Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan

Jumat, 20 Februari 2026
Dipenuhi Roh, Digerakkan dalam Pekerjaan 
Bacaan Alkitab : Keluaran 35:30–33


Keluaran 35:30–33 menghadirkan sebuah potret iman yang sering terlewatkan: Allah memilih dan memenuhi Bezalel bukan terutama sebagai imam atau nabi, melainkan sebagai pekerja terampil. Ia dipenuhi oleh Roh Allah untuk berpikir, merancang, dan mengerjakan karya-karya yang konkret—emas, perak, ukiran, dan tenunan. Teks ini dengan sengaja menempatkan pekerjaan tangan sejajar dengan karya rohani. Alkitab tidak melihat keterampilan teknis sebagai wilayah netral, tetapi sebagai ruang di mana Roh Allah bekerja untuk menyatakan kehendak-Nya. Di sinilah kita belajar tentang sinergi antara panggilan ilahi dan kerja manusia. Bezalel tidak bekerja karena ambisi pribadi, tetapi karena ia digerakkan oleh Roh. Namun, kepenuhan Roh tidak membuatnya pasif; sebaliknya, Roh justru mengaktifkan seluruh potensi dirinya. Passion, kreativitas, disiplin, dan ketekunan tidak berdiri berlawanan dengan kendali Tuhan, melainkan menjadi sarana-Nya. Bekerja dengan sungguh-sungguh bukan tanda hidup yang terlalu duniawi, tetapi justru tanda ketaatan ketika pekerjaan itu disadari sebagai mandat Allah.

Masalah muncul ketika kerja kehilangan orientasi rohaninya. Banyak orang percaya jatuh pada dua ekstrem: pertama, bekerja begitu sibuk hingga tidak lagi mau melayani karena merasa pekerjaannya sudah cukup rohani; kedua, melayani dengan penuh semangat tetapi memandang pekerjaan sehari-hari sebagai beban sekuler yang “kurang bernilai rohani.” Keluaran 35:30–33 menolak kedua sikap ini. Bezalel tidak memilih antara bekerja atau melayani—ia melakukan keduanya dalam satu napas ketaatan. Keahliannya bukan alasan untuk menarik diri dari kehidupan umat, melainkan alat untuk membangun pusat penyembahan Allah. Teks ini juga menggugat dikotomi palsu antara sekuler dan rohani yang sering tidak kita sadari. Kita terbiasa menganggap mimbar, doa, dan ibadah sebagai wilayah rohani, sementara kantor, bengkel, pasar, dan ruang desain dianggap netral atau bahkan profan. Namun Alkitab justru menunjukkan bahwa Roh Allah memenuhi ruang kerja Bezalel sama nyatanya dengan ruang ibadah. Allah tidak hanya hadir dalam kata-kata doa, tetapi juga dalam rancangan, ukuran, dan detail pekerjaan. Ketika pekerjaan dilakukan dalam ketaatan, tidak ada ruang yang bebas dari kehadiran-Nya.

Saudara, apakah kita bekerja karena takut kekurangan, haus pengakuan, atau sekadar mengejar kenyamanan? Ataukah kita bekerja dengan kesadaran bahwa hidupku sedang diarahkan oleh Tuhan untuk melayani tujuan yang lebih besar? Bezalel bekerja bukan untuk membangun reputasi pribadi, melainkan untuk menghadirkan ruang di mana Allah berdiam di tengah umat-Nya. Pekerjaan yang dikendalikan Roh selalu melampaui kepentingan pribadi dan mengarah pada kemuliaan Allah serta kebaikan bersama. Pada akhirnya, Keluaran 35:30–33 mengundang kita pada kehidupan yang utuh dan terintegrasi. Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup terbelah—rohani di hari Minggu dan sekuler di hari kerja. Ia memanggil kita untuk hidup yang sama di hadapan-Nya dalam segala hal. Biarlah kiranya kita bekerja dengan penuh passion, melayani dengan rendah hati, dan hidup dengan kesadaran bahwa Roh Allah mengendalikan seluruh keberadaan kita. (FS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan