Peringatan Tuhan
Peringatan Tuhan
Saudara, setelah beberapa peringatan
Allah berikan kepada Firaun mengenai hukuman atas Mesir pada akhirnya Allah
melaksanakan hukuman-Nya. Dalam bagian tulah pertama yaitu air menjadi darah
ini, Allah kembali memerintahkan Musa untuk bertemu secara langsung dengan
Firaun di tepi sungai nil pada saat pagi hari (ay. 14-15). Hal ini
diperintahkan Allah sebab Ia akan melakukan demonstrasi langsung di hadapan
Firaun. Dan diberikan detail waktu yaitu pagi hari, sebab dalam tradisi Mesir
kuno biasanya Firaun berada di tepi sungai untuk melakukan ritual keagamaan
untuk memuja dewa sungai Nil. Melalui otoritas-Nya, Allah kembali
memperingatkan Firaun untuk melepaskan bangsa Israel keluar dari Mesir untuk
beribadah. Dan jika Firaun masih tetap mengeraskan hati maka Allah merubah air
sungai Nil menjadi darah sehingga ikan-ikan akan mati dan sungai menjadi berbau
busuk. Selain itu, sungai Nil yang merupakan sumber kehidupan bagi orang-orang
Mesir tidak akan dapat lagi digunakan untuk minum (ay. 16-18).
Saudara melalui bacaan Firman Tuhan
hari ini, kita melihat bahwa Allah bukanlah Allah yang sewenang-wenang. Ia
memberikan peringatan kepada Firaun dan bangsa Mesir menunjukkan bahwa
sebenarnya Ia adalah Allah yang mengasihi. Bahkan, peringatan-peringatan yang
diulang-ulang serta hukuman yang disampaikan semakin detail berkaitan dengan
kerusakannya dalam ay. 14-18 ini. Menunjukkan tawaran-Nya kepada Firaun dan
bangsa Mesir untuk berubah sebelum Ia melaksanakan penghukuman-Nya.
Saudara, dalam kehidupan yang kita
jalani, seringkali juga kita mengambil pilihan-pilihan yang salah dan
bertentangan dengan Firman Tuhan. Dalam situasi demikian, Allah yang Maha Kasih
akan memberikan peringatan misalnya melalui orang tua, teman-teman, otoritas
rohani di gereja, dll. Dan mungkin seringkali kita mengeraskan hati dan tetap
mengambil pilihan-pilihan tersebut. Sikap ini merupakan tindakan yang tidak
bijaksana sebab kita mengetahui bahwa tujuan Allah memberikan peringatan adalah
agar kita berubah dan hidup dalam kebenaran-Nya senantiasa. Oleh sebab itu,
mari jadilah semakin rendah hati dan dengarkan peringatan-Nya dengan hati yang
lemah lembut dan ketaatan penuh kepada-Nya.
Saudara, mari sejenak kita merenungkan
Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, bagaimanakah sikap kita terhadap
peringatan Allah? Jadilah pribadi yang lemah lembut dan mudah di bentuk oleh
Allah. Sehingga, peringatan yang Allah berikan dapat kita respons dengan
bijaksana. (TH)
Komentar
Posting Komentar