Postingan

Ketaatan : Respons Sejati atas Firman

Gambar
Rabu, 7 Januari 2026 Ketaatan : Respons Sejati atas Firman   Bacaan Alkitab : Keluaran 32: 7-10 Saudara-saudara yang terkasih, Keluaran 32:7–10 membawa kita pada bagian penting dalam kisah anak lembu emas. Pada bagian ini, narasi beralih dari gambaran kekacauan yang terjadi di tengah bangsa Israel kepada hukuman Allah karena sikap umat-Nya. Allah menyampaikan kepada Musa bahwa bangsa Israel telah menyimpang dari jalan yang diperintahkan-Nya. Allah memerintahkan Musa untuk turun dari Gunung Sinai dan melihat sendiri apa yang sedang dilakukan bangsa itu: mereka membuat patung anak lembu emas sebagai representasi visual dari Allah yang mereka sembah. Ironisnya, peristiwa ini terjadi tidak lama setelah Allah memberikan hukum Taurat-Nya, termasuk larangan tegas untuk tidak membuat dan menyembah berhala (Kel. 20:4–5).           Allah sebelumnya telah mengantisipasi kecenderungan bangsa Israel untuk membuat patung sebagai representasi Allah...

Iman yang Tak Terlihat: Menunggu dan Mengenali Kehadiran Allah

Gambar
Selasa, 6 Januari 2025 Iman yang Tak Terlihat: Menunggu dan Mengenali Kehadiran Allah   Bacaan Alkitab : Keluaran 32:2-6 Hati bangsa Israel mulai berubah. Ketakutan perlahan menggantikan keyakinan. Mereka tidak berkata bahwa Allah telah pergi, tetapi mereka mulai bertanya-tanya: Di mana Dia sekarang? Mereka datang kepada Harun, bukan untuk menyangkal Allah, melainkan untuk menyamakannya . “Buatlah bagi kami allah yang berjalan di depan kami,” kata mereka. Bukan allah lain—tetapi allah yang bisa mereka lihat. Harun pun mengumpulkan emas, meleburkan perhiasan yang dulu dipakai sebagai tanda pembebasan, dan membentuknya menjadi anak lembu. Dari emas yang sama, lahirlah pengganti Allah. Ketika patung itu berdiri, Harun berkata, “Inilah Allahmu, hai Israel.” Di saat itulah tragedi rohani terjadi. Allah yang hidup disamakan dengan benda mati. Allah yang berbicara dari api disederhanakan menjadi bentuk yang bisa disentuh. Bukan karena Allah berhenti hadir, tetapi karena manusia ber...

Penantian Bukan Tanda Ketidakhadiran Tuhan

Gambar
Senin, 5 Januari 2026 Penantian Bukan Tanda Ketidakhadiran Tuhan Bacaan Alkitab : Keluaran 32:1                Keluaran 32:1 membuka kisah kejatuhan Israel bukan dengan dosa yang mencolok, melainkan dengan sebuah kalimat yang tampak sederhana: “Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa lambat turun dari gunung itu …” Tafsiran para penafsir menegaskan bahwa masalah utama ayat ini bukan keterlambatan Musa, melainkan ketidaksabaran umat dalam menunggu Allah. Waktu Tuhan dinilai dengan ukuran manusia, dan penantian yang seharusnya menjadi latihan iman berubah menjadi krisis kepercayaan. Menurut para penafsir, Musa bukan sekadar pemimpin yang absen, tetapi perantara yang sedang berada di hadirat Allah. Maka menunggu Musa berarti menunggu Allah sendiri. Ketika Israel gagal menunggu, mereka tidak hanya kehilangan arah, tetapi juga kehilangan pengenalan yang benar akan Allah yang baru saja menyatakan kasih dan kuasa-Nya melalui pembebasan dari Mesir dan ...

Sukacita yang Berakar pada Allah

Gambar
Sabtu, 3 Januari 2025  Sukacita yang Berakar pada Allah   Bacaan Alkitab : Mzm. 37 : 1-4           Saudara selamat memasuki tahun baru 2026 ini. Pada awal tahun ini, kita diajak untuk kembali merenungkan Firman Tuhan dari Mzm. 37: 1-4. Mazmur ini merupakan mazmur yang ditulis oleh Daud, yang menolong umat Tuhan memandang kehidupan dengan   bijaksana, khususnya ketika menghadapi kenyataan bahwa orang fasik sering tampak berhasil dan hidup dalam kelimpahan.   Daud membuka mazmur ini dengan sebuah perintah yang tegas “janganlah geram terhadap orang jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang.” (ay. 1). Perintah ini muncul dari realitas hidup yang sering menimbulkan pertanyaan, khususnya   ketika kita melihat orang-orang tidak hidup benar namun tampak berhasil dan berbahagia. Namun, Daud segera mengingatkan bahwa keberhasilan orang fasik bersifat sementara, seperti rumput yang segera layu dan seperti tumbu...

Dari Kenangan ke Pengharapan

Gambar
Jumat, 2 Januari 2026 Dari Kenangan ke Pengharapan   Bacaan Alkitab : Yesaya 43:18–19 Setiap manusia memiliki masa lalu. Ada yang penuh tawa, ada yang penuh luka. Ada yang ingin dikenang selamanya, tetapi ada pula yang — seandainya mungkin — ingin dihapus dari ingatan. Bangsa Israel pun mengalami hal itu. Mereka berada dalam pembuangan, terjebak dalam penyesalan atas dosa, kegagalan, dan kehancuran yang disebabkan oleh kesalahan mereka sendiri. Di tengah situasi itu, Tuhan berbicara melalui Yesaya: “Janganlah kamu mengingat-ingat hal-hal yang dahulu… Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Ini bukan seruan untuk melupakan sejarah, melainkan undangan ilahi untuk berhenti dikendalikan oleh masa lalu. Ada masa lalu yang menimbulkan trauma. Ada luka-luka yang begitu dalam hingga sekadar mengingatnya saja membuat hati kembali retak. Ada peristiwa yang kita harapkan tidak pernah terjadi. Tetapi Tuhan memahami beban itu. Ia tahu bagaimana rasa bersalah dan kekecewaan bisa menje...

Menutup Tahun dengan Kasih Setia Tuhan

Gambar
Selasa, 30 Desember 2025* Menutup Tahun dengan Kasih Setia Tuhan Bacaan Alkitab : Ratapan 3:22-23 Ratapan 3:22–23 bukanlah ayat yang lahir dari suasana damai atau ibadah yang megah. Ayat ini muncul dari peristiwa kehancuran. Yeremia mengucapkannya ketika Yerusalem telah runtuh, Bait Allah dibakar, dan umat Tuhan hidup dalam trauma serta pembuangan. Namun justru di tengah kondisi itu ia berkata, “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya.”           Kata “kasih setia” yang digunakan adalah ḥ esed, yaitu kasih perjanjian. Ini bukan kasih yang bergantung pada respon manusia, bukan kasih yang berubah karena kegagalan umat,   namun   bukan pula kasih yang memanjakan dosa. Ḥ esed adalah kasih Allah yang teguh, setia pada janji-Nya, dan tidak dapat dibatalkan. Yeremia tidak berkata bahwa Israel setia, tetapi bahwa Tuhan tetap setia. Fokus ayat ini bukan pada keadaan manusia, melainkan pada karakter Allah. Kemudian...

Merenungkan Jejak-jejak Tuhan

Gambar
Senin, 29 Desember 2025 Merenungkan Jejak-jejak Tuhan Bacaan Alkitab : Maz. 65 : 10 – 14           Saudara memasuki penghujung tahun 2025 ini, marilah berhenti sejenak dan menoleh ke belakang bukan hanya untuk mengingat pengalaman hidup kita di tahun 2025, tetapi untuk mengenali karya dan kemurahan Tuhan yang menyertai setiap langkah hidup kita. Mazmur 65: 10-14 menolong kita melihat bahwa tahun yang berlalu bukan sekedar rangkaian kejadian melainkan ruang di mana Allah bekerja dengan setia. Mazmur ini menggambarkan Allah sebagai Pribadi yang aktif hadir dalam ciptaan: memelihara, menyediakan, dan menandai waktu dengan kebaikan-Nya. Pada bagian ini, kita juga diajak merenungkan tiga kebenaran yang akan menguatkan iman yang akan menuntun refleksi kita di akhir tahun. Pertama, Allah Memelihara Ciptaan-Nya. Hal ini dapat kita lihat dalam ay. 10 dan 12, “Engkau memperhatikan tanah ... Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu ... ” Allah digam...