Ruang Misteri Milik Allah

Kamis, 5 Maret 2026
Ruang Misteri Milik Allah 
Bacaan Alkitab : Keluaran 37:7-9

          Bangsa Israel dengan taat membuat tutup pendamaian sesuai perintah Allah. Di atasnya ditempatkan dua kerub dari emas, saling berhadapan, dengan sayap terbentang menaungi tutup pendamaian.  Kerub pertama kali muncul  dalam Kejadian 3:24 sebagai penjaga jalan menuju pohon kehidupan setelah manusia jatuh dalam dosa. Dari Eden hingga Tabernakel, kerub selalu berdiri di batas antara yang fana dan yang ilahi – penjaga wilayah kudus. Dengan demikian, keberadaan kerub di atas tutup pendamaian menyatakan bahwa tempat itu adalah wilayah hadirat Allah. Namun, menariknya, yang digambarkan bukanlah Allah melainkan kerub.

          Dalam Ulangan 4:15-16, Tuhan melarang umat membuat gambaran tentang diri-Nya. Allah tidak dapat disamakan dengan bentuk ciptaan. Ia melampaui ruang, waktu, dan materi. Tidak ada representasi visual yang sanggup menangkap kemuliaan-Nya. Karena itu, kerub bukan perwujudan Allah. Mereka hanyalah penanda bahwa di sanalah Allah berkenan menyatakan diri-Nya. Seperti ketika kita melihat Paspampres (pasukan pengamanan Presiden) yang menunjukkan kehadiran Presiden. Semua ini menunjukkan bahwa Allah tidak akan dapat sepenuhnya dipahami oleh ciptaan-Nya.

          Saudara, hal ini tidak berarti bahwa tidak dapat dijumpai, karena Allah sendiri berjanji Ia akan  menyatakan diri kepada orang yang dengan sepnuh hati mencari Dia. Dalam Yeremia 29:13, dituliskan “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku.” Ini Menjadi harapan bagi orang-orang yang merindukan Allah.  Dengan demikian, mari kita tetap menghormati ruang misteri tentang Allah dengan cara tidak menjadi sombong secara rohani seolah-olah kita memahami seluruh keberadaan-Nya dan tetap percaya bahkan ketika jawaban bagi pergumulan hidup kita belum terlihat. Tetap tumbuhkan kerinduan untuk mengenal hati-Nya melalui firman dan karya-Nya dalam hidup. Meski kita mungkin tidak memahami seluruh rencana-Nya dalam penderitaan dan tidak mengerti setiap jawaban doa yang tertunda.

          Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimana cara kita menjaga rasa hormat terhadap “ruang misteri milik Allah?” Kiranya Allah menolong saudara sehingga tetap menghormati “ruang misteri Allah” dan menumbuhkan hubungan dengan-Nya senantiasa. (TH)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan