Postingan

BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN

Gambar
BERBAHAGIALAH ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN Matius 5:6 Sebelum kita belajar tentang apa itu "lapar dan haus" sebaiknya kita semua paham terlebih dahulu tentang "kebenaran" dalam konteks ayat ini.  Dalam bahasa yunani memakai kata ( dikaiosyne ) yang dalam konteks ini berarti ukuran hidup benar yang dikehendai Allah.  Walaupun kata yang sama dapat mengandung  beberapa arti namun ayat ini mendorong kebenaran ke arah ukuran hidup yang benar. Orang yang berbahagia adalah orang yang lapar dan haus terhadap kebenaran.  Pertama orang lapar dan haus memiliki hasrat yang kuat untuk mendapat makan dan minum.  Kondisinya mungkin dapat digambarkan sangat kelaparan dan kehausan.  Orang percaya yang memiliki Roh Kudus akan memiliki haus dan lapar akan kebenaran ketika melakukan dosa. Kedua, orang haus dan lapar ada persandaran yang total.  Sama seperti manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makanan dan minuman, demikian pula kita sangat...

BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT

Gambar
BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT MATIUS 5 : 5 Shallom saudara…bagaimana kabar saudara hari ini? Semoga berkat Allah senantiasa menaungi saudara. Hari ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang akan melanjutkan ucapan bahagia yang dikhotbahkan Yesus diatas bukit, dalam Mat. 5: 5. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Kelemahlembutan yang bagaimanakah yang dimaksud disini, sehingga orang yang memilikinya disebut berbahagia? Mari kita renungkan bersama-sama. Dalam bahasa Yunani, “lemah lembut” merupakan kata sifat yaitu praus berarti lemah lembut, rendah hati, baik budi dan sopan. Orang yang lemah lembut dan disebut berbahagia adalah seseorang memiliki pendapat yang jujur dan ikhlas tentang keberadaan dirinya. Hal ini terjadi karena ia telah terlebih dahulu merasa “sungguh malu” (karena dosa-dosanya) sekaligus terpesona oleh kebaikan, tanggapan dan perlakuan Allah dan manusia lainnya terhadap dia, padahal diriny...

BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK BERBAHAGIA

Gambar
BERBAHAGIALAH ORANG YANG TIDAK BERBAHAGIA MATIUS 5:4 Saudara hari ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang ajaran Yesus di bukit pada ayat yang ke-4. Yesus mengatakan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang berdukacita. Kita sebagai manusia cenderung berpikir sebaliknya, bahagia hanya dilakukan oleh orang yang bersukacita. Namun, dalam kehidupan  kekristenan dukacita yang dimaksudkan adalah dukacita mulia yang mendatangkan berkat, melalui anugerah Allah yang bekerja di dalamnya. Keadaan dukacita seperti apa yang dimaksudkan dalam ajaran Yesus tersebut? 1. Dukacita karena menyesali dosa kita sendiri. Dukacita karena mengakui dosa kita dengan mata yang tertuju kepada Kristus adalah dukacita yang sesuai dengan kehendak Allah.  Setiap orang yang seperti ini adalah orang yang menjadi milik Allah karena menjalani kehidupan yang penuh dengan pertobatan. Mereka mengakui bahwa dirinya telah  rusak oleh dosa dan semua kesalahan yang telah mereka l...

MISKIN DI HADAPAN ALLAH

Gambar
Miskin Di Hadapan Allah Matius 5:3 Saudara yang terkasih hari ini kita akan melanjutkan pembahasan kita tentang ajaran Yesus di bukit pada ayat yang ke 3. Yesus menyebutkan bahwa orang yamg berbahagia adalah orang yang miskin dihadapan Allah. Kata miskin yang disebutkan dalam ayat ini bukanlah miskin secara materi atau lahiriah. Namun, suatu keadaan jiwa yang mulia, di mana jiwa kita dikosongkan agar dapat diisi oleh Yesus Kristus. Menjadi miskin di hadapan Allah berarti: 1. Merasa puas di tengah kemiskinan, artinya kita bersedia dikosongkan dari kekayaan duniawi jika hal itu merupakan kehendak Allah bagi kita. Hal ini juga berarti kita tidak merasa terikat pada semua kekayaan duniawi. Kita juga tidak mencondongkan hati kita kepadanya, tetapi dengan senang hati menghadapi segala macam kesulitan. Baik itu kesulitan saat mengalami kekurangan atau kesulitan pada mengalami kerugian dan kekecewaan ketika  sedang dalam kelimpahan. Jika kita kaya di...

KHOTBAH DI BUKIT

Gambar
KHOTBAH DI BUKIT “ Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka,” (Matius 5:1-2)         Khotbah di bukit merupakan sebuah pegajaran yang sangat agung dan dihormati. Bukan hanya orang-orang Kristen, tapi juga orang-orang yang non- kristen pun sangat menghormati ajaran agung ini. Mahadma Gandhi adalah salah satu contoh tokoh non-kristen yang sangat mengagumi ajaran Kristus di dalam khobtah di bukit. Leo Tolstoy seorang penulis moralis asal Rusia pun sangat dipengaruhi oleh ajaran Kristus dalam khotbah di bukit.          Saudara,   di dalam minggu ini kita akan sama-sama belajar tentang ajaran-ajaran Kristus yang terdapat dalam khotbah di bukit.   Dan hari ini kita akan melihat ayat pertama dan kedua yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi ini. Konteks dar...