Taat Di Tengah Risiko, Aman dalam Janji Allah

Selasa, 3 Februari 2026
Taat Di Tengah Risiko, Aman dalam Janji Allah 
Bacaan Alkitab : Keluaran 34 : 23-24

          Dalam Keluaran 34:23-24, Allah kembali menegaskan perintah-Nya kepada umat Israel untuk menghadap Tuhan tiga kali dalam setahun yakni hari raya roti tidak beragi, hari raya tujuh minggu dan hari raya pondok daun. Ketiga perayaan ini bukan sekedar ritual keagamaan, melainkan penanda penting dalam sejarah keselamatan Israel : pembebasan dari perbudakan di Mesir, pemeliharaan Allah selama perjalanan di padang gurun, dan penggenapan janji Tuhan atas negeri yang dijanjikan. Allah secara khusus memerintahkan seluruh laki-laki Israel untuk  menghadap-Nya sebagai wakil keluarga dan umat perjanjian. Namun, perintah ini mengandung risiko besar. Ketika para laki-laki meninggalkan negeri untuk beribadah, tanah Israel berada dalam kondisi yang rentan dan terbuka terhadap serangan musuh. Secara manusiawi, perintah ini tampak berbahaya dan dapat menimbulkan kekhawatiran akan keamanan bangsa.

Di tengah potensi ancaman tersebut, Allah tidak tinggal diam. Dalam ayat 24, Tuhan memberikan janji perlindungan yang tegas: Ia sendiri yang akan menghalau bangsa-bangsa lain,  meluaskan wilayah Israel, dan bahkan mengendalikan hati bangsa-bangsa agar tidak mengingini negeri mereka. Perlindungan Allah bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga supranatural-Tuhan bekerja bukan sekedar melalui kekuatan militer, melainkan dengan kuasa-Nya atas sejarah dan hati manusia. Dengan demikian, ketaatan Israel untuk beribadah justru menjadi ruang bagi pernyataan pemeliharaan Allah yang sempurna. 

Saudara, prinsip perlindungan Allah ini tetap relevan untuk umat-Nya pada saat ini. Ketika kita memilih untuk hidup setia kepada firman Tuhan, kita pun tidak luput dari risiko dan tantangan. Dunia yang telah jatuh dalam dosa sering kali menganggap nilai-nilai Kerajaan Allah sebagai sesuatu yang asing dan tidak masuk akal.  Kesetiaan dalam pernikahan, kejujuran dalam pekerjaan, pengendalian diri terhadap harta, makanan, dan keinginan duniawi lainnya dapat memunculkan penolakan, ejekan, bahkan perlakuan tidak adil. Namun, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa ketaatan tidak pernah berdiri sendiri. Sama seperti Israel, umat Allah masa kini juga hidup di bawah janji perlindungan Allah. Ketika kita memilih untuk tetap taat dan setia, meskipun tampak berisiko secara manusiawi. Allah menyatakan pemeliharaan-Nya. Perlindungan Tuhan mungkin tidak selalu berarti bebas dari kesulitan, tetapi Ia setia menjaga, menguatkan, dan memelihara umat-Nya yang berjalan dalam kesetiaan.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Firman Tuhan hari ini mengundang kita untuk merenungkan ulang dasar ketaatan kita. Apakah kita taat hanya ketika segalanya terasa aman dan menguntungkan, ataukah kita berani taat bahkan ketika ketaatan itu menempatkan kita pada posisi yang tampak rentan? Israel belajar bahwa keamanan sejati bukan terletak pada penjagaan hati manusia. Demikian pula, kehidupan iman kita dipanggil untuk mempercayakan masa depan, reputasi, dan keamanan kita kepada Tuhan. Mari tetap setia kepada Allah dan bergantung pada perlindungan-Nya senantiasa. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan