Merespons Teguran Allah
Merespons Teguran Allah
Saudara dalam ayat bacaan hari ini, kita melihat Tuhan kembali
memerintahkan Musa untuk menyampaikan pesan kepada Firaun. Tuhan mengatakan
jika ia tetap menolak membiarkan bangsa Israel pergi, maka wabah dahsyat akan
menimpa ternak Mesir, termasuk kuda, keledai, unta, lembu, dan domba. Namun,
ternak Israel tidak akan terkena wabah ini. Keesokan harinya, apa yang
dikatakan Tuhan benar-benar terjadi. Semua ternak orang Mesir mati, tetapi
tidak satu pun ternak orang Israel yang terkena wabah ini. Firaun menyuruh
orang untuk melihat apa yang terjadi, ternyata benar tidak ada satu ternak pun
milik Israel yang terkena wabah ini. Meskipun demikian namun hatinya tetap
keras dan ia tidak membiarkan Israel pergi.
Saudara melalui bagian Firman Tuhan ini, kita melihat
bagaimana hukuman Allah terhadap Firaun yang terus mengeraskan hatinya. Dalam
tulah kelima ini, Allah menimpakan wabah kepada ternak Mesir. Ternak merupakan
bagian penting dalam kehidupan bangsa Mesir. Karena ternak ini biasa digunakan
untuk pertanian, transportasi, makanan dan ibadah mereka. Dengan penyakit
sampar ini telah membunuh semua ternak Mesir sehingga melemahkan kekuatan
bangsa Mesir. Bahkan sebagai negara dengan sistem kepercayaan politeisme yang
menyembah dewa dalam bentuk hewan, hal ini menunjukkan bahwa dewa yang mereka
sembah tidak berdaya untuk melindungi mereka dari wabah yang Allah timpakan
kepada mereka.
Saudara melalui renungan hari ini, kita melihat hukuman Allah
yang semakin hebat menyerang bangsa Mesir. Hal ini terjadi karena Firaun terus
mengeraskan hatinya. Hal ini menjadi peringatan bagi kita saat ini. Ketika
teguran Allah datang kepada kita maka haruslah kita merespons dengan benar dan
merendahkan hati untuk kembali hidup dalam kehendak Allah. Karena ketika kita
terus menolak kebenaran dan kehendak Allah maka akan berakibat semakin berat.
Marilah responi teguran Allah.
Saudara sudahkah merespons teguran Allah dalam kehidupan kita? Jika belum, marilah datang kepada Allah dalam doa. Berdoalah agar Allah menolong kita agar dapat rendah hati mendengar dan merespons teguran Allah. (DS)
Komentar
Posting Komentar