Sukacita yang Berakar pada Allah
Sukacita yang Berakar pada Allah
Saudara selamat memasuki tahun baru 2026 ini. Pada awal
tahun ini, kita diajak untuk kembali merenungkan Firman Tuhan dari Mzm. 37:
1-4. Mazmur ini merupakan mazmur yang ditulis oleh Daud, yang menolong umat
Tuhan memandang kehidupan dengan bijaksana, khususnya ketika menghadapi
kenyataan bahwa orang fasik sering tampak berhasil dan hidup dalam
kelimpahan. Daud membuka mazmur ini
dengan sebuah perintah yang tegas “janganlah geram terhadap orang jahat, jangan
iri hati kepada orang yang berbuat curang.” (ay. 1). Perintah ini muncul dari
realitas hidup yang sering menimbulkan pertanyaan,
khususnya ketika kita melihat orang-orang tidak hidup
benar namun tampak berhasil dan berbahagia. Namun, Daud segera mengingatkan
bahwa keberhasilan orang fasik bersifat sementara, seperti rumput yang segera
layu dan seperti tumbuhan hijau yang cepat menjadi kering. Dengan perspektif
ini, umat Tuhan diajak untuk tidak menilai hidup hanya dari apa yang tampak
sesaat.
Selanjutnya Daud menegaskan sikap hidup yang seharusnya di
miliki oleh orang percaya melalui beberapa perintah yang saling berkaitan. pertama,
percaya: menyerahkan semua urusan kepada Tuhan. Kedua, berbuat baik : hidup
dalam integritas tanpa terpengaruh keadaan sekitar. Ketiga, diam di negeri dan
berlakulah setia. Teolog bernama Derek Kidner melihat ini sebagai panggilan
untuk keamanan, kesetiaan, dan hidup bertanggung jawab, bukan melarikan diri
dari realitas. Orang percaya dipanggil untuk tetap setia di tempat dan kondisi
di mana Allah menempatkannya. Sikap hidup ini akan membawa umat Tuhan pada satu
hasil yang mendalam yaitu sukacita sejati (ay.4). Sukacita yang dimaksud di
sini bukanlah kegembiraan sesaat karena keadaan yang menyenangkan tetapi
kondisi batin yang tenang dan bersukacita sebagai buah dari relasi yang benar
dengan Allah. Ketika seseorang bersukacita di dalam Tuhan, keinginannya pun
diselaraskan dengan kehendak Allah. Oleh karena inilah hidupnya akan diberkati
: secara rohani dan materi.
Saudara, hubungan antara
larangan untuk tidak menjadi iri hati (ay.1) dan panggilan untuk bersukacita
dalam Tuhan (ay. 4). Iri hati seringkali muncul karena rasa kepemilikan yang
keliru, yaitu ketika seseorang menganggap harta, pasangan, prestasi, atau
status sebagai sumber kebahagiaan utama. Akibatnya, ketika melihat orang lain
memiliki lebih banyak atau lebih berhasil, hati menjadi gusar dan gelisah.
Sukacita/kebahagiaan sejati lahir dari relasi yang hidup dengan Allah. Relasi
yang hangat menumbuhkan ketenangan, rasa aman, dan kegembiraan batin, sekalipun
keadaan hidup tidak sebaik orang lain. Dengan dasar ini, orang percaya tetap
mampu bersukacita dan tidak terguncang ketika melihat keberhasilan orang lain.
Saudara, pembacaan firman Tuhan pada awal tahun baru ini
mengajarkan untuk kita tidak menganggap kesalahan/dosa -dalam konteks ini yaitu
iri hati- sebagai penghalang untuk melangkah di masa depan. Masa lalu
sebenarnya bukan sesuatu untuk disangkal atau dilupakan, melainkan
direfleksikan. Kita dapat memperlakukan masa lalu seperti kaca spion yang akan
menolong kita untuk melihat ke belakang agar dapat melangkah dengan lebih
bijaksana ke depan. Ingatlah bahwa dosa dan kegagalan masa lalu bukanlah
identitas kita melainkan sarana anugerah
Allah untuk membentuk kita menjadi semakin serupa dengan Kristus melalui proses
evaluasi serta pertobatan terus menerus. Dengan demikian, memasuki tahun 2026
ini mari kita memelihara relasi yang benar dengan Allah sebagai sumber sukacita
sejati. Dengan percaya kepada Tuhan, berbuat baik, hidup setia, kita diajar
untuk tidak dikuasai oleh iri hati, melainkan berjalan dengan hati yang tenang,
penuh pengharapan, dan bersukacita dalam Dia.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, sudahkan kita menggunakan masa lalu sebagai sarana anugerah untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus? Kiranya pertolongan Roh Kudus akan menolong kita menemukan dan melaksanakan hal-hal yang akan kita ubah di tahun 2026. Sehingga, sukacita Allah senantiasa mengalir dalam hati kita di tahun 2026. (TH)

Komentar
Posting Komentar