Persembahan bagi Allah

Senin, 16 Februari 2026
Persembahan bagi Allah

Bacaan Alkitab : Keluaran 35:24




Ayat ini merupakan bagian dari perikop yang menceritakan kerelaan bangsa Israel untuk terlibat dalam memberi persembahan khusus bagi pembangunan Kemah Suci. Dalam ayat ini disebutkan beberapa bahan, yaitu perak atau tembaga, serta kayu akasia (yang juga dikenal sebagai kayu penanga). Perak dan tembaga diperoleh bangsa Israel ketika mereka keluar dari Mesir.

Pada masa itu, logam-logam tersebut merupakan barang yang berharga dan tidak mudah diperoleh. Sebaliknya, kayu akasia adalah kayu yang tumbuh secara alami dan cukup banyak dijumpai di wilayah sekitar padang gurun Sinai. Di sini kita melihat dua jenis bahan yang kontras: yang satu bernilai tinggi dan langka, yang lain umum dan tidak terlalu bernilai. Namun, ketika semua bahan itu dipersembahkan kepada Allah, nilainya menjadi sama di hadapan-Nya. Tidak ada bahan yang di nilai lebih tinggi atau lebih rendah. Semuanya dipadukan secara harmonis sesuai dengan fungsi masing-masing, agar Kemah Suci dapat berdiri dengan utuh. Yang menentukan bukanlah nilai ekonominya, melainkan kesediaannya dipakai bagi pekerjaan Tuhan.

Melalui hal ini, Tuhan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki ruang untuk terlibat dalam pekerjaan-Nya. Baik mereka yang memiliki banyak maupun yang memiliki sedikit, semua dapat memberi sesuai dengan apa yang ada di tangan mereka. Dalam Kerajaan Allah tidak ada kompetisi dalam memberi. Tuhan tidak membandingkan kualitas atau jumlah persembahan antar umat-Nya. Ia berkenan menerima setiap pemberian yang diberikan dengan hati yang tulus. Sesungguhnya, tidak seorang pun dapat bermegah karena persembahannya kepada Allah. Segala sesuatu—baik sebelum maupun sesudah dipersembahkan—adalah milik Allah. Allah tidak berkekurangan tanpa persembahan manusia. Yang Ia perhatikan adalah ketulusan hati setiap umat yang dengan sukarela mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, pernahkah saudara merasa berbangga atau justru rendah diri ketika memberi persembahan bagi kerajaan Allah? Mari memberi persembahan dengan tulus hati hanya bagi kemuliaan Allah saja. (TM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan