Ritme Kehidupan
Ritme Kehidupan
Bacaan Alkitab
: Keluaran 34:22
Keluaran
34:22 menunjukkan dua dari tiga hari raya ziarah yang Allah perintahkan untuk
terus dirayakan oleh bangsa Israel, yaitu Hari Raya Tujuh Minggu dan Hari Raya
Pengumpulan Hasil. Secara keseluruhan, bangsa Israel merayakan tiga perayaan
besar, yaitu Pesakh, Shavuot, dan Sukkot, yang pada masa kini kita kenal
sebagai Paskah, Pentakosta, dan Hari Raya Pondok Daun. Allah memerintahkan
bangsa Israel untuk terus memelihara perayaan-perayaan ziarah ini sebagai
pengingat akan karya pemeliharaan Allah dalam sejarah hidup mereka.
Perayaan-perayaan ini juga menjadi identitas rohani yang membedakan Israel dari
bangsa-bangsa lain. Selain itu, Allah membentuk ritme kehidupan rohani umat-Nya
melalui perayaan-perayaan tersebut.
Sebagian
dari hari raya ini berkaitan dengan siklus panen. Namun, lebih dari sekadar
peristiwa pertanian, Allah mengajarkan makna rohani yang dalam: bahwa setiap
awal dan akhir kehidupan harus selalu diingat dan diserahkan kepada Tuhan.
Dengan demikian, umat dilatih untuk terus mengingat Allah dalam seluruh
perjalanan hidup mereka.
Melalui
peristiwa-peristiwa besar, budaya, dan ritme alam, Allah membentuk bangsa
Israel agar memiliki pola hidup religius dan spiritual yang terhubung
dengan-Nya. Hal ini penting karena manusia yang kurang memiliki perhatian dan
kesetiaan, kecenderungan untuk mudah melupakan hal-hal yang paling penting
dalam hidupnya. Terlebih lagi manusia modern, yang dipenuhi dengan berbagai
aktivitas, sangat mudah kehilangan fokus rohani. Karena itu, Allah mengajarkan
ritme kehidupan yang dilakukan secara teratur dan berulang, sebagai cara untuk
melawan kecenderungan manusia yang mudah lupa akan Tuhan.
Saudara
dapat menilai diri saudara sendiri: apakah aktivitas rohani sering tergeser
oleh kesibukan lainnya? Oleh sebab itu, saat teduh, doa malam, puasa, mengikuti
ibadah, membaca Alkitab, mengikuti pendalaman Alkitab, serta hidup dalam
komunitas orang percaya merupakan langkah-langkah penting untuk menjaga diri
tetap terhubung dengan Sumber Kehidupan, dalam setiap musim kehidupan. Mari
kita terus tekun dan setia menjalani siklus rohani yang sehat, agar kita tidak
mudah mengalami amnesia rohani, yaitu lupa akan Tuhan di tengah kesibukan
hidup. (TM)

Komentar
Posting Komentar