Perjumpaan yang Mengubahkan

Sabtu, 7 Februari 2026
Perjumpaan yang Mengubahkan 
Bacaan Alkitab : Keluaran 34:28–31

 

Saudara yang terkasih, dalam Keluaran 34:28-31 mengisahkan tentang Musa kembali naik ke gunung untuk bertemu dengan Allah. Ia tinggal empat puluh hari empat puluh malam, tidak makan dan tidak minum, dan di sana ia berbicara langsung dengan Tuhan. Ketika Musa turun dari gunung, Alkitab mencatat sesuatu yang tidak biasa: kulit wajahnya bercahaya, karena ia telah berbicara dengan TUHAN. Menariknya, Musa sendiri tidak menyadari perubahan itu. Ia tidak berusaha membuat wajahnya bercahaya, dan ia juga tidak berniat untuk menampilkan dirinya secara istimewa. Perubahan itu terjadi secara alami sebagai akibat dari perjumpaannya dengan Allah. Ini menunjukkan kepada kita sebuah kebenaran rohani yang sangat penting: perjumpaan sejati dengan Tuhan selalu menghasilkan perubahan, meskipun kita tidak selalu menyadarinya.

Cahaya di wajah Musa bukan sekadar fenomena fisik, tetapi melambangkan perubahan batin. Musa bukan hanya menerima hukum Tuhan, tetapi mengalami hadirat-Nya. Dari hadirat itulah lahir transformasi. Alkitab mengajarkan bahwa mengenal Allah tidak pernah berhenti pada pengetahuan, tetapi selalu berujung pada pembaruan hidup. Seseorang bisa memiliki banyak informasi rohani, rajin ibadah, bahkan aktif melayani, tetapi tanpa perjumpaan dengan Tuhan, hidupnya bisa tetap sama. Kemudian, orang-orang Israel segera melihat bahwa ada sesuatu yang berbeda pada Musa. Mereka bahkan merasa takut mendekat. Hal ini juga menunjukkan bahwa perubahan sejati tidak perlu diumumkan atau dipamerkan. Perubahan yang lahir dari hadirat Allah akan terlihat dengan sendirinya melalui sikap, cara bicara, cara berpikir, dan cara memperlakukan sesama.

Renungan ini sangat relevan bagi kita hari ini. Di tengah kesibukan pelayanan, rutinitas ibadah, dan limpahnya bahan rohani, kita perlu bertanya dengan jujur: apakah semua itu sungguh membawa kita pada perjumpaan dengan Tuhan? Ataukah kita hanya menjalankan aktivitas keagamaan tanpa transformasi? Tanda utama seseorang yang benar-benar mengenal Allah bukanlah pengalaman spektakuler, melainkan perubahan karakter yang konsisten. Ketika seseorang berjumpa dengan Tuhan, ia akan semakin rendah hati, lebih mengasihi, lebih sabar, dan lebih peka terhadap kehendak Allah. Musa turun dari gunung dengan wajah bercahaya. Kita mungkin tidak memiliki cahaya di wajah, tetapi dunia seharusnya melihat cahaya Kristus melalui hidup kita. Sebab perjumpaan yang sejati dengan Tuhan tidak hanya mengubah pengalaman rohani, tetapi mengubah seluruh cara kita hidup.

    Saudara, perubahan apa yang paling nyata dalam hidup saya sejak saya mengenal Tuhan? Apakah ada pertumbuhan dalam kasih, kesabaran, kerendahan hati, dan ketaatan? Kiranya setiap perjumpaan kita dengan Tuhan tidak berhenti di altar, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Biarlah dunia melihat bukan sekadar wajah yang bercahaya, melainkan hidup yang sungguh diubahkan oleh kasih dan kebenaran-Nya. (RT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan