Persembahan bagi Allah
Persembahan bagi Allah
Bacaan Alkitab : Keluaran 35:24
Ayat ini
merupakan bagian dari perikop yang menceritakan kerelaan bangsa Israel untuk
terlibat dalam memberi persembahan khusus bagi pembangunan Kemah Suci. Dalam
ayat ini disebutkan beberapa bahan, yaitu perak atau tembaga, serta kayu akasia
(yang juga dikenal sebagai kayu penanga). Perak dan tembaga diperoleh bangsa
Israel ketika mereka keluar dari Mesir.
Pada
masa itu, logam-logam tersebut merupakan barang yang berharga dan tidak mudah
diperoleh. Sebaliknya, kayu akasia adalah kayu yang tumbuh secara alami dan
cukup banyak dijumpai di wilayah sekitar padang gurun Sinai. Di sini kita
melihat dua jenis bahan yang kontras: yang satu bernilai tinggi dan langka, yang lain umum dan tidak terlalu bernilai. Namun,
ketika semua bahan itu dipersembahkan kepada Allah, nilainya menjadi sama di
hadapan-Nya. Tidak ada bahan yang di nilai lebih tinggi atau lebih rendah. Semuanya
dipadukan secara harmonis sesuai dengan fungsi masing-masing, agar Kemah Suci dapat berdiri dengan utuh. Yang
menentukan bukanlah nilai ekonominya, melainkan kesediaannya dipakai bagi
pekerjaan Tuhan.
Melalui hal ini, Tuhan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk terlibat dalam pekerjaan-Nya. Baik mereka yang memiliki banyak maupun yang memiliki sedikit, semua dapat memberi sesuai dengan apa yang ada di tangan mereka. Dalam Kerajaan Allah tidak ada kompetisi dalam memberi. Tuhan tidak membandingkan kualitas atau jumlah persembahan antar umat-Nya. Ia berkenan menerima setiap pemberian yang diberikan dengan hati yang tulus. Sesungguhnya, tidak seorang pun dapat bermegah karena persembahannya kepada Allah. Segala sesuatu—baik sebelum maupun sesudah dipersembahkan—adalah milik Allah. Allah tidak berkekurangan tanpa persembahan manusia. Yang Ia perhatikan adalah ketulusan hati setiap umat yang dengan sukarela mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya.
Saudara, mari
sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, pernahkah
saudara merasa berbangga atau justru rendah diri ketika memberi persembahan
bagi kerajaan Allah? Mari memberi persembahan dengan tulus hati hanya bagi
kemuliaan Allah saja. (TM)

Komentar
Posting Komentar