Panggilan untuk Kembali

Sabtu, 22 Maret 2025
Panggilan untuk Kembali
Bacaan Alkitab : Keluaran 8 : 25-29



Pada ayat di atas, kita membaca bahwa Firaun berusaha menahan bangsa Israel untuk tidak meninggalkan Mesir, dengan menawarkan agar mereka menyembah Allah di tanah Mesir saja. Namun ini tidak mungkin dilakukan karena korban persembahan Israel dianggap menjijikkan bagi bangsa Mesir. Upaya ini terjadi saat tulah keempat menimpa Mesir, yaitu tulah lalat pikat. Seluruh daerah Mesir dipenuhi oleh lalat pikat, tetapi Gosyen tempat tinggal bangsa Israel dikecualikan oleh Allah.

 

Firaun mulai mengalami pergolakan dalam hatinya. Ia terus mengeraskan hati untuk tidak melepaskan bangsa Israel, meskipun kuasa Allah begitu nyata terjadi di depan matanya. Dan dihadapan kuasa Tuhan, Firaun tidak ada apa-apanya. Pergolakan batin ini terlihat saat Firaun menyadari bahwa dirinya lemah di hadapan Allah Israel, sehingga ia meminta Musa untuk berdoa bagi dirinya. Sungguh ironis mengingat Musa adalah seorang dari bangsa budak yang Firaun direndahkan. Namun meskipun demikian Firaun tetap mengeraskan hatinya, melawan Tuhan, menolak teguran terhadap dirinya, bahkan peringatan dari orang-orang kepercayaannya, yaitu para ahli ilmu gaib Mesir pun tidak ia dengarkan.

 

Saudara, pada dasarnya manusia yang telah jatuh dalam dosa selalu ingin memberontak dan membangkang terhadap Allah. Kita bisa melihat begitu banyak manusia yang melawan dan memberontak pada Allah. Tentu saja kita tidak sama dengan Firaun yang tidak mengenal Allah, tapi bisa saja kita mendapati hidup kita dalam keadaan tidak taat kepada-Nya.

 

Saudara, Allah mengasihi kita. Dia memberikan teguran dan mengingatkan kita untuk bertobat dari dosa dan kembali pada-Nya melalui berbagai cara. Bisa melalui pembacaan firman Tuhan, saat mendengarkan khotbah, saat doa pribadi, melalui nasihat dari rekan atau pemimpin rohani, dan banyak cara lainnya. Kiranya kita tidak mengeraskan hati pada saat Allah menegur kita, melainkan peka dan segera menyadari kesalahan, untuk kembali kepada-Nya. (TM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali