Berhenti Sejenak
Berhenti Sejenak
Saudara, 37 ayat pertama dari pasal 29 ini telah berfokus
pada apa yang dilakukan oleh komunitas pada masa penahbisan Harun dan
anak-anaknya sebagai imam di Israel. Bagian berikutnya menuliskan tentang
persembahan harian yang akan dilaksanakan oleh bangsa Israel secara rutin.
Persembahan tersebut berupa dua anak domba berumur 1 tahun, masing-masing akan
dipersembahkan setiap pagi dan sore hari. Bersamaan dengan itu mereka juga akan
mempersembahkan tepung, minyak dari zaitun dan anggur terbaik. Dengan demikian,
kita melihat bahwa Allah tidak hanya menghendaki umat-Nya menjadi kudus tetapi juga mengatur cara
untuk proses pengudusannya. Sarana yang digunakan adalah menyediakan domba
sebanyak 2 ekor per hari berumur 1 tahun per tahunnya. Bayangkan betapa banyak
anak domba yang diperlukan setiap tahunnya dan Allah tetap memenuhi kebutuhan
mereka. Dengan penyediaan Allah tersebut maka umat-Nya akan dapat secara
konsisten melaksanakan ritual persembahan tersebut setiap harinya.
Saudara, persembahan korban bakaran, tepung dan minyak sebanyak 2x sehari -setiap hari- menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar kita hidup kudus setiap hari. Kehidupan yang kudus bukanlah sesuatu yang langsung kita dapatkan setelah kelahiran baru. Namun, suatu proses yang harus kita jalani setiap harinya. Seperti Allah menyediakan 2 ekor anak domba setiap hari untuk dipersembahkan, saat ini Allah juga menyediakan beberapa sarana yang dapat kita gunakan untuk hidup dalam kekudusan setiap hari. Sarana tersebut misalnya : Roh Kudus, Pribadi yang akan membimbing, menyertai dan menuntun orang percaya dalam proses pengudusan. Firman Tuhan, wahyu Allah bagi orang percaya yang dapat mempertajam kepekaan rohani untuk senantiasa hidup dalam jalan-jalan-Nya. Selain itu ada pula : doa, puasa, ibadah, istirahat, dll untuk menguduskan orang percaya sehingga semakin serupa dengan Allah.
Saudara, kehidupan yang serba cepat pada masa sekarang ini seringkali menuntut kita untuk selalu mengerjakan banyak hal tanpa ada jeda/istirahat sama sekali. Ritme hidup seperti ini menjadikan kita senantiasa terburu-buru sehingga melupakan waktu-waktu dimana kita dapat diam sejenak setiap harinya. Bacaan Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Allah menghendaki untuk umat-Nya senantiasa bertekun dalam proses pengudusan-Nya. Ia yang rindu untuk terlibat dalam proses tersebut juga telah menyediakan sarana untuk pengudusan tersebut. Oleh karena itu, mari dengarkanlah kembali panggilan-Nya yang lembut kepada kita. Panggilan untuk “berhenti sejenak” setiap hari dan menyediakan waktu untuk melaksanakan disiplin rohani dalam kehidupan kita.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah kita masih tetap setia melaksanakan disiplin rohani setiap harinya? Jika kesibukan telah menjauhkan kita dari waktu-waktu bersama-Nya dan kita menemukan diri kita menjadi kering, maka jawablah kembali panggilan-Nya untuk bersekutu dengan-Nya melalui disiplin rohani. (TH)
Komentar
Posting Komentar