KHOTBAH DI BUKIT


KHOTBAH DI BUKIT



Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka,”
(Matius 5:1-2)

        Khotbah di bukit merupakan sebuah pegajaran yang sangat agung dan dihormati. Bukan hanya orang-orang Kristen, tapi juga orang-orang yang non- kristen pun sangat menghormati ajaran agung ini. Mahadma Gandhi adalah salah satu contoh tokoh non-kristen yang sangat mengagumi ajaran Kristus di dalam khobtah di bukit. Leo Tolstoy seorang penulis moralis asal Rusia pun sangat dipengaruhi oleh ajaran Kristus dalam khotbah di bukit.
        Saudara,  di dalam minggu ini kita akan sama-sama belajar tentang ajaran-ajaran Kristus yang terdapat dalam khotbah di bukit.  Dan hari ini kita akan melihat ayat pertama dan kedua yang menjadi dasar perenungan kita pada pagi ini. Konteks dari ayat ini adalah Yesus menyembuhkan  banyak orang dan banyak orang datang untuk mengikuti Kristus untuk diesmbuhkan oleh Dia. Namun Yesus kemudian menggunakan kesempatan ini untuk mengajar mereka. Rupaya Kristus tidak hanya fokus untuk menyembuhkan mereka, tapi juga fokus untuk mengubah hidup mereka. Dan hal ini yang seringkali diabaikan oleh banyak orang Kristen. Banyak orang Kristen datang kepada Tuhan hanya untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan; Berkat-berkat, kesembuhan, dst.  Tapi  mereka mengabaikan hal penting yang  ingin Tuhan  lakukan untuk mereka yaitu mengubah hidup mereka.
“Khotbah Di Bukit” merupakan ajaran Kristus untuk menetapkan nilai-nilai kehidupan dari manusia yang baru. Karena itu bapak, ibu, dan saudara yang dikasihi Tuhan marilah kita belajar mengenakan manusia baru kita dengan cara melakukan apa yang Kristus ajarakan kepada kita. supaya kita dapat menikmati berkat-berkat Kristus secara total, termasuk berkat perubahan hidup.  -WELEM NOVI-
“ Tujuan Penebusan Kristus Bukan Hanya Sorga,
Tapi Perubahan Hidup ”.
                 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaung Kekudusan Hidup

Kesiapan dalam Kesucian

Garam dan Terang Dunia