya, Aku mengikat perjanjian .” Ini bukan sekadar pengulangan perjanjian lama, melainkan penegasan ulang bahwa Allah dengan sadar memilih untuk tetap mengikat perjanjian dengan umat-Nya yang rapuh. Allah tidak menunggu Israel membuktikan kesetiaan terlebih dahulu. Ia berbicara sebagai Allah yang berdaulat, yang memegang kendali penuh atas relasi perjanjian itu. Lalu dalam ayat 11, Allah memerintahkan Israel untuk be...

Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya

Gambar
Senin, 26 Januari 2026 Kemuliaan Allah dan Kerendahan Hati umat-Nya Bacaan Alkitab : Keluaran 34:8-9 Keluaran 34:8–9 mencatat respons pertama manusia setelah Allah menyatakan nama dan karakter-Nya. Ayat ini dimulai dengan tindakan yang sangat cepat dan spontan: “ Lalu Musa langsung berlutut ke tanah dan sujud menyembah. ” Kata “Langsung” menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah yang menyatakan diri-Nya tidak pernah netral. Ketika kemuliaan Allah dinyatakan, manusia tidak bisa tinggal diam—ia akan tersungkur atau menjauh. Musa memilih tersungkur. Sikap Musa ini penting, karena ia bukan orang yang baru mengenal Tuhan. Ia telah berkali-kali berjumpa dengan Allah, memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, dan berbicara dengan Allah secara langsung. Namun setiap kali Allah menyatakan kemuliaan-Nya, respons Musa selalu sama: dengan kerendahan hati yang semakin dalam. Hal ini menegaskan bahwa kedewasaan rohani tidak membuat seseorang semakin tidak menghormati Tuhan, sebaliknya   mere...

Allah yang Menyatakan Diri-Nya

Gambar
Sabtu, 24 Januari 2026 Allah yang Menyatakan Diri-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:5–7 Dalam Keluaran 34:5–7, Allah tidak hanya bertindak, tetapi menyatakan siapa diri-Nya. Ia turun dalam awan, berdiri dekat Musa, dan diproklamasikan nama TUHAN. Ini adalah momen teofani—Allah yang berdaulat berinisiatif mendekat, bukan karena manusia layak, melainkan karena KemurahanNya, sehingga Ia berkenan menyatakan diri-Nya sendiri. Setelah kegagalan Israel dalam dosa anak lembu emas, Allah tidak menghilang, tetapi hadir dan berbicara. Pernyataan ini kemudian menjadi pengakuan iman Israel sepanjang sejarah:“TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia dan kesetiaan…” Karakter Allah digambarkan secara utuh dan seimbang. Ia penuh belas kasihan, panjang sabar, dan setia memelihara perjanjian-Nya. Namun pada saat yang sama, Ia tidak membebaskan orang bersalah dari hukuman. Nada penghukuman tetap terdengar—Allah bukan Allah yang menutup mata terhadap dosa. K...

Tuhan yang Tidak Menyerah pada Umat-Nya

Gambar
Jumat, 23 Januari 2026 Tuhan yang Tidak Menyerah pada Umat-Nya   Bacaan Alkitab : Keluaran 34:1–4 Keluaran 34:1–4 membawa kita pada sebuah momen yang sangat menentukan dalam hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel. Ini bukanlah kisah tentang keberhasilan manusia, melainkan tentang kesetiaan Tuhan di tengah kegagalan umat-Nya . Setelah bangsa Israel menyembah anak lembu emas dan melanggar perjanjian Tuhan, Musa marah dan menghancurkan loh batu itu , menunjukkan bahwa dosa umat telah merusak hubungan perjanjian dengan Allah. Namun yang mengejutkan, Tuhan tidak mengakhiri cerita itu dengan penghukuman semata. Tuhan justru memulihkan. Ia memerintahkan Musa untuk memahat dua loh batu yang baru. Tindakan ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan membuat perjanjian, selalu ada pemulihan . Tuhan adalah Allah yang berinisiatif memulihkan, bahkan ketika manusia tidak layak untuk dipulihkan. Loh batu yang baru ini bukan sekadar pengganti loh yang lama. Loh itu adalah tanda nyata bahwa Tuhan ma...

Melihat Allah dalam Batas Kasih Karunia

Gambar
Kamis, 22 Januari 2026 Melihat Allah dalam Batas Kasih Karunia   Bacaan Alkitab: Keluaran 33:21–23 Dalam Keluaran 33:21–23, Allah menjawab permohonan Musa dengan menjelaskan bagaimana dan sejauh mana Ia berkenan menyatakan diri-Nya. Allah menempatkan Musa di suatu “tempat dekat-Ku,” di atas gunung batu. Hal ini menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah selalu dimulai dari inisiatif Allah sendiri, bukan dari usaha manusia. Manusialah yang diundang untuk mendekat, bukan Allah yang dipaksa untuk menyatakan diri. Ketika Allah menyatakan kemuliaan-Nya, Musa ditempatkan di celah gunung batu dan ditudungi oleh tangan Allah. Ini mengajarkan bahwa Allah yang menyatakan diri-Nya adalah Allah yang sama yang melindungi manusia dari kedahsyatan kemuliaan-Nya. Kemuliaan Allah bukan hanya indah, tetapi juga kudus dan dahsyat. Tanpa perlindungan dan kasih karunia Allah, manusia berdosa tidak sanggup melihat Allah dan tetap hidup. Allah menegaskan bahwa Musa hanya dapat melihat “belakang-Ku,” s...

Melihat Kemuliaan Tuhan di Tengah Kerapuhan

Gambar
Rabu, 21 Januari 2026 Melihat Kemuliaan Tuhan di Tengah Kerapuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 33: 18-20 Dalam Keluaran 33, Musa berdiri di hadapan Tuhan bukan sebagai pemimpin yang kuat dan penuh percaya diri, melainkan sebagai seorang hamba yang sedang terluka dan terbeban. Bangsa Israel baru saja jatuh ke dalam dosa besar dengan menyembah anak lembu emas. Musa merasa gagal memimpin umat yang keras kepala, dan ia sadar bahwa tanpa kehadiran Tuhan, ia tidak sanggup melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian. Di tengah krisis itu, Musa tidak meminta kekuasaan, strategi, atau tanda yang luar biasa, melainkan memohon, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku” (ay. 18). Permintaan ini bukan sekadar keinginan melihat Allah dengan mata jasmani, tetapi kerinduan untuk memperoleh kepastian bahwa Tuhan tetap menyertai dan berkenan berjalan bersama umat-Nya. Jawaban Tuhan mengingatkan Musa—dan kita—bahwa Allah adalah kudus dan tidak dapat didekati sembarangan (ay. 19a, 20). Tidak ada...