Ritme Kehidupan

Senin, 2 Februari 2026
Ritme Kehidupan

Bacaan Alkitab : Keluaran 34:22


Keluaran 34:22 menunjukkan dua dari tiga hari raya ziarah yang Allah perintahkan untuk terus dirayakan oleh bangsa Israel, yaitu Hari Raya Tujuh Minggu dan Hari Raya Pengumpulan Hasil. Secara keseluruhan, bangsa Israel merayakan tiga perayaan besar, yaitu Pesakh, Shavuot, dan Sukkot, yang pada masa kini kita kenal sebagai Paskah, Pentakosta, dan Hari Raya Pondok Daun. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk terus memelihara perayaan-perayaan ziarah ini sebagai pengingat akan karya pemeliharaan Allah dalam sejarah hidup mereka. Perayaan-perayaan ini juga menjadi identitas rohani yang membedakan Israel dari bangsa-bangsa lain. Selain itu, Allah membentuk ritme kehidupan rohani umat-Nya melalui perayaan-perayaan tersebut.

Sebagian dari hari raya ini berkaitan dengan siklus panen. Namun, lebih dari sekadar peristiwa pertanian, Allah mengajarkan makna rohani yang dalam: bahwa setiap awal dan akhir kehidupan harus selalu diingat dan diserahkan kepada Tuhan. Dengan demikian, umat dilatih untuk terus mengingat Allah dalam seluruh perjalanan hidup mereka.

Melalui peristiwa-peristiwa besar, budaya, dan ritme alam, Allah membentuk bangsa Israel agar memiliki pola hidup religius dan spiritual yang terhubung dengan-Nya. Hal ini penting karena manusia yang kurang memiliki perhatian dan kesetiaan, kecenderungan untuk mudah melupakan hal-hal yang paling penting dalam hidupnya. Terlebih lagi manusia modern, yang dipenuhi dengan berbagai aktivitas, sangat mudah kehilangan fokus rohani. Karena itu, Allah mengajarkan ritme kehidupan yang dilakukan secara teratur dan berulang, sebagai cara untuk melawan kecenderungan manusia yang mudah lupa akan Tuhan.

Saudara dapat menilai diri saudara sendiri: apakah aktivitas rohani sering tergeser oleh kesibukan lainnya? Oleh sebab itu, saat teduh, doa malam, puasa, mengikuti ibadah, membaca Alkitab, mengikuti pendalaman Alkitab, serta hidup dalam komunitas orang percaya merupakan langkah-langkah penting untuk menjaga diri tetap terhubung dengan Sumber Kehidupan, dalam setiap musim kehidupan. Mari kita terus tekun dan setia menjalani siklus rohani yang sehat, agar kita tidak mudah mengalami amnesia rohani, yaitu lupa akan Tuhan di tengah kesibukan hidup. (TM)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan