Kreativitas yang Berakar pada Firman
Sabtu, 10 Januari 2026 Kreativitas yang Berakar pada Firman Bacaan Alkitab : Keluaran 32:15–20 Ketika Musa turun dari gunung Sinai, ia membawa dua loh batu—firman Allah yang tertulis oleh jari-Nya sendiri. Namun yang ia temui di bawah gunung adalah pemandangan yang mengejutkan: umat Allah sedang menari, bernyanyi, dan merayakan sebuah ibadah yang penuh ekspresi, tetapi kosong dari ketaatan. Anak lembu emas berdiri sebagai pusat perayaan mereka. Ada musik, ada tarian, ada antusiasme, tetapi tidak ada firman Tuhan. Di sinilah tragedi ibadah Israel bermula. Ibadah dalam Keluaran 32 bukanlah ibadah tanpa kreativitas. Justru sebaliknya, mereka sangat kreatif—mereka membentuk patung, menciptakan perayaan, menyusun ritual, dan membangkitkan emosi kolektif. Masalahnya bukan pada kreativitas, melainkan pada arah dan fondasinya. Kreativitas mereka tidak lahir dari firman Allah, tetapi dari keinginan manusia. Ketika kreativitas dilepaskan dari firman, ibadah berubah menjadi penyembahan ya...