Berbeda Kapasitas, Tetap Satu Umat
Berbeda Kapasitas, Tetap Satu Umat
Ketika
membaca Bilangan 1:32–43, kita menemukan daftar jumlah laki-laki yang siap
berperang dari beberapa suku Israel. Bagi sebagian orang, bagian ini mungkin
tampak seperti catatan statistik yang tidak memiliki banyak makna rohani. Namun
jika kita memperhatikannya lebih jauh,
daftar ini mengingatkan kita bahwa setiap suku memiliki tempat dan
tanggung jawab dalam kehidupan umat Israel.
Jumlah setiap suku ternyata berbeda-beda. Suku Dan memiliki 62.700
orang, sementara Benyamin hanya berjumlah 35.400 orang. Efraim, Manasye, Asyer,
dan Naftali juga memiliki jumlah yang berbeda satu sama lain. Tidak ada angka
yang sama. Setiap suku memiliki, jumlah, dan kekuatan, yang berbeda. Namun yang
menarik, Allah memerintahkan agar semuanya dihitung. Tidak ada suku yang
dilewatkan karena jumlahnya sedikit. Tidak ada pula suku yang mendapat
perhatian khusus karena jumlahnya lebih besar. Semua dicatat, semua
diperhitungkan, dan semua memiliki tempat dalam umat Allah. Kemampuan dan kapasitas boleh berbeda, tetapi
identitas mereka tetap sama, yaitu umat Allah.
Demikian
juga dalam kehidupan orang percaya saat ini. Tuhan memberikan kemampuan yang
berbeda kepada setiap orang. Ada yang diberi kemampuan memimpin banyak orang,
ada yang melayani dalam lingkup yang kecil. Ada yang memiliki talenta berbicara
di depan umum, ada yang setia melayani tanpa terlihat. Ada yang memiliki sumber
daya yang besar, ada yang hanya memiliki sedikit. Namun Tuhan tidak pernah
mengukur kita berdasarkan perbandingan dengan orang lain. Sering kali kita
terjebak dalam dua kesalahan. Pertama, kita merasa rendah diri karena melihat
orang lain tampak lebih mampu daripada kita. Kita merasa pelayanan kita kecil,
kontribusi kita tidak berarti, atau kemampuan kita tidak cukup. Kedua, kita
bisa jatuh dalam kesombongan karena merasa memiliki lebih banyak kemampuan
daripada orang lain. Kedua sikap ini lahir karena kita lebih fokus pada
perbandingan daripada pada panggilan Tuhan. Bilangan 1 mengingatkan bahwa Tuhan
tidak meminta kita menjadi seperti orang lain. Benyamin tidak harus memiliki
jumlah sebesar Dan. Setiap suku memiliki jumlah yang berbeda dalam sensus
tersebut. Perbedaan itu tidak membuat mereka berhenti menjadi bagian dari satu
umat Allah. Tuhan hanya meminta setiap suku hadir dan menjalankan tanggung
jawab sesuai kapasitas yang telah diberikan kepada mereka. Prinsip yang sama
berlaku bagi kita. Tuhan tidak menuntut sesuatu yang tidak Ia percayakan kepada
kita. Ia hanya meminta kita setia menggunakan apa yang sudah ada di tangan
kita. Kesetiaan lebih penting daripada perbandingan. Ketaatan lebih penting
daripada ukuran keberhasilan menurut manusia. Dalam gereja dan komunitas orang
percaya, kita dipanggil untuk mengingat bahwa kita adalah satu tubuh. Setiap
orang memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya diperlukan. Tidak ada yang
terlalu kecil untuk dipakai Tuhan, dan tidak ada yang terlalu besar sehingga
tidak membutuhkan orang lain.
Saudara, bagaimana saya
dapat lebih setia menggunakan kemampuan yang Tuhan percayakan kepada saya? Biarlah kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak hidup
dalam perbandingan, melainkan dalam kesetiaan. Kiranya kita belajar bersyukur
atas kemampuan yang Tuhan berikan, sekecil apa pun itu menurut pandangan
manusia. Dan biarlah kita terus mengingat bahwa meskipun kapasitas kita
berbeda-beda, kita tetap satu umat yang dipanggil untuk melayani, bertumbuh,
dan memuliakan Tuhan bersama-sama. (FS)

Komentar
Posting Komentar