Ruang Misteri Milik Allah
Ruang Misteri Milik Allah
Bangsa Israel dengan taat membuat
tutup pendamaian sesuai perintah Allah. Di atasnya ditempatkan dua kerub dari
emas, saling berhadapan, dengan sayap terbentang menaungi tutup
pendamaian. Kerub pertama kali muncul dalam Kejadian 3:24 sebagai penjaga jalan
menuju pohon kehidupan setelah manusia jatuh dalam dosa. Dari Eden hingga
Tabernakel, kerub selalu berdiri di batas antara yang fana dan yang ilahi –
penjaga wilayah kudus. Dengan demikian, keberadaan kerub di atas tutup
pendamaian menyatakan bahwa tempat itu adalah wilayah hadirat Allah. Namun,
menariknya, yang digambarkan bukanlah Allah melainkan kerub.
Dalam Ulangan 4:15-16, Tuhan melarang
umat membuat gambaran tentang diri-Nya. Allah tidak dapat disamakan dengan bentuk
ciptaan. Ia melampaui ruang, waktu, dan materi. Tidak ada representasi visual
yang sanggup menangkap kemuliaan-Nya. Karena itu, kerub bukan perwujudan Allah.
Mereka hanyalah penanda bahwa di sanalah Allah berkenan menyatakan diri-Nya.
Seperti ketika kita melihat Paspampres (pasukan pengamanan Presiden) yang menunjukkan
kehadiran Presiden. Semua ini menunjukkan bahwa Allah tidak akan dapat
sepenuhnya dipahami oleh ciptaan-Nya.
Saudara, hal ini tidak berarti bahwa tidak
dapat dijumpai, karena Allah sendiri berjanji Ia akan menyatakan diri kepada orang yang dengan
sepnuh hati mencari Dia. Dalam Yeremia 29:13, dituliskan “Apabila kamu mencari
Aku, kamu akan menemukan Aku.” Ini Menjadi harapan bagi orang-orang yang
merindukan Allah. Dengan demikian, mari kita tetap menghormati
ruang misteri tentang Allah dengan cara tidak menjadi sombong secara rohani
seolah-olah kita memahami seluruh keberadaan-Nya dan tetap percaya bahkan
ketika jawaban bagi pergumulan hidup kita belum
terlihat. Tetap tumbuhkan kerinduan untuk mengenal hati-Nya melalui firman dan
karya-Nya dalam hidup. Meski kita mungkin tidak memahami seluruh rencana-Nya
dalam penderitaan dan tidak mengerti setiap jawaban doa yang tertunda.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan
Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimana cara kita menjaga rasa
hormat terhadap “ruang misteri milik Allah?” Kiranya Allah menolong saudara
sehingga tetap menghormati “ruang misteri Allah” dan menumbuhkan hubungan
dengan-Nya senantiasa. (TH)

Komentar
Posting Komentar