Kewaspadaan Rohani
Kewaspadaan Rohani
Bagian Firman Tuhan yang baru saja
kita baca, berbicara tentang larangan untuk minum anggur bagi Harun dan
anak-anaknya. Larangan ini akan menjadi ketetapan selama-lamanya. Tujuan dari
larangan ini adalah agar mereka dapat membedakan antara yang kudus dan tidak
kudus, antara yang najis dan yang tahir serta dapat mengajarkan kepada orang
Israel ketetapan-ketetapan Tuhan yang disampaikan oleh Musa.
Dalam
Kitab Imamat 10:8–11, Tuhan memberi peringatan keras kepada para imam agar
tidak minum anggur ketika mereka melayani di Kemah Suci. Larangan ini bukanlah
sekadar aturan legalistik, melainkan perlindungan ilahi. Mereka sedang
berhadapan dengan kekudusan Allah—sesuatu yang tidak boleh didekati dengan
sembarangan. Sehingga, diperlukan kewaspadaan dan sikap berhati-hati saat
berhadapan dengan Allah. Minum anggur secara berlebihan dapat mengurangi
kewaspadaan serta kepekaan seseorang. Sehingga dalam konteks ini larangan ini
menunjukkan pentingnya kejernihan pikiran dan kewaspadaan rohani ketika
melayani Tuhan.
Saudara,
seperti peringatan Tuhan dalam Kitab Imamat 10:8–11 agar para imam tidak
melayani dengan pikiran yang lalai, demikian pula jemaat masa kini dipanggil
untuk tidak menjalani ibadah dengan hati yang tumpul dan tanpa kesadaran akan
kekudusan-Nya. Sebab ketika kewaspadaan rohani hilang, ibadah yang seharusnya
menjadi perjumpaan dengan Tuhan dapat berubah menjadi rutinitas kosong yang
menipu diri sendiri. Ketika ibadah dijalani tanpa kesadaran akan kekudusan Tuhan, hati
perlahan menjadi tumpul. Kita mungkin tetap datang, menyanyi, dan berdoa,
tetapi hati tidak lagi terarah kepada-Nya. Ibadah berubah menjadi rutinitas yang membuat
seseorang merasa dekat dengan Tuhan, padahal sedang jauh dari hadirat-Nya.
Pertanyaan
:
Apakah selama ini saya beribadah dengan hati yang sungguh terarah kepada Tuhan,
atau sekedar hadir secara fisik? Kiranya kita belajar untuk senantiasa
memeriksa hati kita sebelum datang beribadah. Agar, hanya kerinduan untuk
mengalami perjumpaan dengan Tuhan yang melingkupi hati kita saat datang
beribadah. (TH)

Komentar
Posting Komentar