Tetap Berarti Walau Tidak Terlihat
Tetap Berarti Walau Tidak Terlihat
Bilangan
1:44–46 mencatat hasil sensus orang Israel yang berusia dua puluh tahun ke atas
dan sanggup berperang. Mereka dihitung menurut suku masing-masing dan jumlah
seluruhnya mencapai 603.550 orang. Mereka adalah orang-orang yang secara khusus
dipersiapkan untuk menghadapi peperangan dalam perjalanan Israel menuju tanah
yang dijanjikan. Namun angka tersebut bukanlah seluruh umat Israel. Ada
anak-anak, perempuan, orang lanjut usia, dan mereka yang tidak termasuk dalam
kelompok yang dihitung untuk berperang. Karena itu, kehidupan umat Allah tidak
hanya berkaitan dengan mereka yang berada di medan perang, tetapi juga dengan
berbagai tanggung jawab lain yang menopang kehidupan bersama.
Dari
sini kita dapat melihat bahwa tidak semua orang harus berada di garis depan
untuk memiliki peran yang penting. Ada orang yang secara khusus dihitung untuk
menghadapi peperangan, tetapi ada pula yang menjalankan tanggung jawab lain
dalam kehidupan umat. Keduanya tidak dapat dipertentangkan, sebab
keberlangsungan sebuah komunitas membutuhkan berbagai peran. Mereka yang berada
di depan memang penting, tetapi mereka yang menjaga kehidupan tetap berjalan
juga tidak kalah penting. Dalam kehidupan umat Allah, nilai seseorang tidak
ditentukan hanya dari seberapa terlihat perannya atau seberapa besar tugas yang
dipercayakan kepadanya.
Karena
itu, jangan merasa bahwa hidup kita tidak berarti hanya karena kita tidak
berada di depan. Mungkin kita bukan pengkhotbah, pemimpin pujian, atau orang
yang banyak dikenal dalam pelayanan. Mungkin tugas kita lebih sederhana:
bekerja, membesarkan anak, merawat keluarga, mengajar anak-anak, mendukung
pelayanan, atau menjalankan tanggung jawab sehari-hari dengan setia. Semua itu
tetap memiliki arti. Tuhan tidak meminta semua orang melakukan hal yang sama.
Yang Tuhan kehendaki adalah kesetiaan dalam bagian yang dipercayakan kepada
kita. Tidak semua orang harus berada di garis depan, tetapi setiap orang dapat
mengambil bagian dalam menjaga kehidupan umat Allah tetap berjalan.
Refleksi: Apakah kita pernah merasa bahwa hidup
kita kurang berarti karena peran kita tidak terlihat atau tidak sebesar orang
lain? Tidak semua orang harus berada di garis depan. Yang Tuhan kehendaki adalah kita
setia menjalankan bagian yang telah dipercayakan-Nya. (RT)

Komentar
Posting Komentar