Persembahan yang Berkenan, Bukan yang Terbesar
Persembahan yang Berkenan, Bukan yang Terbesar
Manusia cenderung menilai dari apa yang
terlihat. Persembahan yang besar dianggap lebih berarti, sementara yang kecil
sering dipandang kurang berharga. Cara pandang ini juga bisa memengaruhi
kehidupan rohani kita—seolah-olah hanya mereka yang memiliki “lebih” atau orang
dengan keadaan ekonomi mapan yang layak datang kepada Tuhan. Namun Imamat
1:14-17 menunjukkan bahwa Allah tidak berpikir seperti manusia. Dalam
bagian ini, Tuhan memberikan ketetapan bahwa jika seseorang tidak mampu membawa
lembu atau kambing, ia dapat mempersembahkan burung tekukur atau anak merpati.
Ini adalah bentuk korban yang jauh lebih sederhana dan terjangkau bagi orang
miskin. Namun yang sangat penting adalah: korban ini tetap disebut sebagai bau yang menyenangkan bagi TUHAN.
Artinya, di hadapan Allah, persembahan dari orang sederhana juga memiliki nilai yang sama sebagai ibadah yang
berkenan.
Hal ini menegaskan bahwa Allah membuka jalan bagi semua orang untuk datang kepada-Nya. Ia tidak
menetapkan standar yang hanya bisa dipenuhi oleh kalangan tertentu. Sistem
korban dalam Imamat justru menunjukkan keadilan dan belas kasih Allah, yang memberi ruang bagi setiap umat,
tanpa memandang kondisi ekonomi mereka. Dengan demikian, nilai persembahan
tidak terletak pada besar kecilnya, tetapi pada ketaatan dan kesungguhan hati dalam mengikuti ketetapan Tuhan. Kebenaran
ini mengoreksi cara pandang kita. Jangan pernah merasa tidak layak datang
kepada Tuhan hanya karena apa yang kita miliki terbatas. Tuhan tidak menutup
pintu bagi siapa pun yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus. Sebaliknya,
kita juga perlu berhati-hati agar tidak menilai ibadah orang lain berdasarkan
apa yang terlihat. Apa yang kecil di mata manusia, bisa sangat berkenan di
hadapan Tuhan.
Saudara, apakah kita sudah memberikan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita? Tuhan tidak menuntut yang di luar kemampuan kita, tetapi Ia rindu kita memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki. (RT)

Komentar
Posting Komentar