Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan
Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan
Keluaran 35:30–33 menghadirkan sebuah
potret iman yang sering terlewatkan: Allah memilih dan memenuhi Bezalel bukan
terutama sebagai imam atau nabi, melainkan sebagai pekerja terampil. Ia dipenuhi oleh Roh Allah untuk berpikir,
merancang, dan mengerjakan karya-karya yang konkret—emas, perak, ukiran, dan
tenunan. Teks ini dengan sengaja menempatkan pekerjaan tangan sejajar dengan
karya rohani. Alkitab tidak melihat keterampilan teknis sebagai wilayah netral,
tetapi sebagai ruang di mana Roh Allah bekerja untuk menyatakan
kehendak-Nya. Di sinilah kita belajar tentang sinergi antara panggilan ilahi dan kerja manusia. Bezalel tidak
bekerja karena ambisi pribadi, tetapi karena ia digerakkan oleh Roh. Namun,
kepenuhan Roh tidak membuatnya pasif; sebaliknya, Roh justru mengaktifkan
seluruh potensi dirinya. Passion, kreativitas, disiplin, dan ketekunan tidak
berdiri berlawanan dengan kendali Tuhan, melainkan menjadi sarana-Nya. Bekerja
dengan sungguh-sungguh bukan tanda hidup yang terlalu duniawi, tetapi justru
tanda ketaatan ketika pekerjaan itu disadari sebagai mandat Allah.
Masalah muncul ketika kerja kehilangan
orientasi rohaninya. Banyak orang percaya jatuh pada dua ekstrem: pertama,
bekerja begitu sibuk hingga tidak lagi mau melayani karena merasa pekerjaannya
sudah cukup rohani; kedua, melayani dengan penuh semangat tetapi memandang
pekerjaan sehari-hari sebagai beban sekuler yang “kurang bernilai rohani.”
Keluaran 35:30–33 menolak kedua sikap ini. Bezalel tidak memilih antara bekerja
atau melayani—ia melakukan keduanya dalam satu napas ketaatan. Keahliannya
bukan alasan untuk menarik diri dari kehidupan umat, melainkan alat untuk
membangun pusat penyembahan Allah. Teks ini juga menggugat dikotomi palsu antara sekuler dan rohani
yang sering tidak kita sadari. Kita terbiasa menganggap mimbar, doa, dan ibadah
sebagai wilayah rohani, sementara kantor, bengkel, pasar, dan ruang desain
dianggap netral atau bahkan profan. Namun Alkitab justru menunjukkan bahwa Roh
Allah memenuhi ruang kerja Bezalel sama nyatanya dengan ruang ibadah. Allah
tidak hanya hadir dalam kata-kata doa, tetapi juga dalam rancangan, ukuran, dan
detail pekerjaan. Ketika pekerjaan dilakukan dalam ketaatan, tidak ada ruang
yang bebas dari kehadiran-Nya.
Saudara, apakah kita bekerja karena takut kekurangan, haus pengakuan,
atau sekadar mengejar kenyamanan? Ataukah kita bekerja dengan kesadaran bahwa
hidupku sedang diarahkan oleh Tuhan untuk melayani tujuan yang lebih besar? Bezalel
bekerja bukan untuk membangun reputasi pribadi, melainkan untuk menghadirkan
ruang di mana Allah berdiam di tengah umat-Nya. Pekerjaan yang dikendalikan Roh
selalu melampaui kepentingan pribadi dan mengarah pada kemuliaan Allah serta
kebaikan bersama. Pada akhirnya, Keluaran 35:30–33 mengundang kita pada
kehidupan yang utuh dan terintegrasi.
Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup terbelah—rohani di hari Minggu dan
sekuler di hari kerja. Ia memanggil kita untuk hidup yang sama di hadapan-Nya
dalam segala hal. Biarlah kiranya kita bekerja dengan penuh passion, melayani
dengan rendah hati, dan hidup dengan kesadaran bahwa Roh Allah mengendalikan
seluruh keberadaan kita. (FS)

Komentar
Posting Komentar