Penjara Hati
Penjara Hati
Saudara
dalam upaya Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, kita melihat Allah kembali memberikan
tulah ketiga yaitu nyamuk sebagai bentuk penghukuman kepada bangsa Mesir. Jika
kita mengingat kembali bagian terakhir dari tulah sebelumnya dalam ay. 15,
Firaun kembali mengeraskan hati meskipun Allah telah membebaskan Mesir dari
katak-katak. Sehingga, pada awal perikop yang kita baca hari ini, tanpa
memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Firaun. Allah langsung memberikan
hukuman yaitu nyamuk-nyamuk yang memenuhi seluruh Mesir. Beberapa ahli
perjanjian lama mengemukakan bahwa nyamuk yang muncul di seluruh tanah Mesir.
Merupakan sejenis nyamuk yang sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat oleh
mata. Bahkan, sengatan yang ditimbulkannya menyebabkan iritasi kulit yang
sangat menyakitkan dan juga merayap ke dalam mata dan hidung.
Para ahli sihir Mesir mencoba
untuk kembali memunculkan nyamuk-nyamuk, tetapi mereka gagal. Karena, Allah
Israel dapat menciptakan nyamuk-nyamuk tersebut dari debu tanah. Sehingga, para
ahli ilmu gaib itu pun menyatakan, “Ini perbuatan tangan Ilahi!” Seorang teolog
bernama Samuel Bochart menyatakan bahwa “Ilahi” yang mereka maksudkan adalah
suatu kuasa dewa yang lebih besar dari dewa bumi (Geb) yang mereka sembah (ay.
19a).
Saudara, satu hal yang dapat
kita perhatikan hari ini adalah respons Firaun yang tetap mengeraskan hati (ay.
19b). Meskipun, konfirmasi tentang kekuasaan serta keberadaan Allah Israel
telah dinyatakan berkali-kali melalui mujizat demi mujizat. Bahkan, peneguhan juga
diberikan oleh para ahli ilmu sihir yang kita tahu adalah orang-orang terdekat
serta kepercayaan Firaun juga tidak membuat Firaun melembutkan hatinya. Hal ini
menunjukkan bahwa Firaun adalah seseorang yang keras hati dan bukan hanya Tuhan
saja yang mengeraskan hatinya.
Saudara, demikian juga dengan
kehidupan kita saat ini. Seringkali juga kita mengeraskan hati misalnya
berkaitan dengan dosa dalam kehidupan kita. Dan ketika menerima teguran atau
koreksi dari orang-orang terdekat, kita hanya sebatas mendengar saja tetapi
mengabaikan teguran-teguran tersebut. Sehingga tidak melakukan perubahan apa
pun terhadap tingkah laku atau pola pikir kita akan sesuatu hal. Saudara sikap
keras hati seperti ini sebaiknya kita tinggalkan, karena sikap kekerasan hati
merupakan penjara yang kita ciptakan untuk menolak perubahan yang dapat Allah
kerjakan dalam diri kita. Oleh karena itu, mari mintalah Allah untuk memberikan
kekuatan kepada kita untuk melakukannya dan menolong kita untuk sepenuhnya
hidup bagi Allah.
Saudara, mari sejenak kita
merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah ada dosa yang
belum kita tinggalkan saat ini meskipun sudah menerima teguran dari Allah dan
orang-orang sekitar kita? Jika ada. Jangan keraskan hati saudara. Mari datanglah
kepada Allah untuk meminta ampun dan meminta kekuatan kepada-Nya agar saudara
dapat meninggalkan dosa tersebut. (TH)
Komentar
Posting Komentar