Penjara Hati

Kamis, 20 Maret 2025
Penjara Hati 
Bacaan Alkitab : Keluaran 8 : 16-19


          Saudara dalam upaya Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, kita melihat Allah kembali memberikan tulah ketiga yaitu nyamuk sebagai bentuk penghukuman kepada bangsa Mesir. Jika kita mengingat kembali bagian terakhir dari tulah sebelumnya dalam ay. 15, Firaun kembali mengeraskan hati meskipun Allah telah membebaskan Mesir dari katak-katak. Sehingga, pada awal perikop yang kita baca hari ini, tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Firaun. Allah langsung memberikan hukuman yaitu nyamuk-nyamuk yang memenuhi seluruh Mesir. Beberapa ahli perjanjian lama mengemukakan bahwa nyamuk yang muncul di seluruh tanah Mesir. Merupakan sejenis nyamuk yang sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat oleh mata. Bahkan, sengatan yang ditimbulkannya menyebabkan iritasi kulit yang sangat menyakitkan dan juga merayap ke dalam mata dan hidung.

Para ahli sihir Mesir mencoba untuk kembali memunculkan nyamuk-nyamuk, tetapi mereka gagal. Karena, Allah Israel dapat menciptakan nyamuk-nyamuk tersebut dari debu tanah. Sehingga, para ahli ilmu gaib itu pun menyatakan, “Ini perbuatan tangan Ilahi!” Seorang teolog bernama Samuel Bochart menyatakan bahwa “Ilahi” yang mereka maksudkan adalah suatu kuasa dewa yang lebih besar dari dewa bumi (Geb) yang mereka sembah (ay. 19a).

Saudara, satu hal yang dapat kita perhatikan hari ini adalah respons Firaun yang tetap mengeraskan hati (ay. 19b). Meskipun, konfirmasi tentang kekuasaan serta keberadaan Allah Israel telah dinyatakan berkali-kali melalui mujizat demi mujizat. Bahkan, peneguhan juga diberikan oleh para ahli ilmu sihir yang kita tahu adalah orang-orang terdekat serta kepercayaan Firaun juga tidak membuat Firaun melembutkan hatinya. Hal ini menunjukkan bahwa Firaun adalah seseorang yang keras hati dan bukan hanya Tuhan saja yang mengeraskan hatinya.

Saudara, demikian juga dengan kehidupan kita saat ini. Seringkali juga kita mengeraskan hati misalnya berkaitan dengan dosa dalam kehidupan kita. Dan ketika menerima teguran atau koreksi dari orang-orang terdekat, kita hanya sebatas mendengar saja tetapi mengabaikan teguran-teguran tersebut. Sehingga tidak melakukan perubahan apa pun terhadap tingkah laku atau pola pikir kita akan sesuatu hal. Saudara sikap keras hati seperti ini sebaiknya kita tinggalkan, karena sikap kekerasan hati merupakan penjara yang kita ciptakan untuk menolak perubahan yang dapat Allah kerjakan dalam diri kita. Oleh karena itu, mari mintalah Allah untuk memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukannya dan menolong kita untuk sepenuhnya hidup bagi Allah.

Saudara, mari sejenak kita merenungkan Firman yang baru saja kita dengar. Saudara, apakah ada dosa yang belum kita tinggalkan saat ini meskipun sudah menerima teguran dari Allah dan orang-orang sekitar kita? Jika ada. Jangan keraskan hati saudara. Mari datanglah kepada Allah untuk meminta ampun dan meminta kekuatan kepada-Nya agar saudara dapat meninggalkan dosa tersebut. (TH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali