Setia Melayani di Tengah Tantangan
Setia Melayani di Tengah Tantangan
Dalam
bagian ini, dituliskan bagaimana Musa kembali mengingatkan tentang ritual
ibadah yang harus dilakukan oleh para Imam sesuai ketetapan Allah. Musa
memerintahkan mereka untuk mengambil kurban sajian yang tersisa dari segala
kurban kurban oleh api bagi Tuhan dan memakannya sebagai roti yang tidak beragi
di samping mezbah. Harun dan anak-anaknya diperintahkan untuk makan di suatu
tempat yang kudus termasuk persembahan unjukkan dan paha persembahan khusus.
Musa
mengingatkan ketetapan tersebut sebab Harun sedang berada dalam keadaan berduka
atas kematian Nadab dan Abihu karena menerima hukuman dari Allah. Musa melihat
bahwa mungkin saja pelayanan imam dapat terhenti sehingga Ia kembali menegakkan
ritme ibadah agar tragedi tidak berubah menjadi kelalaian rohani yang lebih
luas. Beberapa ahli PL menjelaskan bahwa ay. 12-13 menegaskan kembali tugas
istimewa imam yaitu menjaga kesinambungan ibadah. Artinya, pelayanan Imam tidak
boleh berhenti dan tugas Imam tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Dengan
demikian, meskipun para Imam sedang berduka, namun mereka tetap dipanggil
menjalankan tanggung jawab pelayanan mereka di hadapan Tuhan.
Saudara,
dalam pelayanan Tuhan kerap mengizinkan tantangan datang—baik dari luar seperti
konflik dan tekanan ekspektasi, maupun dari dalam seperti duka, sakit, dan
kelelahan rohani. Pergumulan memang dapat melemahkan seseorang, tetapi Tuhan
memanggil kita untuk tetap setia sambil terus bergantung pada kekuatan-Nya. Hal
ini tidak berarti kita mengabaikan pergumulan pribadi, melainkan untuk tetap
setia tanpa membiarkan pergumulan menghentikan panggilan. Komitmen pelayanan
adalah janji di hadapan Tuhan; karena itu, pelayanan tidak ditentukan oleh
mood, tetapi oleh kesadaran bahwa Tuhan telah mempercayakan tugas tersebut.
Ketika tantangan datang, pilihan pelayan Tuhan adalah tetap setia, sebab
pelayanan adalah panggilan, bukan perasaan.
Pertanyaan
: Tantangan
apa yang paling sering melemahkan konsistensi pelayanan saya? Mari berdoa dan
mintalah Roh Kudus untuk menolong saudara menemukan tantangan – tantangan yang
melemahkan komitmen saudara dalam pelayanan. Lalu, mintalah Roh Kudus untuk
memberikan kekuatan untuk menghadapi tantangan dan melimpahkan kekuatan
sehingga tetap dapat melakukan pelayanan dengan baik meski sedang menghadapi
tantangan. (TH)

Komentar
Posting Komentar