Menuai Apa yang Ditanam

Rabu, 26 Maret 2025                                     
Menuai Apa yang Ditanam 
Bacaan Alkitab : Keluaran 9 : 8 - 12

Saudara, di dalam ayat yang kita baca dijelaskan bahwa Tuhan memerintahkan Musa dan Harun mengambil jelaga atau abu dari dapur peleburan. Kemudian mereka menghadap Firaun dan menaburkannya ke udara. Jelega itu berubah menjadi debu yang menyebar ke seluruh Mesir lalu menyebabkan barah yaitu luka melepuh dan bernanah pada manusia dan hewan. Para ahli sihir yang sebelumnya mampu meniru beberapa mukjizat kali ini tidak berdaya. Semua orang di negeri itu, termasuk Firaun dan semua ahli-ahli sihir tidak dapat berdiri karena terkena barah. Tetapi Firaun yang menyaksikan dan merasakan sendiri kuasa Allah tetap mengeraskan hati sehingga Tuhan menyerahkan dia dalam kekerasan hatinya.

Dapur peleburan tempat di mana Musa mengambil jelaga merupakan sebuah tungku atau perapian besar pada zaman itu. Tempat ini merupakan salah satu lokasi di mana bangsa Israel dipaksa untuk bekerja. Di dapur peleburan ini, mereka membuat dan membakar batu bata (Kej. 1:14). Menariknya dalam tulah kali ini, Tuhan menggunakan dapur peleburan yang merupakan alat perbudakan dan simbol penderitaan Israel sebagai sumber hukuman bagi Mesir. Tuhan memakai jelaga atau abu dari dapur itu untuk menghukum seluruh orang Mesir tanpa terkecuali. Melalui peristiwa ini Tuhan ingin menyampaikan pesan bahwa Dia menakar perbuatan manusia dengan adil. Begitu juga dengan kejahatan yang dilakukan maka akan ditakar dengan hukuman yang setimpal.

Saudara, prinsip ini sama dengan apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus bahwa cara kita memperlakukan orang lain akan menentukan bagaimana kita diperlakukan (Mat. 7:2). Jika kita melakukan hal yang jahat maka hal yang sama juga akan ditakarkan kepada kita meskipun mungkin dalam bentuk yang berbeda. Misalnya seorang atasan yang memperlakukan karyawannya dengan kasar dan tidak adil mungkin nanti akan menghadapi kesulitan dalam pekerjaannya atau kehilangan kepercayaan dari timnya. Atau seseorang yang sering menyebarkan gosip dia akan kehilangan reputasi dan kepercayaan orang lain ketika kebenaran terungkap. Oleh sebab itu, sebagai orang percaya mari kita harus selalu hidup dengan integritas, keadilan, dan kasih. Sebab Tuhan adalah Hakim yang adil dan akan memberikan balasan sesuai dengan perbuatan kita.

Bagaimanakah cara saudara memperlakukan orang lain selama ini? Sudahkah saudara memperlakukan mereka dengan kasih? Jika belum. Maka mari datang kepada Tuhan di dalam doa. Kiranya Tuhan membimbing kita untuk menyadari bahwa Tuhan bukan hanya penuh kasih tapi Dia juga menakar perbuatan manusia dengan adil. Kiranya Tuhan membimbing kita untuk selalu memperlakukan orang lain dengan kasih. (MS)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hidup sesuai Kehendak Allah

Ribka Menjadi Istri Ishak (5)

Allah Memegang Kendali