Memimpin Dalam Anugerah
Memimpin Dalam Anugerah
Di belahan barat perkemahan Israel di
padang gurun, Tuhan menetapkan kepemimpinan Efraim bersama Manasye dan Benyamin
dengan total pasukan berjumlah 108.100 orang (Bilangan 2:18-24). Hal yang
menarik dan tidak biasa adalah penunjukan Efraim sebagai pemimpin panji di
kelompok barat tersebut. Dalam tradisi dan budaya bangsa Israel Kuno, hak
kepemimpinan, penghormatan utama, serta status sebagai kepala pada umumnya
diberikan kepada anak sulung—dalam hal ini Manasye adalah anak Sulung
Yusuf, i sedangkan Efraim
adiknya. Namun, di dalam tatanan perkemahan yang ditetapkan Allah, Efraim sang
adik ditetapkan sebagai kepala kelompok tersebut.
Penetapan Efraim di atas Manasye bukan
sebuah persoalan urutan administratif
semata, namun mengingatkan kita pada peristiwa kejadian 48, ketika Yakub
memberkati Efraim, anak yang lebih muda, Hal ini mengingatkan kita bahwa
bahwa dalam tatanan umat Allah, penentuan peran tidak selalu mengikuti ukuran
manusia seperti senioritas, atau urutan kelahiran semata. Allah berdaulat
menentukan tempat dan tanggung jawab setiap orang sesuai dengan kehendak, anugerah dan kasihNya. Efraim, Manasye, dan Benyamin
dipanggil untuk tunduk dan berjalan harmonis dalam struktur Ilahi ini tanpa adu
gengsi. Situasi
ini mengajarkan kita bahwa Manasye perlu menerima posisi dan tanggung jawab
yang ditetapkan baginya, sementara Efraim perlu menjalankan kepemimpinannya
dengan rendah hati dan takut akan Tuhan.
Apa relevansinya bagi jemaat Tuhan masa
kini? Bagi kita jemaat Tuhan masa kini, kebenaran ini menjadi pengingat yang
sangat kuat dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Sering kali kita
terjebak menilai kelayakan seseorang untuk memimpin berdasarkan standar
duniawi—seperti usia, kedudukan sosial, atau urutan senioritas. Mari kita
belajar membuka hati dan menghormati setiap pemimpin serta struktur pelayanan
yang telah Tuhan tetapkan, sekalipun orang yang dipanggil Tuhan tersebut
mungkin lebih muda atau tidak sesuai dengan ekspektasi tradisi kita. Kiranya
kita senantiasa merendahkan hati, saling mendukung, dan menjalankan fungsi
serta panggilan kita masing-masing demi menjaga kesatuan tubuh Kristus dan
kemuliaan nama Tuhan. (SH)

Komentar
Posting Komentar