Ke Mana Hatimu Berlari?

Rabu, 5 Agustus 2026
Ke Mana Hatimu Berlari? 
Bacaan Alkitab : Imamat 20:6-8

Imamat 20:6-8 merupakan kelanjutan dari panggilan Allah agar Israel hidup kudus sebagai umat perjanjian-Nya. Setelah melarang penyembahan kepada Molokh, Allah juga melarang umat-Nya berpaling kepada pemanggil arwah dan roh-roh peramal. Menurut Gordon J. Wenham, tindakan mencari petunjuk kepada peramal bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bentuk ketidaksetiaan kepada Allah karena umat mencari tuntunan dari sumber lain selain Dia. Jacob Milgrom menambahkan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk "perzinahan rohani", sebab Israel meninggalkan Allah yang hidup untuk mencari jawaban dari kuasa-kuasa yang tidak berasal dari-Nya. Karena itu, Allah memanggil umat-Nya untuk menguduskan diri dan menaati ketetapan-Nya, sebab Dialah Tuhan yang menguduskan mereka.

Melalui bagian ini, Allah mengajarkan bahwa umat-Nya tidak boleh mencari tuntunan spiritual dan kepastian hidup dari kuasa-kuasa yang bertentangan dengan-Nya. Larangan mendatangi peramal bukan hanya berbicara tentang okultisme, tetapi juga tentang hati yang tidak lagi menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan. Ketika umat Tuhan memilih mencari tuntunan spiritual dari kuasa yang bertentangan dengan Allah, maka mereka sedang mengalihkan kepercayaan yang seharusnya diberikan kepadanya. Kekudusan bukan hanya terlihat dari menjauhi dosa yang tampak, tetapi juga dari kesetiaan untuk tetap percaya kepada Tuhan ketika jawaban belum terlihat. Allah menghendaki umat-Nya bergantung kepada-Nya, bukan kepada kuasa lain yang menjanjikan jalan pintas.

Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, godaan untuk mencari jawaban instan masih sangat nyata. Sebagian orang mungkin tergoda mendatangi paranormal, membaca ramalan, atau mempercayai praktik-praktik mistis. Namun, ada pula bentuk yang lebih halus: kita dapat tergoda mencari kepastian melalui berbagai pendapat dunia daripada dari firman Tuhan, lebih mengandalkan logika daripada doa, atau baru datang kepada Tuhan setelah semua cara lain gagal. 

 Imamat 20:6-8 mengingatkan bahwa ketika masalah datang, respons pertama orang percaya seharusnya adalah datang kepada Tuhan. Dialah yang mengenal masa depan, memegang kendali atas hidup kita, dan tidak pernah menyesatkan anak-anak-Nya. Oleh karena itu, marilah kita belajar membawa setiap pergumulan kepada Tuhan, sebab jawaban yang berasal dari-Nya selalu menuntun kepada kebenaran dan kehidupan.

Pertanyaan: Saudara, ketika menghadapi masalah, kepada siapakah kita pertama kali mencari pertolongan dan jawaban? Kiranya setiap pergumulan yang kita hadapi tidak membawa kita menjauh dari Tuhan, melainkan semakin mendekat kepada-Nya. Sebab hanya di dalam Tuhan kita menemukan hikmat, pengharapan, dan jawaban yang tidak pernah menyesatkan. (RT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gaung Kekudusan Hidup

Kesiapan dalam Kesucian

Garam dan Terang Dunia