Memimpin Dalam Anugerah

Senin, 12 Oktober 2026
Memimpin Dalam Anugerah
Bacaan Alkitab : Bilangan 2: 18-24

Di belahan barat perkemahan Israel di padang gurun, Tuhan menetapkan kepemimpinan Efraim bersama Manasye dan Benyamin dengan total pasukan berjumlah 108.100 orang (Bilangan 2:18-24). Hal yang menarik dan tidak biasa adalah penunjukan Efraim sebagai pemimpin panji di kelompok barat tersebut. Dalam tradisi dan budaya bangsa Israel Kuno, hak kepemimpinan, penghormatan utama, serta status sebagai kepala pada umumnya diberikan kepada anak sulung—dalam hal ini Manasye adalah anak Sulung Yusuf,  i sedangkan Efraim adiknya. Namun, di dalam tatanan perkemahan yang ditetapkan Allah, Efraim sang adik ditetapkan sebagai kepala kelompok tersebut.

Penetapan Efraim di atas Manasye bukan sebuah  persoalan urutan administratif semata, namun mengingatkan kita pada peristiwa kejadian 48, ketika Yakub memberkati Efraim, anak yang lebih muda, Hal ini mengingatkan kita bahwa bahwa dalam tatanan umat Allah, penentuan peran tidak selalu mengikuti ukuran manusia seperti senioritas, atau urutan kelahiran semata. Allah berdaulat menentukan tempat dan tanggung jawab setiap orang sesuai dengan kehendak,  anugerah dan kasihNya. Efraim, Manasye, dan Benyamin dipanggil untuk tunduk dan berjalan harmonis dalam struktur Ilahi ini tanpa adu gengsi. Situasi ini mengajarkan kita bahwa Manasye perlu menerima posisi dan tanggung jawab yang ditetapkan baginya, sementara Efraim perlu menjalankan kepemimpinannya dengan rendah hati dan takut akan Tuhan.

Apa relevansinya bagi jemaat Tuhan masa kini? Bagi kita jemaat Tuhan masa kini, kebenaran ini menjadi pengingat yang sangat kuat dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Sering kali kita terjebak menilai kelayakan seseorang untuk memimpin berdasarkan standar duniawi—seperti usia, kedudukan sosial, atau urutan senioritas. Mari kita belajar membuka hati dan menghormati setiap pemimpin serta struktur pelayanan yang telah Tuhan tetapkan, sekalipun orang yang dipanggil Tuhan tersebut mungkin lebih muda atau tidak sesuai dengan ekspektasi tradisi kita. Kiranya kita senantiasa merendahkan hati, saling mendukung, dan menjalankan fungsi serta panggilan kita masing-masing demi menjaga kesatuan tubuh Kristus dan kemuliaan nama Tuhan. (SH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaung Kekudusan Hidup

Jangan Manfaatkan Orang yang Sedang Jatuh

Berjalan Bersama Tuhan