Salib adalah Jalan Persekutuan

Sabtu, 15 November 2025
Salib adalah Jalan Persekutuan  
Bacaan Alkitab : Keluaran 29: 10-14

          Saudara, dalam bagian berikutnya tentang “penahbisan Harun dan anak-anaknya” Allah memberikan detail tentang korban penghapus dosa umat-Nya. Ketika korban di persembahkan maka Harun serta anak-anaknya harus meletakkan tangan mereka di atas kepala lembu itu lalu dipersembahkan di pintu kemah pertemuan kepada Tuhan. Sedikit darah dari lembu itu harus diambil untuk dibubuhkan pada tanduk-tanduk mezbah. Sedangkan, seluruh darah yang tersisa harus dicurahkan pada bagian bawah mezbah. Untuk lemak-lemak dari korban yang dibakar di atas mezbah, sedangkan bagian dalam lembu jantan dibakar habis di luar perkemahan. Dengan demikian, kita diingatkan bahwa ketika manusia berhadapan dengan Allah, maka akan ada darah yang tercurah. Sehingga, dengan rinci Allah memberikan aturan berkaitan dengan darah yang tercurah dari korban penghapus dosa yang dilaksanakan oleh imam besar di bait Allah. Ketika darah tercurah maka dosa dihapuskan dan setiap umat Allah dapat masuk dalam hadirat-Nya untuk menaikkan permohonan serta ucapan syukur.

          Pada zaman Perjanjian Baru, segala sistem korban penebus dosa yang dahulu berlaku dalam Perjanjian Lama telah digenapi sempurna di dalam Yesus Kristus. Dialah Anak Domba Allah yang memikul dosa seluruh dunia di dalam tubuh-Nya. Ia rela menanggung hinaan, pukulan dan cambukkan hingga tubuh-Nya hancur dan darah-Nya tercurah di kayu salib. Darah yang tercurah itu bukan sekedar tanda penderitaan, melainkan kasih yang menyucikan setiap kita dan membuka jalan menuju hadirat Allah. Kini, kita tidak lagi memerlukan ritual atau persembahan seperti di masa lalu, sebab Kristus telah menjadi korban yang sempurna sekali untuk selama-lamanya. Hal ini mengingatkan kita bahwa kekudusan sejati tidak lahir dari rutinitas atau upacara, melainkan dari hubungan yang hidup dengan Allah melalui pengorbanan Kristus.

          Saudara, setiap kali kita datang kepada-Nya, kita diingatkan bahwa pertemuan dengan Allah selalu melibatkan darah yang tercurah – bukan darah kita, tetapi darah Kristus yang menggantikan kita. Allah dapat memusnahkan kita tetapi memilih untuk menanggung hukuman yang seharusnya kita terima, agar kita dapat mendekat dengan hati yang bersih dan diselimuti kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, mari kita senantiasa menghormati Allah dalam setiap segi kehidupan kita dengan cara hidup dalam perintah-perintah-Nya, mengingat bahwa semua yang kita miliki adalah anugerah-Nya semata,  sehingga persekutuan kita dengan Allah terjaga selamanya.

          Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, sejauh mana kita benar-benar menyadari harga darah yang telah dicurahkan bagi kita? Mari sadari dan hormati karya penebusan Kristus di kayu salib, yang telah membuka jalan persekutuan yang baru antara Allah dan kita. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghormati Allah dalam Penderitaan

Pengalaman Rohani Bersama Allah

Yesus Disalibkan