BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT
BERBAHAGIALAH ORANG YANG LEMAH LEMBUT
MATIUS 5 : 5
Shallom saudara…bagaimana
kabar saudara hari ini? Semoga berkat Allah senantiasa menaungi saudara. Hari
ini kita akan kembali merenungkan kebenaran Firman Tuhan yang akan melanjutkan
ucapan bahagia yang dikhotbahkan Yesus diatas bukit, dalam Mat. 5: 5.
“Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”
Kelemahlembutan yang bagaimanakah yang dimaksud disini, sehingga orang yang
memilikinya disebut berbahagia? Mari kita renungkan bersama-sama.
Dalam
bahasa Yunani, “lemah lembut” merupakan kata sifat yaitu praus berarti lemah lembut, rendah hati, baik budi dan sopan. Orang
yang lemah lembut dan disebut berbahagia adalah seseorang memiliki pendapat yang
jujur dan ikhlas tentang keberadaan dirinya. Hal ini terjadi karena ia telah
terlebih dahulu merasa “sungguh malu” (karena dosa-dosanya) sekaligus terpesona
oleh kebaikan, tanggapan dan perlakuan Allah dan manusia lainnya terhadap dia,
padahal dirinya tahu bahwa ia tidak layak menerimanya. Dan inilah yang
membentuk dirinya menjadi pribadi yang lemah lembut, rendah hati, peka, sabar
dalam semua hubungan dengan manusia.
Dalam
ucapan bahagia yang diajarkan Yesus, orang-orang yang lemah lembut akan
memiliki bumi. Hal ini tentu bertentangan dengan pandangan dunia yaitu, “yang
kuat/pandai/cantik/tampan/berkuasalah yang akan menang dan menguasai bumi.”
Tetapi, dalam pandangan Allah, orang yang akan memerintah bersama-Nya dalam
kekekalan adalah orang yang lemah lembut.
Saudara,
prinsip yang sama berlaku pada masa sekarang. Orang-orang yang tidak ber-Tuhan
bisa saja merasa bangga bahkan membual tentang kebolehannya/apa yang
dimilikinya, namun Sang Pemilik segala sesuatu yaitu Tuhan luput dari perhatian
mereka. Sedangkan orang-orang yang lemah lembut, meskipun tersisih dan
dikucilkan oleh dunia, tetapi jika Tuhan datang pada kali yang kedua akan
memerintah bersamaNya dalam “bumi dan langit dan baru.” Oleh sebab itu, marilah
kita tetap rendah hati, peka, sabar dalam hubungan dengan Allah dan manusia.
Salam bertumbuh dalam Kristus! Tuhan Yesus memberkati!
-THELIE HERLINA-
Hati
yang Terpesona sekaligus “Merasa Malu” terhadap Kebaikan Allah Membentuk
Kelemahlembutan dalam Batin Orang Percaya

Komentar
Posting Komentar