Tanda Penyerahan Total

Selasa, 18 November 2025
Tanda Penyerahan Total 
Bacaan Alkitab : Keluaran 29:19–20

Upacara penahbisan imam dalam Keluaran 29 bukan sekadar ritual keagamaan. Setiap tindakan memiliki makna rohani yang dalam.Saat Musa mengoleskan darah pada telinga, ibu jari tangan, dan ibu jari kaki Harun serta anak-anaknya, itu bukan hanya lambang penyucian, tetapi juga penyerahan total hidup seorang imam kepada Tuhan. Mereka tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi sepenuhnya bagi Dia yang telah menebus mereka dengan darah. Dari peristiwa di atas kita akan mempelajari tiga hal. Pertama, Telinga yang diolesi darah, Darah di telinga kanan melambangkan pendengaran yang dikuduskan. Imam harus peka terhadap suara Tuhan sebelum berbicara kepada umat. Dalam kehidupan rohani, banyak orang melayani, tetapi jarang mendengar. Mereka sibuk bekerja bagi Tuhan, tetapi lupa berdiam diri di hadapan-Nya.
Yesus sendiri berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku...” (Yohanes 10:27). Tanpa telinga yang disucikan, kita bisa lebih sering mendengar dunia daripada Firman Tuhan. Seorang pelayan sejati bukan hanya pandai berbicara, tapi terlebih dahulu belajar mendengar. Kedua, Tangan yang diolesi darah, Ibu jari tangan kanan diolesi darah melambangkan pekerjaan yang dikuduskan. Tangan adalah simbol tindakan, kerja, dan pelayanan. Imam tidak boleh menggunakan tangannya untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk pekerjaan Tuhan yang suci.

Dalam Perjanjian Baru, Paulus berkata, “Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23). Tangan yang diolesi darah berarti tangan yang siap bekerja bukan demi kehormatan diri, tetapi demi kemuliaan Allah. Dan yang ketiga, Kaki yang diolesi darah, Ibu jari kaki kanan diolesi darah menandakan arah hidup dan langkah yang dikuduskan. Pelayan Tuhan harus berhati-hati ke mana ia melangkah. Tidak semua jalan yang tampak baik adalah jalan Tuhan. Mazmur 119:105 berkata, “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Langkah yang dipimpin Tuhan akan membawa berkat; langkah yang salah dapat menjerumuskan banyak orang. Kaki yang berdarah adalah kaki yang rela berjalan dalam penderitaan dan ketaatan kepada Tuhan.

Saudara, Darah di telinga, tangan, dan kaki menunjukkan bahwa seluruh hidup imam — pikiran, tindakan, dan langkahnya — harus diserahkan kepada Tuhan. Demikian pula kita, umat tebusan Kristus, adalah “imamat yang rajani” (1 Petrus 2:9). Hidup kita seharusnya menjadi persembahan yang kudus, berkenan kepada Allah. Kita harus memiliki telinga untuk mendengar suara Tuhan, tangan untuk melakukan pekerjaan Tuhan, dan kaki untuk berjalan dalam jalan Tuhan.

Saudara, apakah pendengaran, tangan, dan kaki kita telah disucikan untuk melakukan pekerjaan Tuhan? Kiranya setiap bagian hidup kita yang telah ditebus oleh darah Kristus, membuat kita hidup bukan lagi untuk diri sendiri, melainkan untuk Dia yang telah menebus kita. Amin. (RT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan